Penulis : umsidaj4y4 April 16, 2018 / Berita

UMSIDA.AC.ID– Umat islam saat ini bisa dikatakan tertinggal dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pasalnya, dominasi ilmu pengetahuan di dunia saat ini selalu berkiblat kepada peradaban barat. Sebagian ilmuan dan cendekiawan muslim kemudian berusaha sedikit demi sedikit membangkitkan kembali kesadaran umat akan pentingnya kebangkitan peradaban islam, salah satunya dengan melakukan pengembangan ilmu pengetahuan dengan tetap menggunakan sudut pandang agama islam (Islamic World View).

Fakultas Agama Islam Umsida, Bersama dengan partner kerjasamanya dari negeri jiran, Unisza (Universitas Sultan Zainal Abidin), tak ingin tertinggal untuk ambil bagian dalam proses penyedaran umat agar kembali membangun peradaban islam melalui integrase agama dan ilmu pengetahuan. Lewat seminar internasional bertajuk “Islamic Thought for Education in Malaysia and Indonesia” yang bertempa di Aula Siti Khadijah, Kampus 4 Umsida (14/4/2018), para pembicara dari kedua belah pihak saling sokong mempromosikan integrase islam ke dalam ilmu pengetahuan dengan menjelaskan konteks realita kehidupan yang dihadapi baik di Indonesia maupun di Malaysia.

Dari Umsida, Dr. Hj. Istikomah, M. Ag, dekan Fakultas Agama Islam sendiri menyampaikan orasi ilmiyahnya. Sedangkan dari pihak Unisza, Prof. Madya. Dr. Normadiah binti Daud dan beberapa mahasiswa program Ph.D turut menyajikan orasi ilmiyah.

“Konteks pendidikan dasar saat ini sudah banyak berubah dari zaman penjajahan dulu yang memisahkan antara ilmu agama dan ilmu science. Saat ini banyak pesantren yang mendirikan madrasah sehingga terjadilah integrasi antara ilmu pengetahuan dan ilmu agama. Sehingga dengan adanyan integrasi ini akan terkikis pula dikotomi ilmu” ujar Dr. Hj Istikomah sebelum mengakhiri orasi ilmiyahnya. (Fikri)

Related Post