4

Diskusi Publik: Save Our Student

Banyaknya korban kecelakaan lalu lintas yang berujung pada kematian membuat Kapolresta Sidoarjo, DPRD Kabupaten Sidoarjo, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan segenap media menggandeng Perguruan Tinggi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) untuk menyelenggarakan Diskusi Publik “Save Our Students”.

Kapolresta Sidoarjo menyoroti pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas mayoritas dilakukan oleh Pelajar Tingkat SMP dan SMA, “Banyak sekali siswa SMP dan SMA berangkat sekolah naik motor berusia dibawah 17 tahun tidak memiliki SIM bahkan tidak memakai helm, sehingga untuk ketertiban dan keamanan kami terpaksa melakukan tilang.”

7

Perlunya kerjasama antara kepolisian dengan pihak sekolah dan orang tua untuk terus membimbing dan menjaga anak-anaknya dalam berlalu lintas. Orang tua juga tidak boleh lalai dalam memantau anak lantaran kesibukan bekerja. Sedangkan anak itu sendiri juga harus mengerti kondisi di jalan terkait dengan ketertiban dan lainnya.

Para Kepala sekolah menyampaikan rentetan pertanyaan dan usulan, kebanyakan anak-anak SMA itu bermotor ke sekolah karena beberapa hal, 1) Rumahnya jauh dari akses transportasi umum sehingga apabila harus naik angkot malah menghabiskan banyak biaya, 2) naik angkot rawan copet dan banyak asap rokok, oleh karena itu orang tua menganggap bahwa bermotor ke sekolah adalah solusi terbaik.

5

Melalui pandangan tersebut, diharapkan pihak kepolisian, dishub dan DPRD kab. Sidoarjo memberikan solusi terbaik, mungkin salah satunya dengan memberikan SIM sementara untuk anak SMA kelas 1 yang masih berusia 15-16 tahun. Kalau untuk anak SMP sudah pasti tidak diperkenankan naik motor karena usianya masih sangat jauh dari usia kelayakan untuk berkendara. (dian)

3

Laporan Khusus: Bupati Resmikan Lantai 6 Gedung Baru UMSIDA

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, S.H., M.Hum memberikan arahan kepada KKN Posdaya UMSIDA 2017 untuk senantiasa membantu penduduk di desa-desa tempat KKN, apapun yang mereka butuhkan untuk menjadikan desa mereka berkembang dan tentunya untuk membangun Sidoarjo  lebih maju dalam segala bidang. Selepas memberi arahan, Saiful Ilah meresmikan Lantai Enam Gedung E Kampus 1 UMSIDA yang menampung lebih dari 2000 mahasiswa, kini digunakan untuk perkuliahan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Selain menyemangati peserta KKN Posdaya untuk memberikan pelayanan terbaik di desa-desa di seluruh kabupaten Sidoarjo, Rektor UMSIDA Dr. Hidayatulloh, M.Si dalam sambutan pemberangkatan KKN Posdaya 2017 menyampaikan kepada Bupati Sidoarjo dan seluruh peserta KKN, “Gedung E ini kita pakai untuk perkuliahan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. terdiri delapan lantai, menghabiskan dana sebesar 23 Miliyar Rupiah. Atas kerjasama baik antara UMSIDA dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, Bupati Sidoarjo menghibahkan dana pembangunan senilai 2 milyar rupiah untuk pembangungan lantai 6.”

Dalam waktu dekat, UMSIDA akan membangun gedung baru tujuh lantai untuk Program Pascasarjana dan gedung Perpustakaan setinggi delapan lantai.

11

Bupati Sidoarjo Bersama Rektor UMSIDA, Penasihat Damandiri, Wakil Ketua Baznas Jatim dan Ketua BPH UMSIDA melihat pembangunan perguruan Muhammadiyah dari Gedung E lantai 2.

 

6

Bupati Sidoarjo dan BAZNAS Patungan Untuk Dukung KKN Posdaya UMSIDA

Hampir 500 mahasiswa UMSIDA dari berbagai fakultas diberangkatkan secara resmi pagi ini oleh Rektor dan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) yang disaksikan langsung oleh Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, S.H., M.Hum.,Penasihat Yayasan Damandiri Prof. Haryono Suyono dan Wakil Ketua Baznas Najib Hamid.

Dalam pembekalan yang disampaikannya, Prof. Haryono Suyono menantang mahasiswa UMSIDA peserta KKN Posdaya dari berbagai fakultas untuk mengimlementasikan keilmuannya. “Yang dari Fakultas Ekonomi, harus mampu membuat toko rakyat yang menjual sembako murah, tidak harus berbentuk toko, kamar rumah bagian depan saja yang diubah,” tutur Prof. Haryono dalam pembekalan umum KKN Posdaya 2017.

Tak hanya itu, Prof. Haryono mengajak BAZNAS dan Bupati Sidoarjo sepakat patungan untuk membelikan bibit pisang cavendish dan kelor untuk ditanam di masing-masing desa lokasi peserta KKN Posdaya UMSIDA, “Pisang Cavendis itu kalau ditanam sekarang, 8 bulan lagi akan berbuah, dan kalau sudah berbuah, nilai jualnya sangat tinggi. Karena itu bibit pisang cavendish ini harus ditanam di tiap-tiap rumah. Nah, BAZNAS dan Bupati bisa memberi modalnya.” Dengan dibudidayakannya pisang Cavendis di tiap-tiap rumah, diharapkan dapat membantu perekonomian warga desa di Sidoarjo. Selain mendapatkan perekonomian yang baik, warga diharapkan dapat mengubah pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan sehat, “Kelor saat ini dikenal sebagai tanaman mukjizat, yang mengandung banyak gizi dan bisa mengobati berbagai macam penyakit, karena itu saya akan mengirim kelor untuk ditanam di desa-desa di Sidoarjo agar masyarakat di seluruh kabupaten Sidoarjo menjadi sehat.” imbuh Prof. Haryono. (dian)

expotulangan

UMSIDA Expo ke Berbagai Kota dalam Sehari

Mahasiswa semester akhir Ilmu Komunikasi FISIP Budi Ardian Subing turut melayani Pameran di SMA Muhammadiyah 3 Tulangan Sidoarjo

expo

Bag. PMB Andhika Hendrastama, S.Kom saat menjelaskan tentang keunggulan-keunggulan UMSIDA kepada siswa SMA di Mojokerto

mojokerto

Kasi. PMB Nur Maghfirah Aestethika, M.Med.Kom bersama tim memberikan informasi kemudahan-kemudahan kuliah di UMSIDA kepada siswa kelas XII di Pungging Mojokerto.

thebesteduc

Akhir Tahun Spesial: UMSIDA Terima Penghargaan “The Best Education”

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) pantas sangat bangga karena di penghujung tahun 2016, UMSIDA mendapat penghargaan sebagai “The Best Education” Oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang diberikan langsung oleh Bupati Sidoarjo (29/12)UMSIDA berhasil mengalahkan nominator lainnya seperti Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya dan Universitas Gajah Mada dalam Awarding Sidoarjo Partnership atau Penganugerahan Kemitraan Sidoarjo. Penganugerahan Kemitraan Sidoarjo diberikan kepada institusi, lembaga dan perusahaan yang memberikan kontribusi untuk Sidoarjo.

Penghargaan ini diberikan karena UMSIDA memiliki program “Desa Melangkah”, pelayanan masyarakat tematik dan juga layanan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Psikologi untuk Liponsos dan anak-anak jalanan. “Sebagai kampus yang tinggal di Sidoarjo, UMSIDA akan selalu memberikan kontribusi bagi masyarakat di Sidoarjo terutama bagi mereka yang membutuhkan Pendidikan,” kata rektor Dr. Hidayatulloh. (dian)

3

UMSIDA Berbagi: Korban Bencana Alam Lamongan dan Tuban

Bersama Tim Muhammadiyah Disaster Management System (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) Dr. Hidayatulloh mewakili memberikan sumbangan yang dikumpulkan Lembaga Zakat Infaq Shodaqoh Muhammadiyah (LAZISMU) kepada korban bencana alam di Lamongan dan Tuban. (dian)

 

ttdmouload

Berkat Kinerja Terbaik Tax Center UMSIDA, Kanwil Pajak Jatim II Perpanjang Kerjasama

Penegakan hukum dan pengampunan Pajak atau yang sering kita dengar tax amnesty di Indonesia merupakan isu yang paling aktual dalam perekonomian saat ini. Dalam rangka menjalankan penegakan hukum dan tax amnesty, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menyelenggarakan Kuliah Umum Amnesti Pajak dan Penegakan Hukum (2/12) di Aula Lantai 7 Gedung E Kampus 1 UMSIDA. Kuliah umum yang dihadiri oleh Kepala KPP Sidoarjo Utara, Kepala KPP Sidoarjo Barat, pimpinan dan dosen serta mahasiswa FEB semester 3 dan 5 bertujuan untuk memahamkan makna dan kegunaan pajak di Indonesia.

Kepala Kanwil Pajak 2 Jawa timur, Irawan, dalam kuliah umum tersebut menyampaikan filosofi amnesti pajak yang bergambar merpati emas, “Penggunaan gambar burung merpati menunjukkan bahwa merpati tak pernah ingkar janji, kemanapun merpati dilepas pasti akan kembali ke kandangnya. Harapannya semua harta Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada diluar negeri akan kembali ke Indonesia.”

Selain kuliah umum, acara dilanjutkan dengan Penandatanganan Perpanjangan Kerjasama Antara Kanwil Pajak Jatim II dengan Tax Center Umsida oleh Ka. Kanwil Pajak Jatim II dengan Dekan FEB UMSIDA. Kerjasama tersebut sejatinya sudah berjalan selama enam tahun, oleh karena kinerja Tax Center UMSIDA dianggap sangat baik oleh Kanwil Pajak Jatim II, maka UMSIDA sangat dipercaya dan akhirnya Kanwil Pajak Jatim II memutuskan untuk melanjutkan kerjasama.

Menurut Dekan FEB Dr. Sigit Hermawan, “Program kerja rutin tahunan yang dilakukan dari kerjasama ini adalah Lomba Pajak Tingkat SMA/SMK se-Jawa Timur yang diselenggarakan di UMSIDA. Selain itu, program yang dilakukan adalah kuliah umum, seminar, magang mahasiswa di kantor pajak, serta penelitian di kantor pajak.” Sebagai tindak lanjut kegiatan ini, “Akan dilakukan roadshow ke kantor KPP oleh mahasiswa,” imbuhnya. (dian-humas)

rector-umsida-center-in-action-of-islam-defending

Rektor UMSIDA Dua Generasi Turun Aksi 212 di Monas

Dari jutaan muslin di seluruh Indonesia, rektor ke-3 UMSIDA Dr. Hidayatulloh tergerak untuk mengikuti Aksi Bela Islam (ABI 212) di Monas. Ia merasa bangga dapat menyempatkan diri mengikuti aksi bela Islam yang telah dinistakan oleh nonmuslim. Sesampai di Monas beliau bersama warga Muhammadiyah di Jakarta meramaikan Monas dengan menggelar aksi damai, berdzikir, bertakbir, bertasbih berharap hukum segera memberlakukan keputusan sebagaimana mestinya terhadap penista kitab suci.

Dari Monas sekitar pukul 11.00 beliau kembali ke  istiqlal untuk mengikuti shalat jum’at di masjid terbesar ke-3 di dunia. Kali ini masjid Istiqlal dipenuhi jamaah hingga lantai lima. Lepas dari istiqlal sekitar pukul 13.30, beliau bersama jamaah muslim aksi 212 melanjutkan longmarch yang memakan waktu kurang lebih 2 jam. “Melihat dr dekat semangatnya jamaah ABI 212 saya sangat terharu, mulai dari anak-anak hingga kakek nenek, laki perempuan semuanya bersemangat tanpa menunjukkan lelah, semuanya berjalan di monas dan sekitarnya berjubel dan berdesak-desakan, tetapi tidak mengurangi semangat perjuangannya.” Selepas longmarch beliau lanjut perjalanan kembali ke Sidoarjo,  pukul 17.30 tiba di bandara dan bersiap terbang ke Sidoarjo.

Berbeda dengan Rektor ke-2 UMSIDA Prof. Achmad Jaunuri, M.A., Ph.D telah berada di sekitar Monas beberapa hari sebelum 2 Desember. Bagi beliau, Aksi baik 411 maupun 212 merupakan ketulusan umat Islam membela agamanya, “Yang ikut terjun dalam aksi itu adalah umat yang benar-benar tulus, jauh dari gambaran pada umumnya yang melihat mereka lekat dengan kekerasan.”

Tak hanya itu, Rektor ke-2 UMSIDA yang kini menjadi Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSIDA sekaligus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah ini menambahkan, “Fenomena 411 dan 212 ini merupakan anomali bahkan penggugur teori yang melekatkan Islam dan radikalisme.” Aksi 212 Ini membuktikan bahwa umat islam bukanlah umat yang suka dengan kekerasan, namun penuh kasih sayang dan kelembutan hati. Islam sangat menjunjung tinggi toleransi. (dian-humas)

build-the-students-leadership

Membangun Kepemimpinan Mahasiswa Melalui LDOM

Organisasi merupakan wadah mahasiswa untuk berlatih kepemimpinan. Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menganggap bahwa organisasi itu sangat penting. Oleh Karena itu, PGSD menyelenggarakan Latihan Dasar Organisasi Mahasiswa (LDOM). Beberapa materi yang disampaikan adalah manajamen organisasi, keorganisasian dan membangun mahasiswa fungsionaris.

M. Amrul Haq Zain, perwakilan dari PMII UMSIDA menyampaikan bahwa pentingnya manajamen organisasi adalah agar kita tahu bagaimana cara mengelolah/mengatur sebuah organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Planning, Organizing, Actualizing, dan Controlling

Hamzah Setiawan, S.Kom, Kepala Kemahasiswaan UMSIDA juga selaku anggota LPCR PWM Jatim, Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberikan contoh kepada para pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Tiap organisasi yang memerlukan kerja sama antar manusia dan menyadari masalah yang paling utama adalah masalah kepemimpinan. Seorang pemimpin harus mempunyai :Fisik Intelegtual Spiritual Jiwa social. Pemimpin juga harus mempunyai pendekatan : Pendekata Trails theory  Pendekatan Perilaku Pendekatan Situasional Leader Follower Exchange

Feri Tirtoni, M.Pd, Pelindung LSM “Suara Pemuda Surabaya” Mahasiswa Fungsionaris mampu mengurus dan mengola organisasi yang ada dan keluar kampus dapar diandalkan dan memiliki loyalitas. (mampu meluangkan waktu, pikiran, tenaga) terhadap suatu organisasi. Dalam organisasi harus mengenali otoritas, pahami gaya kepimpinan yang ada didalam organisasi, mengenali jobdis masing-masing, mengetahui dan memperhatikan alur komunikasi bukan soal Aku, tapi Kita, Memiliki profesionalitas yang tinggi, Jangan mendengarkan untuk menjawab, Perhatikan bahasa yang digunakan, Sampaikan segalanya secara asertif. (dian-humas)