FAIthailand

UMSIDA Melepas Enam Mahasiswa KKN dan PPL ke Thailand

Ini kali kedua Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) melepas mahasiswanya untuk melaksanakan KKN dan PPL ke negeri jiran, Thailand. Setelah dilakukan penelusuran di semua fakultas di UMSIDA, Fakultas Agama Islam (FAI) menjadi pioneer memberangkatkan mahasiswanya  ber- KKN dan PPL. Dekan FAI Dr. Istikomah menyeleksi kemampuan dan kesiapan mahasiswanya baik baik dari segi keahlian maupun keuangan, “Karena untuk KKN dan PPL ini butuh kesiapan softskill, dan financial, kami melakukan seleksi hingga ketemu 14 orang, lalu diseleksi dari kemampuan mengajar, membangun performamce dan self confidence serta Bahasa Inggris, yang memenuhi syarat 6 orang, pas dengan kuota universitas,” pungkasnya.

Pelaksanaan program menurut Rektor UMSIDA Hidayatulloh tak terpisahkan dari gerakan muhammadiyah,  yaitu gerakan pencerahan. “Harapan kami, apa yang sudah didapatkan, pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan selama belajar di UMSIDA dapat ditularkan di Thailand sana,” ungkapnya melepas enam mahasiswa sebelum pemberangkatan. KKN sejatinya merupakan bentuk  pengabdian diri mahasiswa terhadap masysrakat. Untuk itu, Hidayatulloh melanjutkan, “Selama enam bulan di Thailand  adik-adik harus menyerap hal-hal positif, menggali dan menyelesaikan masalah baik di bidang pendidikan maupun kemanusiaan,” ungkapnya.

Kebanyakan KKN dan PPL diakhiri dengan pembuatan laporan saja, namun tidak untuk KKN dan PPL kali ini. Laporan dikembangkan menjadi deskripsi untuk dikembangkan di kampus, dan menjadi referensi peningkatan kualitas KKN dan PPL ke depannya yang dikelola oleh LPPM.

Ahmad Falahi, salah satu peserta dari Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) menerangkan beberapa hal yang akan dikerjakan selama berada di Thailand sana, “Kami akan berkomunikasi dan berkolaborasi dengan peserta dari berbagai Perguruan Tinggi dengan visi yang sama untuk membangun masyarakat Thailand Selatan menyelesaikan problematika kehidupan disana. Kami akan berkiprah di lembaga formal Assholihiah School di patani, pesantren (ma’had), mengajar dengan menggunakan Bahasa Inggris paginya, sorenya ke ma’had,” ujarnya. (dian)

Posted in Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *