rector-umsida-center-in-action-of-islam-defending

Rektor UMSIDA Dua Generasi Turun Aksi 212 di Monas

Dari jutaan muslin di seluruh Indonesia, rektor ke-3 UMSIDA Dr. Hidayatulloh tergerak untuk mengikuti Aksi Bela Islam (ABI 212) di Monas. Ia merasa bangga dapat menyempatkan diri mengikuti aksi bela Islam yang telah dinistakan oleh nonmuslim. Sesampai di Monas beliau bersama warga Muhammadiyah di Jakarta meramaikan Monas dengan menggelar aksi damai, berdzikir, bertakbir, bertasbih berharap hukum segera memberlakukan keputusan sebagaimana mestinya terhadap penista kitab suci.

Dari Monas sekitar pukul 11.00 beliau kembali ke  istiqlal untuk mengikuti shalat jum’at di masjid terbesar ke-3 di dunia. Kali ini masjid Istiqlal dipenuhi jamaah hingga lantai lima. Lepas dari istiqlal sekitar pukul 13.30, beliau bersama jamaah muslim aksi 212 melanjutkan longmarch yang memakan waktu kurang lebih 2 jam. “Melihat dr dekat semangatnya jamaah ABI 212 saya sangat terharu, mulai dari anak-anak hingga kakek nenek, laki perempuan semuanya bersemangat tanpa menunjukkan lelah, semuanya berjalan di monas dan sekitarnya berjubel dan berdesak-desakan, tetapi tidak mengurangi semangat perjuangannya.” Selepas longmarch beliau lanjut perjalanan kembali ke Sidoarjo,  pukul 17.30 tiba di bandara dan bersiap terbang ke Sidoarjo.

Berbeda dengan Rektor ke-2 UMSIDA Prof. Achmad Jaunuri, M.A., Ph.D telah berada di sekitar Monas beberapa hari sebelum 2 Desember. Bagi beliau, Aksi baik 411 maupun 212 merupakan ketulusan umat Islam membela agamanya, “Yang ikut terjun dalam aksi itu adalah umat yang benar-benar tulus, jauh dari gambaran pada umumnya yang melihat mereka lekat dengan kekerasan.”

Tak hanya itu, Rektor ke-2 UMSIDA yang kini menjadi Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSIDA sekaligus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah ini menambahkan, “Fenomena 411 dan 212 ini merupakan anomali bahkan penggugur teori yang melekatkan Islam dan radikalisme.” Aksi 212 Ini membuktikan bahwa umat islam bukanlah umat yang suka dengan kekerasan, namun penuh kasih sayang dan kelembutan hati. Islam sangat menjunjung tinggi toleransi. (dian-humas)

Posted in Berita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *