IMG-20171122-WA0067

Berawal dari Peduli Lingkungan, Mahasiswi ini Meraih Penghargaan 28 Tokoh Pemuda Inspiratif

Fiona Ayukinanti kelahiran 8 Mei 1992 ini sangat peduli terhadap lingkungan. Hal ini terbukti dengan kegiatan sehari-harinya dalam kebersihan lingkungan. Tidak hanya itu, putri dari pasangan Pri Prawadi (Alm) dan Rianigsih ini juga sering menghimbau warga sekitar untuk tidak membuang sampah sembarangan, terlebih membuang sampah ke sungai. Jika hal demikian terjadi Fiona langsung menegur.

Berawal dari peduli lingkungan sekitar Fiona mengikuti kompetisi Zerowaste pada tahun 2016 dan dalam kompetisi ini ia satu tim dengan staff administrasi akademik Ammy Yoga Prajati, S.Kom. Benar-benar membuahkan hasil dan inspiratif, tim Fiona menjadi juara 3 tim terbaik yang mendapat kesempatan pergi ke Singapore pada akhir Januari 2017. Disana tim diajak ke Dinas Kebersihan Singapore untuk  study banding. Bonus dari Singapore mereka juga diajak untuk tour ke Malaysia.

Di tahun ini Fiona dan Yoga tergabung lagi dalam Zerowaste Academy Sidoarjo yang pesertanya dipilih langsung oleh DLHK Sidoarjo. Kegiatan sehari-hari Fiona aktif dalam kebersihan lingkungan , mengikuti kegiatan Zerowaste Academy, sosialisasi ke instansi dan sekolah terkait dengan Sidoarjo Zerowaste 2018.

“Berkat penghargaan Zerowaste kemarin pada tanggal 30 Oktober 2017 saya terpilih menjadi peserta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih tingkat Nasional yang mewakili Provinsi Jawa Timur”, pungkasnya penuh bangga. (mutiara)

20171122_220440

Serah Terima Beasiswa Pendidikan dari LAZNAS Bank Syariah Mandiri

Beasiswa merupakan salah satu tunjangan yang banyak didambakan oleh para mahasiswa. Begitupun yang terjadi di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Para mahasisa dari berbagai fakultas dan jurusan akhirnya mendapatkan jawaban dari doa dan usaha yang telah dilakukannya.

Serah terima beasiswa pendidikan dari LAZNAS Bank Syariah Mandiri  dari Kepala Bank Syariah Mandiri Cabang Sidoarjo kepada mahasiswa Umsida dilaksanakan di ruang rapat gedung A pada hari Selasa (21/11/2017). Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa-mahasiswa yang telah lolos seleksi program beasiswa yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi akademik.

IMG-20171122-WA0065

“Saya harap, beasiswa pendidikan ini akan digunakan sebaik-baiknya, bukan untuk disalahgunakan ke lain-lain. Beasiswa pendidikan, ya untuk pendidikan,” ujar Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Dr. Hidayatulloh, M.Si. ketika menyampaikan sambutan. (inka/mutiara)

IMG-20171122-WA0056

Sukses di Usia Muda dengan Penghargaan Tokoh Pemuda Inspiratif

Yunan Helmy Hadi Nasrullah pantas bangga atas penghargaan sebagai 28 Tokoh Pemuda Inspiratif. Tepat di hari sumpah pemuda 28 Oktober 2017 putra dari Moch. Ikhwan Syarief dan Reni Sulastri ini mendapatkan undangan dari Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, S.H, M.Hum untuk menghadiri upacara sumpah pemuda dan dinobatkan sebagai pemuda inspiratif dan pelopor kabupaten Sidoarjo.

Penghargaan yang diterima Helmy (sapaan akrabnya) tidak semudah membalikkan telapak tangan. Berawal dari keisengan ingin menambah kesibukan dan pendapatan melalui berjualan sosis bakar pada awal bulan Agustus 2015. Namun ternyata keisengan tersebut membuahkan hasil yang sangat baik. Banyak pelanggan khususnya masyarakat Sidoarjo menyukai sosis bakar buatan Helmy. Tahun silih berganti perkembangan usaha pemuda 22 tahun ini semakin pesat dan ia menerima banyak pesanan mulai dari acara ulang tahun, pernikahan, bazzar, dan lain-lain.

Lelaki pecinta kesenian ini berharap akan terus bisa mengembangkan usahanya di bidang makanan sosis bakar. “Alhamdulillah semakin kesini semakin banyak yang mengenal usaha saya. Awalnya hanya iseng berjualan di bazzar tapi sehari setelah acara tersebut usaha saya masuk di koran jawa pos hingga mendapatkan penghargaan. Selama ini saya hanya membeli sosis dan saya jual kembali menjadi sosis bakar namun antara bulan Februari atau Maret saya akan launching produk sosis bikinan saya sendiri,”pungkasnya. Dengan kemajuan yang semakin canggih dan modern, Helmy memanfaatkan aplikasi Go-Jek untuk menjual sosis bakar serta berjualan di desa Sukodono 02/01. (ni’ma)

UMSIDA Melantik 64 Bidan Baru

BIDAN dalam bahasa Inggris berarti MIDWIFE yang artinya Pendamping Wanita, atau dalam bahasa Sangsekerta  disebut WIRDHAN yang artinya Wanita Bijaksana.

Lulusan bidan Program Studi D3 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) akhirnya bernafas lega lantaran telah menyelesaikan pendidikan melalui perjuangan yang tidak mudah untuk menjadi bidan yang tangguh dan profesional.

Perjuangan itu berbuah manis ketika Sri Mukhodim Faridah Hanum SST MMMKes, perwakilan IBI, melantik 64 bidan lulusan D3 Kebidanan Fikes Umsida tahun akademik 2016-2017 di aula Siti Khodijah gedung perkuliahan lantai 4 kampus 4 Umsida Jl Raya Rame Pilang no 4 Wonoayu Sidoarjo (15/11). “Pelantikan dan pengambilan sumpah ini  merupakan salah satu dari rangkaian acara bagi para lulusan untuk menjadi bidan yang sah,” ungkap wakil rektor bidang akademik Dr Akhtim Wahyuni MPd mengawali prosesi pelantikan.

Pada prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah bidan yang diselenggarakan secara sederhana itu, Akhtim juga menekankan agar Lulusan bidan Fikes Umsida bisa membawa nama baik almamater, agama dan orang tua, “Lulusan bidan dari Fikes Umsida harus bisa membawa nama fakultas dan universitas, membawa nama baik agama Islam dan orang tua. Jangan berhenti sampai disini, lanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena tantangan ke depan akan semakin besar,” tandasnya.

Setelah mengikuti pembekalan Etika Profesi selama sehari penuh oleh wakil Ketua Pengurus Daerah Ikana Bidan Indonesia (IBI) Jawa Timur Kasiati SPd Mkes (14/11), para bidan memahami bila nanti terjun ke masyarakat, bidan harus patuh dan menjunjung tinggi etika serta memiliki karakter unggul terutama dalam menyongsong era global, “Kinerja bidan harus kembali lagi ke undang-undang dan permenkes yang ada. Karekter bidan yang harus ada untuk bisa terjun kemasyarakat di antaranya jujur, tanggung jawab, ramah, anggun, dan komitmen,”

Para bidan, diwakili oleh Fiani Sukmaida Amd Keb berterima kasih kepada para dosen dan orang tua karena telah mendukung mereka hingga meraih kesuksesan, “Terima kasih kepada bapak ibu dosen karena telah memberikan bimbingan dan kritikan yang membangun, dan tidak lupa pula orang tua dan keluarga  yang telah memberikan dukungan  untuk bisa menyelesaikan pendidikan,” ungkapnya haru hingga membuat para undangan dan lulusan lainnya meneteskan air mata. (yusuf/dian)

hal 2 utama

Umsida Raih Juara Bergengsi di Ajang Kompetisi Mobil Hemat Energi

Kebahagiaan terlihat dari wajah 7 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umisda) yang mengikuti Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) 2017, di Kenpark Kenjeran Surabaya, (7-11/11/17).

Pasalnya mereka berhasil menjadi runner up untuk kategori Prototype Mobil Listrik dalam kompetisi yang diikuti 22 kampus-kampus ternama seperti ITB, UI, ITS, UB, UPI, UNJ, UGM, atau UNEJ. Total untuk seluruh kategori, ada 80 peserta yang lolos seleksi untuk mengikuti lomba ini.

“Mimpi yang saat itu terasa mustahil dan terdengar gila bagi orang lain akhirnya menjadi kenyataan,” ungkapan hati Indah Sulistyowati ST MT, dosen pembimbing tim, pada PWMU.CO, Rabu (15/11/17).

Maklum, lanjutnya, kami dari kampus kecil yang belum punya budaya kuat dalam hal kompetisi mobil. “Kok bermimpi menjadi juara. Sementara peserta lain adalah kampus-kampus top. Jadi, kata dia, ini adalah Dream Comes True bagi tim IMEI (Ikatan Mahasiswa Elektro Indonesia) Umsida,” ujar Indah yang menjelaskan bahwa tim IMEI adalah satu-satunya yang dari Jurusan Elektro, karena yang lain dari Jurusan Mesin.

Menjadi runner-up, menurut Indah, bukan sesuatu yang instan. “Prosesnya panjang, berdarah darah. Pengorbanan tim luar biasa di sini. Karena sekali lagi, kita bukan dari kampus besar, sehingga dana sangat terbatas untuk riset mobil listrik,” papar dia.

Dia berharap mendapatkan sponsor untuk lomba berikutnya di Shell Eco Marathon Asia 2018 di Singapura pada Pebruari mendatang. Dia yakin tim bisa mencatatkan hasil yang lebih baik dari sekarang. “Tentunya untuk mewujudkan ini, kami butuh dukungan besar dari pihak kampus,” harapnya.

 

Saat penganugerahan tropy dan hadiah di Kenpark Kenjeran Surabaya, (Foto Dian/PWMU.CO)

Tim mobil IMEI yang terbentuk sejak 2013 mulai menampilkan karyanya dengan mengikuti Kompetisi Robotika PLC hingga akhirnya berfokus di lomba mobil, yang diawali dengan mengikuti KMHE 2013 di Kenpark, Kenjeran Surabaya.

“Saat itu kita mengirim 2 mobil kelas urban diesel dan urban listrik. Sebagai pemula, mobil kita saat itu terlalu berat dan banyak lagi kesalahan,” jelas Indah.

Dari situlah tim kemudian belajar bagaimana membuat mobil untuk kompetisi. “Bahan apa yang ringan untuk pembuatan mobil, baterai apa yang ringan dan sebagainya. Kita belajar banyak dari tim lain saat itu,” urai Indah.

Pada tahun 2014 tim mengikuti Shell Eco Marathon Asia di Filipina dan masuk 7 besar. “Lalu ikut lagi Shell Eco Marathon Asia 2015 di Filipina dan tahun kemarin ikut KMHE 2016 di Yogyakarta. Dari semua kompetisi ini kita terus belajar sehingga akhirnya sekarang itu semua berbuah manis,” kata Indah. (dian)

IMG-20171120-WA0032

Usaha Tidak Mengkhianati Hasil, Mahasiswi Psikologi Meraih Juara 3 Psycho Story APSI se-Indonesia

Sabtu (18/11) Fakultas Psikologi UMSIDA kembali mengikuti ajang bergengsi olimpiade mahasiswa (APSI) Asosiasi Psikologi PTM se-Indonesia yang diselenggarakan di UINSA Yogyakarta. Ajang ini diikuti 19 PTM dengan beberapa lomba olimpiade yang diadakan di UINSA Yogyakarta.

IMG-20171120-WA0033

Ada 4 lomba yang diselenggarakan seperti Psycho Story, Psycho Poster, Psycho Debat, dan Psycho Paper. Dari lomba-lomba tersebut Fakultas Psikologi UMSIDA mendelegasikan 5 mahasiswanya dan salah satu yang mengikuti lomba yakni Lintang mengikuti loma Psycho Story. Tema lomba Psycho Story “Peran Lingkungan dalam Kesejahteraan Anak”. Lintang memberi judul ” Rumahku Surgaku,  Keluargaku Cerminan Bangsaku”. Psycho Story yang diikuti oleh 11 peserta dari berbagai PTM.

IMG-20171120-WA0035

Lintang mengambil lingkungan keluarga sebagai bahan Psycho Story karena keluarga itu lingkungan pertama yang dikenal oleh anak,  tapi tidak semua orang tua mengerti betapa pentingnya lingkungan keluarga,  dan kehadiran mereka disisi anak-anak mereka secara langsung,  begitu juga dengan pemilihan materi,  dalam foto di Psycho Story. Kedua orang tua itu membacakan dongeng untuk anak-anak meraka. Karena suka membaca dan prihatin dengan bahan ajar dan bermain orang tua kepada anak yang di zaman ini cenderung ngawur, padahal banyak sekali manfaat dalam sebuah dongeng untuk perkembangan dan emosi seorang anak. Juga bertepatan di tgl 20 adalah hari anak sedunia,  maka di akhir Psycho Story Lintang mengatakan bahwa Keluarga yang dapat menciptakan surga di dalam rumah,  akan mempunyai anak-anak yang bahagia dan sejahtera. Keluarga merupakan cerminan suatu bangsa, dan anak anak yang ada di dalamnya merupakan kunci dari peradaban dan masa depan suatu bangsa.

Perjalanan panjang dengan beberapa kali revisi. Mengambil foto lagi, latihan berulang-ulang untuk presentasi. Dukungan dan doa dari teman-teman,  dosen pembimbing,  dosen wali dan semua dosen sangat berjasa untuk Lintang. Saat TM membuat Lintang down karena tiba-tiba pihak panitia mengurangi waktu presentasi yang tadinya 10 menit menjadi 5 menit saat itu juga materi Lintang dipangkas sesuai waktu yang sudah ditentukan panitia. Akhirnya Lintang berhasil menjadi juara 3 Psycho Story untuk juara 1 diraih oleh Universitas Muhammadiyah Bandung dan juara 2 oleh Universitas Muhammadiyah Malang.

IMG-20171120-WA0032

Optimis bisa melakukan dengan baik ia berhasil menjawab tiap pertanyaan dari juri saat presentasi. Percaya bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil. “Terimakasih sebesar-besarnya atas kepercayaan dukungan serta doa dari semua yang mensupport Lintang. Kemenangan ini adalah wujud dari dukungan dan doa kalian. Semoga kedepannya saya dapat menjadi lebih baik lagi. Semangat untuk teman-teman yang lain,  meski belum menjadi juara, tapi usaha keras dan kemauan kalian adalah juaranya. Semoga kedepannya Fakuktas Psikologi UMSIDA semakin berjaya aamiin”, pungkas Lintang. (mutiara)

20171118_172836

Regenerasi Berkualitas, LSMK adakan Diklat Pengkaderan

Pengkaderan tidak lain adalah suatu proses pembentukan karakter seseorang agar sepaham dengan idelogi suatu kelompok, menumbuhkan aspek-aspek kepribadian seseorang menuju arah yang lebih bijak dan penanaman nilai-nilai kemanusiaan agar terciptapnya regenerasi yang kelak akan berjalan bersama untuk mencapai tujuan kelompok tersebut.

Setiap organisasi mempunyai konsep, visi, misi, dan karakteristik tertentu yang membedakan organisasi tersebut dengan organisasi lain. Perbedaan inilah yang kadangkala membuat konsep dan metode pengkaderan masing-masing organisasi berbeda. Meski demikian pengkaderan memiliki beberapa tujuan yang sama.

Pengkaderan itu sendiri sebenarnya sama dengan training/pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia agar mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, seperti kampus, atau lembaga/organisasi, agar di kemudian hari mampu ikut serta dalam memajukan organisasi tersebut.

Sabtu-Minggu (18-19/11) UKM LSMK mengadakan diklat pengkaderan di Villa Kebun Pakis Pacet guna membentuk kader yang kreatif, berintegritas dan bertanggungjawab. Acaranya meliputi pemaparan materi yang dipaparkan langsung oleh Windri Saifudin, S.Sos selaku pembina UKM Jurnalis di UPN Veteran Surabaya dan Dian Rahma Santoso, S.Pd., M.Pd selaku pembina UKM LSMK, keduanya berkolaborasi memberikan materi jurnalis dan kepenulisan. Untuk materi keorganisasian dan surat menyurat disampaikan langsung oleh ketua umum  dan sekretaris UKM LSMK, ada juga inagurasi dan keesokan hari dilanjut dengan beberapa games dan teknikal sidang.

20171118_163448 20171118_172929

Tidak berhenti disitu saja di akhir acara panitia memberikan reward kepada peserta yang kompak dan aktif pada setiap sesi acara. “Acara diklat untuk mengkader anggota baru yang berkualitas. Harapan kedepannya agar anggota baru dengan anggota lama terjalin solidaritas yang kuat. Mampu bekerja tim dengan baik untuk mencapai tujuan organisasi bersama dengan penuh tanggungjawab”, pungkas Ayu Fera selaku ketua pelaksana. (mutiara/ni’ma)

psiko3

Masjid Cheng Hoo Antarkan Mahasiswa UMSIDA Juara 1 Psikofotografi

Tiga foto karya Ahmad Mas’udi Fitroh—mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) ini mengondol penghargaan sebagai Juara 1 dalam Olimpiade Psikologi yang diselenggarakan oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), di Yogyakarta, 27-28 Oktober 2017.

Dalam lomba yang Psychofotography bertema Harmony in Devercity, Mas’udi mengusung tema Unity ini Harmony. Inilah tiga foto karyanya yang membuat juri membutuhkan waktu lama untuk memandang dan menilainya.

Berikut penjelasan Mas’udi tentang ketiga foto yang mengambil obyek Masjid Muhammad Cheng Hoo, Pasuruan, Jawa Timur, kepada PWMU.CO, Kamis (2/11/2017).

Foto 1

psiko1

Di pintu masuk tampak jelas simbol kubah berwarna hijau tua menggambarkan budaya Islam dan lampion berwarna merah menyala yang menggambarkan budaya Tingkok. Berpadu menjadi satu kesatuan yang apik. Menjadikan suasana semakin harmonis dan tentram.

Foto 2

psiko2

Suasana yang tentram itu akan menambah kekhusukan orang yang sedang beribadah (membaca Al-Qur’an) di dalamnya meskipun simbol dari agamanya tidak tampak. Justru yang tampak adalah simbol dari keyakinan lainnya yang berupa lampion merah dan dinding berwarna kuning keemasan. Dia tidak terganggu dengan suasana sekitar bahkan tetap khusyuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya.

Foto 3

psiko3

Para remaja sedang asyik mengamati, menikmati, dan mengabadikan diri (ber-selfie). Tampak bahwa perpaduan antara budaya berbeda tidak lantas menjadikan kondisi menjadi kacau. Namun jika budaya yang berbeda itu saling dipahami dan saling menghormati tanpa pemaksaan maka suasana menjadi harmonis. (Dian)

IMG-20171031-WA0009

Empat Mahasiswi UMSIDA Raih Juara di Olimpiade Perbankan Syariah

Empat mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah menambah daftar prestasi UMSIDA pada ajang Islamic Sharia Economic Festival (ISEF), yang diselenggarakan di Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya (31/10). Arin Aprilia dan Nur Laili Afidah (dua mahasiswi dari kiri) meraih juara 1 Olimpiade Perbankan Syariah Tingkat Nasional Tahun 2017, sedangkan Retty Isnawati dan Nadia Fira Efendi (jilbab kuning seragam) meraih kategori essay terbaik.

Retty dan Nadia mengaku senang dan tidak menduga Essay bertajuk “Sejahtera Ekonomi Petani Melalui Model Bisnis Jual Beli Kolektif dengan Akad Salam” menjadi essay terbaik dalam kompetisi bergengsi itu, “Alhamdullillah, tidak menyangka essay yang kita ajukan untuk kompetisi tingkat Nasional ini lolos dan predikat essay terbaik disematkan pada kami,” ungkap Retty.

Essay yang bercerita tentang inovasi model distribusi hasil pertanian tersebut tak lepas dari bimbingan Dosen yang sangat sabar dan telaten M. Ruslianor Maika, S.Hut,. M.B.A. membimbing sejak semester tiga, “Sejak semester 3, mereka sudah sering buat tulisan ilmiah. Arin pernah jadi finalis paper nasional di UIN MALANG, sedangkan Retty pernah jadi finalis paper di Trunonoyo.

Selain itu mereka juga berbekal pengetahuan umum diluar perbankan semisal pertanian dan teknologi. Dan kunci utamanya adalah konsultasi terus menerus dengan waktu khusus utk mematangkan ide tulisan,” ungkapnya saat diwawancara pers umsida via online.

Olimpiade Perbankan Syariah merupakan serangkaian kegiatan road tour Islamic Sharia Economic Festival (ISEF). Ada beberapa tahap yang dilakukan dalam lomba ini antara lain membuat essay, menjawab soal-soal pilihan ganda dan yang terakhir interview. Sebanyak 25 tim yang masuk babak final olimpiade perbankan syariah. Adapun juara pertama di raih oleh Arin Aprilia dan Nur Laili Afidah dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Para pemenang tidak serta merta juara tanpa melakukan suatu apapun. “Sebulan sebelum olimpiade, kami terus belajar dan latihan soal-soal agar nantinya dapat mendapatkan hasil yang terbaik. Dan kami juga tidak mengira bisa juara dalam olimpiade ini” ungkap Arin saat dihubungi Rabu (1/11) lalu.

Dalam usaha kerasnya, mereka pun meminta dukungan dan doa kawan-kawan hingga akhirnya menjadi juara olimpiade dan meraih the best essay. Merekapun berharap semoga essay tersebut tidak terhenti hanya sebatas tulisan tetapi bisa terealisasikan di kehidupan sehari-hari. (ni’ma/dian)

22814153_10212673078156190_6762092486432497000_n

Dies Maulidiyah HIMMPAS 19 Penuh Makna Penuh Manfaat

Entah kapan tradisi ulang tahun ini dimulai. Istilah “ulang tahun” ini menjadi begitu akrab di telinga dan diterima sebagai kalimat baku untuk merujuk pada hari lahir seseorang, anggap saja istilah ini benar, walaupun ketika merujuk pada istilah aslinya dalam bahasa Inggris, “birthday” atau bahasa Arab “milad” sama-sama tak mendekati maknanya, bahkan mungkin keluar dari maksud sebenarnya.

Minggu, (29/10) UKM HIMMPAS mengadakan “Dies Maulidiyah HIMMPAS 19”. Dimana pada satu hari penuh acara demi acara terlaksana seperti donor darah, fun bike, penampilan UKM, lomba foto, libe music dan hiburan lainnya. Acara berlangsung mulai dari jam 05.30-21.00. Acara ini diadakan di kampus 2 UMSIDA  yang tak lain merupakan sekretatiat HIMMPAS sendiri bertempat disana.

IMG-20171030-WA0003

Donor darah merupakan satu diantara serangkaian acara yang terlaksana.Akan terasa indah dan bermanfaat pada saat milad juga melakuksn hal positif seperti kegiatan donor darah tersebut. Tidak hanya disitu fun bike juga tak kalah bermanfaat dan seru sesuai tag line fun bike berarti kesenangan. Bagaimana tidak senang jika hadiah utamanya sendiri sepeda gunung. Sesuai sekali dengan anak HIMMPAS yang notabenya pecinta alam.

22851988_10212673673571075_4850312954108342165_n

Acara fun bike juga diikuti Dekan FEB Dr. Sigit Hermawan, SE., M.Si bersama putranya Bintang. Dan dari undian Bintang mendapatkan hadiah utama sepeda gunung. ” Alhamdulillah Barakallah… Gowes pagi ini dapat hadiah utama “sepeda gunung”. Terima kasih @himmpasumsidoarjo. Sukses selalu” pungkas @tigis_her di akun instagramnya. (mutiara)