Penulis : umsidaj4y4 April 16, 2018 / Berita

UMSIDA.AC.ID– Tapak Suci Umsida kembali menorehkan prestasi. Salah satunya dibawa oleh mahasiswa Program Studi Al Ahwal As Sakhsiyah, Fakultas Agama Islam Umsida, Deky Pramana. Baru saja pulang dari kejuaraan Malaysia Open, Ia kembali berangkat bersama Tim Tapak Suci Umsida mengikuti kejuarnas yang diselenggarakan IPSI di Lampung. Tidak tanggung tanggung, Deky Pramana yang mewakili 2 kategori dalam kerjurnas tersebut ternyata mampu menjadi juara dikedua kategori tersebut. Ia berhasil membawa pulang medali Emas dalam kategori Seni Tunggal Putra dan medali Perak dalam kategori Fighter.
Saat ditanya tentang pengalamannya dalam dunia pencak silat, Deky Pramana mengatakan, “ awalnya saya memiliki latar belakang beladiri Wushu dikelas 1 SMP. Kemudian sedikit demi sedikit belajar silat. Karena silat itu jati diri bangsa melayu, budaya dan warisan Nusantara dwi warna. Kemenangan pertama saya saat mengikuti pencak silat kategori tanding kelas A putra remaja di kota Samarinda 2009 lalu, serta juara 3 tanding kelas A putra remaja Kejurprov Pencak Silat Kalimantan Timur 2010”. Namun, Deky Pramana menambahkan, bahwa karir silat nya harus berhenti sejenak karena cidera yang dialaminya. “Tahun 2011 dan 2012 saya harus vakum dari dunia silat karena mengalami cidera patah tangan kiri saat mengikuti seleksi di akhir tahun 2010. Rasanya sedih sekali, pasti. Tapi setelah sembuh saya bangkit lagi. Saya berhasil menjadi juara 1 Kejurnas IKS.PI Cup 2013 di Madiun dalam kategori Tanding Kelas A Putra Remaja dan juara 3 kejurnah IKS.PI CUP 2013 di Madiun kategori Yien Ce (Seni Tunggal Bebas Wushu).
Semenjak menempuh pendidikan di Ma’had Umar Bin Khatab Umsida 2016 lalu, Deky Pramana semakin aktif mengikuti berbagai kejuaraan lagi. Kejuaraan pertama yang ia ikuti bersama tim Pencak Silat Umsida saat POMDA JATIM 2017 di UMM kategori Seni Tunggal Baku Putra. Deky Pramana menambahkan, “Katagori ini adalah katagori yg pertama kali saya ikuti dalam kejuaraan pencak silat setelah fakum dari dunia silat selama kurang lebih 3 tahun lamanya. Disini saya dilatih oleh pesilat juara dunia sekaligus idola saya sejak kecil yaitu Hamdani. Bersama tim pencak silat UNESA, kami latihan kurang lebih 1 bulan penuh. Rasa lelah hingga ngilu di tangan kiri yang pernah patah dan lutut kanan semenjak tahun 2010 pun selalu kambuh setelah latihan. Sayangnya, di kategori tersebut saya belum beruntung.”
Dari kegagalan kegagalan yang ia terima, ternyata mampu membuatnya menjadi lebih baik lagi. Termasuk menghantarkannya mengikuti kejuaraan tingkat Internsional di Malaysia dan meraih dua medali sekaligus dalam Kejurnas di Lampung lalu. Terakhir, Deky Pramana mengatakan, “Saya sangat berterimakasih kepada Allah yang telah mengizinkan saya menjadi juara, serta doa dan dukungan dari dari orangtua, dosen dan asatidz dan Umsida yang memberikan kami fasilitas penuh. Tidak lupa untuk Edwin Tinda Kusuma yang telah mendidik kami dan menjadi tauladan dan orangtua bagi kami di Tapak Suci Umsida”

Related Post