thebesteduc

Akhir Tahun Spesial: UMSIDA Terima Penghargaan “The Best Education”

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) pantas sangat bangga karena di penghujung tahun 2016, UMSIDA mendapat penghargaan sebagai “The Best Education” Oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang diberikan langsung oleh Bupati Sidoarjo (29/12)UMSIDA berhasil mengalahkan nominator lainnya seperti Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya dan Universitas Gajah Mada dalam Awarding Sidoarjo Partnership atau Penganugerahan Kemitraan Sidoarjo. Penganugerahan Kemitraan Sidoarjo diberikan kepada institusi, lembaga dan perusahaan yang memberikan kontribusi untuk Sidoarjo.

Penghargaan ini diberikan karena UMSIDA memiliki program “Desa Melangkah”, pelayanan masyarakat tematik dan juga layanan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Psikologi untuk Liponsos dan anak-anak jalanan. “Sebagai kampus yang tinggal di Sidoarjo, UMSIDA akan selalu memberikan kontribusi bagi masyarakat di Sidoarjo terutama bagi mereka yang membutuhkan Pendidikan,” kata rektor Dr. Hidayatulloh. (dian)

35magangfai

PBA dan PAI UMSIDA Terjunkan Mahasiswa Magang di SMA Al-Hikmah Surabaya

Mencetak lulusan berkualitas dan berkarakter islami merupakan tujuan utama Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Salah satu inovasi perkuliahan di Fai adalah dengan magang, yaitu praktek kuliah secara langsung dengan mengobservasi lembaga pendidikan. Enam puluh lima mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab dan Pendidikan Agama Islam melakukan magang di SMA Al-Hikmah Surabaya selama satu minggu (21-25/11).

Banyak hal yang mereka dapat pelajari selama magang di SMA Al-Hikmah Surabaya seperti mengenal dan melihat langsung kegiatan belajar mengajar dengan cara yang unik, mempelajari sistem administrasi sekolah, sarana dan prasarana, sampai pada kurikulum sekolah. Kepala SMA Al-Hikmah Surabaya merasa senang dengan kedatangan mahasiswa, “Inilah proses perkuliahan yang inovatif terjun langsung melihat seluk-beluk sebuah sekolah”. Semoga dengan magang 1 ini bisa menjadi bekal motivasi untuk terus belajar hingga menjadi lulusan yang siap menjadi guru yang mencerahkan. (zan/dian)

 

ttdmouload

Berkat Kinerja Terbaik Tax Center UMSIDA, Kanwil Pajak Jatim II Perpanjang Kerjasama

Penegakan hukum dan pengampunan Pajak atau yang sering kita dengar tax amnesty di Indonesia merupakan isu yang paling aktual dalam perekonomian saat ini. Dalam rangka menjalankan penegakan hukum dan tax amnesty, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menyelenggarakan Kuliah Umum Amnesti Pajak dan Penegakan Hukum (2/12) di Aula Lantai 7 Gedung E Kampus 1 UMSIDA. Kuliah umum yang dihadiri oleh Kepala KPP Sidoarjo Utara, Kepala KPP Sidoarjo Barat, pimpinan dan dosen serta mahasiswa FEB semester 3 dan 5 bertujuan untuk memahamkan makna dan kegunaan pajak di Indonesia.

Kepala Kanwil Pajak 2 Jawa timur, Irawan, dalam kuliah umum tersebut menyampaikan filosofi amnesti pajak yang bergambar merpati emas, “Penggunaan gambar burung merpati menunjukkan bahwa merpati tak pernah ingkar janji, kemanapun merpati dilepas pasti akan kembali ke kandangnya. Harapannya semua harta Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada diluar negeri akan kembali ke Indonesia.”

Selain kuliah umum, acara dilanjutkan dengan Penandatanganan Perpanjangan Kerjasama Antara Kanwil Pajak Jatim II dengan Tax Center Umsida oleh Ka. Kanwil Pajak Jatim II dengan Dekan FEB UMSIDA. Kerjasama tersebut sejatinya sudah berjalan selama enam tahun, oleh karena kinerja Tax Center UMSIDA dianggap sangat baik oleh Kanwil Pajak Jatim II, maka UMSIDA sangat dipercaya dan akhirnya Kanwil Pajak Jatim II memutuskan untuk melanjutkan kerjasama.

Menurut Dekan FEB Dr. Sigit Hermawan, “Program kerja rutin tahunan yang dilakukan dari kerjasama ini adalah Lomba Pajak Tingkat SMA/SMK se-Jawa Timur yang diselenggarakan di UMSIDA. Selain itu, program yang dilakukan adalah kuliah umum, seminar, magang mahasiswa di kantor pajak, serta penelitian di kantor pajak.” Sebagai tindak lanjut kegiatan ini, “Akan dilakukan roadshow ke kantor KPP oleh mahasiswa,” imbuhnya. (dian-humas)

rector-umsida-center-in-action-of-islam-defending

Rektor UMSIDA Dua Generasi Turun Aksi 212 di Monas

Dari jutaan muslin di seluruh Indonesia, rektor ke-3 UMSIDA Dr. Hidayatulloh tergerak untuk mengikuti Aksi Bela Islam (ABI 212) di Monas. Ia merasa bangga dapat menyempatkan diri mengikuti aksi bela Islam yang telah dinistakan oleh nonmuslim. Sesampai di Monas beliau bersama warga Muhammadiyah di Jakarta meramaikan Monas dengan menggelar aksi damai, berdzikir, bertakbir, bertasbih berharap hukum segera memberlakukan keputusan sebagaimana mestinya terhadap penista kitab suci.

Dari Monas sekitar pukul 11.00 beliau kembali ke  istiqlal untuk mengikuti shalat jum’at di masjid terbesar ke-3 di dunia. Kali ini masjid Istiqlal dipenuhi jamaah hingga lantai lima. Lepas dari istiqlal sekitar pukul 13.30, beliau bersama jamaah muslim aksi 212 melanjutkan longmarch yang memakan waktu kurang lebih 2 jam. “Melihat dr dekat semangatnya jamaah ABI 212 saya sangat terharu, mulai dari anak-anak hingga kakek nenek, laki perempuan semuanya bersemangat tanpa menunjukkan lelah, semuanya berjalan di monas dan sekitarnya berjubel dan berdesak-desakan, tetapi tidak mengurangi semangat perjuangannya.” Selepas longmarch beliau lanjut perjalanan kembali ke Sidoarjo,  pukul 17.30 tiba di bandara dan bersiap terbang ke Sidoarjo.

Berbeda dengan Rektor ke-2 UMSIDA Prof. Achmad Jaunuri, M.A., Ph.D telah berada di sekitar Monas beberapa hari sebelum 2 Desember. Bagi beliau, Aksi baik 411 maupun 212 merupakan ketulusan umat Islam membela agamanya, “Yang ikut terjun dalam aksi itu adalah umat yang benar-benar tulus, jauh dari gambaran pada umumnya yang melihat mereka lekat dengan kekerasan.”

Tak hanya itu, Rektor ke-2 UMSIDA yang kini menjadi Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSIDA sekaligus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah ini menambahkan, “Fenomena 411 dan 212 ini merupakan anomali bahkan penggugur teori yang melekatkan Islam dan radikalisme.” Aksi 212 Ini membuktikan bahwa umat islam bukanlah umat yang suka dengan kekerasan, namun penuh kasih sayang dan kelembutan hati. Islam sangat menjunjung tinggi toleransi. (dian-humas)

build-the-students-leadership

Membangun Kepemimpinan Mahasiswa Melalui LDOM

Organisasi merupakan wadah mahasiswa untuk berlatih kepemimpinan. Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menganggap bahwa organisasi itu sangat penting. Oleh Karena itu, PGSD menyelenggarakan Latihan Dasar Organisasi Mahasiswa (LDOM). Beberapa materi yang disampaikan adalah manajamen organisasi, keorganisasian dan membangun mahasiswa fungsionaris.

M. Amrul Haq Zain, perwakilan dari PMII UMSIDA menyampaikan bahwa pentingnya manajamen organisasi adalah agar kita tahu bagaimana cara mengelolah/mengatur sebuah organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Planning, Organizing, Actualizing, dan Controlling

Hamzah Setiawan, S.Kom, Kepala Kemahasiswaan UMSIDA juga selaku anggota LPCR PWM Jatim, Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberikan contoh kepada para pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Tiap organisasi yang memerlukan kerja sama antar manusia dan menyadari masalah yang paling utama adalah masalah kepemimpinan. Seorang pemimpin harus mempunyai :Fisik Intelegtual Spiritual Jiwa social. Pemimpin juga harus mempunyai pendekatan : Pendekata Trails theory  Pendekatan Perilaku Pendekatan Situasional Leader Follower Exchange

Feri Tirtoni, M.Pd, Pelindung LSM “Suara Pemuda Surabaya” Mahasiswa Fungsionaris mampu mengurus dan mengola organisasi yang ada dan keluar kampus dapar diandalkan dan memiliki loyalitas. (mampu meluangkan waktu, pikiran, tenaga) terhadap suatu organisasi. Dalam organisasi harus mengenali otoritas, pahami gaya kepimpinan yang ada didalam organisasi, mengenali jobdis masing-masing, mengetahui dan memperhatikan alur komunikasi bukan soal Aku, tapi Kita, Memiliki profesionalitas yang tinggi, Jangan mendengarkan untuk menjawab, Perhatikan bahasa yang digunakan, Sampaikan segalanya secara asertif. (dian-humas)

1

FAI Luluskan Wisudawan Asal Kendal Jateng: Mantapkan Ideologi dan Pedoman Hidup Sesuai Qur’an Hadits

Menanamakan nilai-nilai Islam pada generasi muda sesuai dengan ajaran Rasululloh Muhammad SAW merupakan tugas utama Gerakan Muhammadiyah di seluruh Indonesia yang disebar luaskan melalui amal usahanya.  “Sebagai salah satu Amal Usaha Muhammadiyah di Jawa Timur, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) melalui program D1 Kemuhammadiyahan yang dinaungi oleh Fakultas Agama Islam (FAI), memberikan program pendidikan unik dalam mengembangkan dan memantapkan ideologi dan pedoman hidup yang sesuai dengan al-Qur’an dan as-Sunnah,” ungkap Rektor UMSIDA Dr. Hidayatulloh, M.Si dalam sambutannya.

“Sejak didirikan tahun 2011, D1 Pendidikan Kemuhammadiyahan FAI UMSIDA memiliki ribuan alumni dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, dengan latar belakang berbeda-beda mulai dari guru, pimpinan ranting, pimpinan cabang hingga karyawan dan pimpinan amal usaha Muhammadiyah seperti rumah sakit, koperasi, panti asuhan, dll. Pekan lalu, FAI UMSIDA mewisuda ratusan mahasiswa angkatan ke-VI Program D1 Pendidikan Kemuhammadiyahan di aula gedung E (26/11), yang kebanyakan berasal dari Kendal Jawa Tengah,” imbuhnya

Suasana penuh haru ketika Sekertaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal drg. Edi Susanto menyampaikan pesan kesannya selama menempuh studi, “Dari sinilah saya benar-benar bisa merasakan menjadi warga Muhammadiyah dan saya akan terus mengamalkan ilmu yang sudah saya dapatkan selama kuliah di UMSIDA”. Sambil bersuara berat dan meneteskan air mata penuh bangga, “Saya bangga dengan UMSIDA dan semangat para karyawan dan pimpinan serta AUM khususnya Rumah Sakit Muhammadiyah Kendal yang telah begitu antusias berperan aktif dalam pelaksanaan Program D-1 KMD ini,” pungkasnya. (fauzan/dian)