Penulis : umsidaj4y4 April 11, 2018 / Berita

UMSIDA.AC.ID– Bergabung untuk Belajar di Ma’had Ummar bin Khatab Umsida 2013 lalu, Abdi Zamroni memulai karirnya di Tapak Suci. Berlatih dengan rekan rekan dari Ma’had dibawah bimbingan Ikhwan, kader dari Banyuwangi dan Syarifudin, kader 3 dari Sumbawa membuatnya semangat berlatih. Abdi Zamroni mulai mengikuti kejuaraan pertamanya dalam ajang Unair Cup untuk mewakili UKM Tapak Suci Umsida, “Meski dalam kejuaraan itu saya belum menang, tapi saya mendapat pengalaman dan mengerti bahwa kemenangan itu tidak bisa diraih dengan mudah . sejak itu saya berlatih lebih keras lagi”.

Meskipun kembali menerima kekalahan dalam POMDA ( Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah), Abdi Zamroni tidak putus asa , ia akhirnya memperoleh medali perak pertamanya saat mengikuti kejuaraan di Jogja. Latihan kerasnya kembali membuahkan hasil saat ia mengikuti Kejuaraan Paku Bumi di Bandung, ia berhasil membawa pulang medali perak keduanya.

Tidak berhenti sampai situ, dengan bimbingan dari Edwin Tinda Kusuma selaku Pembina, Abdi Zamroni dan teman teman dari UKM Tapak Suci Umsida melakukan latihan bersama adik adik atlet dari SMANOR. Dalam latihan tersebut, mereka mendapat porsi latihan yang jauh lebih keras dan lebih menguras stamina daripada latihan sebelumnya. Ia mengatakan, “Sebulan menjelang kejuaraan di Lampung Championship Of Pencak Silat, kami melakukan Training Competition (TC), yang mana kami melakukan latihan setiap hari dengan porsi yang sama namun dengan pola latihan yang berbeda agar atlet tidak merasa jenuh dengan rutinitas latihan kami yang monoton. Dan Alhamdulillah, hasilnya saya mendapat medali Emas”. Terakhir, Abdi Zamroni mengatakan, “Manusia diberi kesempatan untuk berusaha, berdoa dan tawakkal. Akan tetapi, ketentuan tetap milik Allah”. (Rizky/MZF)

Related Post