IMG-20171031-WA0009

Empat Mahasiswi UMSIDA Raih Juara di Olimpiade Perbankan Syariah

Empat mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah menambah daftar prestasi UMSIDA pada ajang Islamic Sharia Economic Festival (ISEF), yang diselenggarakan di Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya (31/10). Arin Aprilia dan Nur Laili Afidah (dua mahasiswi dari kiri) meraih juara 1 Olimpiade Perbankan Syariah Tingkat Nasional Tahun 2017, sedangkan Retty Isnawati dan Nadia Fira Efendi (jilbab kuning seragam) meraih kategori essay terbaik.

Retty dan Nadia mengaku senang dan tidak menduga Essay bertajuk “Sejahtera Ekonomi Petani Melalui Model Bisnis Jual Beli Kolektif dengan Akad Salam” menjadi essay terbaik dalam kompetisi bergengsi itu, “Alhamdullillah, tidak menyangka essay yang kita ajukan untuk kompetisi tingkat Nasional ini lolos dan predikat essay terbaik disematkan pada kami,” ungkap Retty.

Essay yang bercerita tentang inovasi model distribusi hasil pertanian tersebut tak lepas dari bimbingan Dosen yang sangat sabar dan telaten M. Ruslianor Maika, S.Hut,. M.B.A. membimbing sejak semester tiga, “Sejak semester 3, mereka sudah sering buat tulisan ilmiah. Arin pernah jadi finalis paper nasional di UIN MALANG, sedangkan Retty pernah jadi finalis paper di Trunonoyo.

Selain itu mereka juga berbekal pengetahuan umum diluar perbankan semisal pertanian dan teknologi. Dan kunci utamanya adalah konsultasi terus menerus dengan waktu khusus utk mematangkan ide tulisan,” ungkapnya saat diwawancara pers umsida via online.

Olimpiade Perbankan Syariah merupakan serangkaian kegiatan road tour Islamic Sharia Economic Festival (ISEF). Ada beberapa tahap yang dilakukan dalam lomba ini antara lain membuat essay, menjawab soal-soal pilihan ganda dan yang terakhir interview. Sebanyak 25 tim yang masuk babak final olimpiade perbankan syariah. Adapun juara pertama di raih oleh Arin Aprilia dan Nur Laili Afidah dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Para pemenang tidak serta merta juara tanpa melakukan suatu apapun. “Sebulan sebelum olimpiade, kami terus belajar dan latihan soal-soal agar nantinya dapat mendapatkan hasil yang terbaik. Dan kami juga tidak mengira bisa juara dalam olimpiade ini” ungkap Arin saat dihubungi Rabu (1/11) lalu.

Dalam usaha kerasnya, mereka pun meminta dukungan dan doa kawan-kawan hingga akhirnya menjadi juara olimpiade dan meraih the best essay. Merekapun berharap semoga essay tersebut tidak terhenti hanya sebatas tulisan tetapi bisa terealisasikan di kehidupan sehari-hari. (ni’ma/dian)

Posted in Uncategorized.