Perkembangan Signifikan di UMSIDA Membuat UNISZA Malaysia Menggandengnya dalam Skema Kerjasama Prospektif – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

UMSIDA.AC.ID– kampus swasta terkemuka dengan perkembangan sangat signifikan memiliki kans besar menjadi partner kolaborasi universitas-universitas negara sahabat di kawasan ASEAN. Tercatat hampir sembilan ribu mahasiswa aktif sedang menempuh pendidikan di kampus kebanggaan warga Sidoarjo – Jawa Timur ini.

Kontribusi aktif di tengah masyarakat dan kekayaan intelektual dalam bentuk pengembangan dan penelitian telah lama menempatkan UMSIDA sebagai partner pemerintah dan swasta. Sudah sejak lama berbagai universitas lokal maupun internasional membuka komunikasi dengan tujuan penjajakan kerjasama, demikian pula sebaliknya. Alhasil, UMSIDA telah dikenal secara luas di kawasan regional ASEAN sebagai salah satu kampus dengan jalinan kerjasama yang prospektif.

Kali ini, Universitas Sultan Zainal Abidin (UNISZA), universitas negeri di Trengganu, Malaysia melakukan kunjungan penjajakan kerjasama ke UMSIDA dalam rangkaian lawatan muhibah-nya ke Indonesia (23-25/1/2018). Dipimpin langsung oleh Timbalan Akademik dan Siswazah, perwakilan Fakulti Pengajian Kontemporari Islam Dr Normadiah binti Daud menyampaikan apresiasi dan skema kerjasama yaitu program Joint Degree dan Dual Degree baik di tingkat sarjana maupun pascasarjana.

Kolaborasi riset, pertukaran pelajar, staff akademik dan penyelenggaraan seminar internasional pun hangat dibahas. Melihat prospek yang baik dari skema kerjasama yang ditawarkan, Kasi International Relation Office UMSIDA Wahyu Taufiq Med menyampaikan harapan agar fakultas lain di UNISZA menjalankan skeama yang sama, “Meski yang datang kali ini hanya dari Fakultas Pengkajian Kontemporari Islam, namun kita harapkan fakultas lain  di UNISZA juga bisa menjalankan skema kerjsama ini,” ungkapnya.

Harapan ini disambut postif oleh Normadiah yang mengiyakan skema kerjasama tersebut lantaran  UNISZA sangat mendorong proyek kerjasama internasional, “Fakulti Pengajian Kontemporari Islam ini hanya 10% dari jumlah keseluruhan,” ulasnya. “Saya pun akan menyampaikan respon positif dan harapan UMSIDA pada forum pimpinan tinggi UNISZA, imbuhnya.

Dengan terwujudnya kerjasama ini, untuk kesekian kalinya, UMSIDA memantapkan posisinya dalam kolaborasi pendidikan bertaraf internasional bersama universitas-universitas negara tetangga di kawasan regional ASEAN. (zuhri/dian)

 

Related Post