Penulis : umsidaj4y4 April 3, 2018 / Berita

UMSIDA.AC.ID-  Diaspora Muhammadiyah diberbagai penjuru dunia semakin aktif dan konsisten mempromosikan eksistensi dan ideologi Muhammadiyah. Salah satunya di Pakistan, yang sebagian besar diaspora warga Muhammadiyah adalah para mahasiswa yang menempuh study lanjut di negeri Muhammad Ali Jinnah itu. Dalam agenda Musycabis (Musyawarah Cabang Istimewa) di Masjid Utsman bin Affan, Kampus International Islamic University Islamabad (IIUI), mayoritas warga Muhammadiyah hadir demi memilih nahkoda baru PCIM Pakistan.

Pemilihan dilakukan dengan skema musyawarah, dengan dipimpin langsung oleh ketua PCIM lama, Jalaluddin Rumi Durrachman. Lebih detail, teknis diawali dengan  meminta masing-masing warga Muhammadiyah yang hadir untuk menyebutkan dua calon ketua yang dipandang layak berikut kelebihan-kelebihannya. Setelah sesi ini, setidaknya ada lima nama dominan yang muncul, mereka adalah Hafidz El Hudzaifie, Farras Abyan Aziz, Firdaus Alfin Hudaya, Rifqy Amru dan Ziaul Haq. Selanjutnya, dari lima nama ini dipilihlah satu orang yang dipandang layak memimpin PCIM Pakistan. Hasil musyawarah mufakat pun memilih Hafidz El Hudzaifie, alumni Fakultas Agama Islam UMSIDA, sebagai ketua. Hafidz terpilih didasari beberapa aspek, seperti keluasan wawasan ke-muhammadiyah-an dan keaktifannya dalam dinamika persyarikatan.

Dalam pidato penutupnya selaku ketua PCIM lama, Jalaluddin Rumi Durrachman berpesan agar kegiatan Muhammadiyah bukan hanya dilakukan oleh para pengurus, tetapi juga harus didukung dan dibantu oleh seluruh warga Muhammadiyah agar kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik. Sementara, Ketua PCIM Pakistan terpilih, Hafidz dalam sambutannya menyampaikan bahwa Muhammadiyah adalah organisasi besar yang sudah tidak diragukan lagi perannya bagi kemajuan bangsa Indonesia. “Saya mengharapkan seluruh warga Muhammadiyah, khususnya yang di Pakistan, untuk memahami kembali bagaimana dan apa sebenarnya Muhammadiyah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hafidz juga menambahkan bahwa salah satu agenda penting yang akan dijalankannya adalah pengauatn kembali pemahaman ke-muhammadiyah-an pada segenap kader. Hafidz juga mengajak kader-kader Muhammadiyah Pakistan untuk menjadikan momen pergantian kepengurusan ini sebagai momen  muhasabah dan evaluasi. “Kami mengajak seluruh kader, agar menguatkan kembali komitmennya untuk bermuhammadiyah. Niatnya tidak hanya sekadar untuk berdakwah, tapi juga untuk bertajdid, yaitu untuk berinovasi dan melakukan terobosan-terobosan terbaru sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing individu,”

Menurut Hafidz kader Muhammadiyah Pakistan harus memiliki komitmen dalam menjalani ajaran keagamaan dan ideologi, sesuai dengan apa yang dipedomani oleh Majelis Tarjih Muhammadiyah. Senada dengan Hafidz, Dewan Penasihat PCIM Pakistan, Ikhwan Mujahid, berpesan agar dalam kepengurusan selanjutnya dapat menjaga konsistensi perkumpulan rutin yang selalu dilaksanakan seminggu sekali.

“Kaderisasi dalam PCIM ini harus menjadi planning dan poin besar. Dan cobalah untuk menghidupkan ‘Aisyiyah Pakistan agar dakwah Muhammadiyah lebih luas cakupannya,” imbuh Ikhwan.

Acara pelantikan kepengurusan PCIM baru baru akan dilaksanakan pada Sabtu (7/4/2018) di Faisal Masjid yang menajdi ikon International Islamic University of Islambad, dan akan dihadiri oleh seluruh warga Muhammadiyah Pakistan. Good Job Hafidz, Bangga Umsida! (Fikri)

Related Post