“Kids Jaman Now” Antarkan Mahasiswa Ma’had Raih Juara 1 Tingkat Nasional – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Niswatul Hikmah, mahasiswi Prodi Bahasa Arab Ma’had Umar bin Khattab Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) meraih juara satu lomba menulis esai dengan tema “Generasi Langgas” tingkat nasional dalam acara Festival Bahasa dan Sastra 2017 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, Kamis (30/11/2017).

Alumni SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (SMAMDA) ini mengaku menghadapi banyak kesulitan selama proses menulis esai, ia harus menganalisa perkembangan kondisi generasi Y ke generasi Z, “Progres dan peran generasi langgas atau generasi Y akan banyak yang membahas. Sehingga menekankan lebih kepada peran generasi Y sewaktu mendidik dan membentuk generasi Z, yaitu generasi di bawahnya yang sekarang imagenya sedang buruk,” ungkapnya sambil mengingat kembali apa yang ialakukan menjelang detik-detik terakhir pengumpulan esai. Judul Kontribusi Generasi Langgas dalam Pembentukan Karakter Kids Zaman Now akhirnya dipilihnya untuk mengharumkan nama Umsida dalam kompetisi bergengsi itu.

“Pengumpulan naskah terakhir tanggal 12 November, tapi aku kirim dekat deadline. Jadi waktu itu aku menulisnya semalam. Hari sebelumnya aku udah riset, kebetulan tidak punya buku “Generasi Langgas”, tapi ada banyak review di internet jadi dapat kutipan-kutipannya dari sana”, ujarnya saat diwawancara Umsida Pers (12/12/2017).

Tak hanya itu, seusai menulis, Niswa membaca ulang naskahnya yang berjumlah tiga halaman itu, lalu ia mengecek ulang persyaratan, “ternyata minimal ditulis dalam 4-7 halaman,” katanya. Akhirnya Niswapun menambahkan beberapa hal menjadi beberapa paragraf, ia juga menambahkan ending esainya sehingga ia berhasil memperpanjang naskahnya menjadi 4 halaman.

Akhirnya, perjuangan yang sangat mendadak itu berhasil mengantarkannya menjadi juara satu. Dari situ, Niswa berpesan pada teman-temannya, “Saya menghimbau teman-teman agar tidak mengerjakan sesuatu dekat dengan batas pengumpulan. Karena akan lebih matang lagi kalau ditulisnya dengan tidak terburu-buru, kecuali kalau sanggup untuk menulis dalam sekali duduk”, pungkas Niswa. (inka/mut/dian)

Related Post