Penulis : umsidaj4y4 April 4, 2018 / Berita

UMSIDA.AC.IDFaidza Faroghta Fanshob, jika kamu selesai dari satu kesibukan (amal) maka bersegeralah beralih kepada kesibukan (amal) yang lain, firman Allah SWT dalam surat Al Insyirah. Nyata sekali bahwa pesan ilahiyah ini begitu dijiwai oleh anggota dan coach tim tapak suci Umsida. Pasalnya, baru saja pulang dari event pertandingan pencak silat level internasional di Universitas Pendidikan Sultan Idris, Malaysia, dan menyandang penghargaan sebagai atlit seni pencak silat terbaik ke-3. Tim tapak suci Umsida sudah terbang kembali ke event kejuaraan pencak silat nasional yang di selenggarakan oleh IPSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) di Lampung.

Kejuaraan bergengsi level nasional ini dihelat oleh IPSI bekerjasama dengan Pemerintah Kota Metro, Lampung. Selama tiga hari (29-31 Maret), tim tapak suci Umsida bersaing dan berjibaku dengan berbagai perwakilan dari seluruh Indonesia untuki memperebutkan prestasi di kelas masing-masing. “Saingannya berat-berat, banyak perwakilan Puslatda yang datang. Artinya atlit-atlit beladiri terbaik dari masing-masing daerah hadir dalam kompetisi ini” ujar Edwin Indrakusuma, coach yang menemai tim tapak suci Umsida. “Perwakilan dari berbagai PTM dan PTN juga hadir dan semakin menambah tensi persaingan dalam kejuaraan ini” tambahnya.

Semangat dan kerja keras tim ternyata berbuah manis. Tim tapak suci Umsida akhirnya memboyong 12 penghargaan lintas kelas. M. Irva’ uddarojatur Rohman (FAI) Juara 1 Fighter, Iklimatul Nur Jazila (FKIP) Juara 2 Fighter, Dwi Nur Agustiningseh (FEB) Juara 2 Seni dan Fighter, Dya Ainur Mufaricha (FEB) Juara 1 Fighter, Deki Pramana (FAI) Juara 1 seni dan Juara 2 Fighter, Eko Febriyanto (FAI) Juara 3 Fighter, Ali Fachmi (FEB) Juara 2 Fighter, M. Nasyith Wardani (FT) Juara 2 Fighter, Afrizal Abu Bakar (F.Psikologi) Juara 3 Fighter, Farid Bilal (FAI) Juara 1 Fighter, Ahmad Rofi’ uddin (FAI) Juara 2 Fighter dan Abdi Zamroni Juara 1 (FAI) Juara 1 Fighter.

“Sebenarnya kita berpeluang jadi juara umum, cuma tenyata kategori juara umumnya di rubah oleh panitia. Jadi kategori mahasiswa dan dewasa digabung. Kalua dipisah saya yakin kita terpilih sebagai juara umum. Event ini sangat penting dan bergengsi, karena di selenggarakan oleh IPSI dan bersifat nasional. Dan Alhamdulillah kampus sangat mendukung dan menfasilitasi perwakilan Umsida untuk ikut dan akhirnya berbuah manis” ujar Edwin saat di-interview oleh kontributor umsida.ac.id. Kedepan, tim tapak suci Umsida dengan percaya diri akan terus kembali maju dalam berbagai turnamen dan kejuaraan untuk terus berprestasi mengharumkan nama baik almamater tercinta. Bangga Umsida! (Fikri)

Related Post