norwani

Aktivis Mahasiswa Asal Thailand

Norwani Dueroning, salah seorang mahasiswa asing asal Thailand, sangat disenangi oleh anak-anak Sekolah Dasar yang diasuh oleh Panti Asuhan Aisyiyah Celep – Sidoarjo. Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang tinggal di Sidowayah ini mengamalkan ilmunya dengan mengajar bahasa Inggris pada anak-anak di panti asuhan tersebut. Gadis berusia 21 tahun ini mengaku bangga dapat membantu anak didiknya mengerjakan PR Bahasa Inggris dari sekolah mereka masing-masing. Putri Ismail Dueroning ini tidak hanya berbagi ilmu tentang bahasa Inggris saja, namun juga mengajarkan sedikit demi sedikit bahasa Thailand pada anak-anak. Sebagai aktivis yang menguasai 4 bahasa yaitu Thailand, Inggris, Indonesia dan Jawa, ia mengabdikan dirinya untuk anak-anak di panti asuhan Aisyiyah Celep dengan mengajar setiap maghrib. Anak-anak yang diajarnya mengaku senang, ketika sampai di panti, anak-anak itu langsung memegang tangan Norwani dengan riang, menggandengnya masuk dan ingin segera belajar bersama bahasa Inggris dan Thailand. (dian)

up2

FEB UMSIDA Fasilitasi Masyarakat Kembangkan Ekonomi Kreatif

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menggelar Seminar Nasional Ekonomi Bisnis (SNEB) dan Call For Papers dengan tema Perubahan Kultur dan Sinergisitas Bisnis Tantangan dan Strategi Pengembangan Bisnis dalam Peningkatan Ekomoni Kreatif di Ballroom Sun Hotel Sidoarjo (17/9).

Seminar yang dihadiri hampir seribu peserta dari kalangan akademisi baik mahasiswa maupun dosen dosen itu berlangsung seharian. Para pembicara diantaranya, Ir H M Ridwan Hisjam (DPR RI), Prof Dr Edy Suandi Hamid. Ec (Guru Besar FEB UII Yogyakarta sekaligus Rektor Universitas Trisakti), Dr Haris Munandar N MA (Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Kementerian Pemberdayan Masyarakat), Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, Nurhayati Subakat (CEO PT Paragon Technologi Innovation) serta Rektor Umsida, Hidayatulloh.

Wagub Jatim  Drs. H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa para enterpreniur dibutuhkan untuk membangun ekonomi kreatif. Alasannya tidak ada yang bakal tahu perusahaan kecil akan menjadi besar dan perusahaan besar akan menjadi bangkrut kalau tidak kreatif.

“Saya contohkan dulu Nokia menguasai pasar Indonesia sejak HP masuk Indonesia. Sekarang bangkrut dan dikuasai Samsung yang dulu produknya tidak diperhatikan masyarakat. Dulu Taksi Blue Bird memiliki karyawan ribuan dan armada ribuan sekarang kalah dengan taksi uber yang hanya memiliki sebuah aplikasi, karyawannya tidak banyak. Kami harap mahasiswa menjadi pebisnis karena yang besarbisa menjadi kecil dan yang kecil bi menjadi besar,” imbuhnya.

Rektor Umsida, Hidayatulloh menegaskan bahwa UMSIDA siap mendorong semua fakultas dan jurusan melaksanakan kegiatan yang memberi nilai tambah bagi mahasiswa. Apalagi memberikan sumbangan bagi percepatan pembangunan masyarakat. “Agar kehadiran Umsida dirasakan masyarakat luas. Transfer knowledge tidak hanya dibangku kuliah akan tetapi bisa bertemu pakar untuk melaksanakan pengayaan agar memberikan muatan kompetitif dan aplikatif,” pungkasnya. (dian-humas)

hafidz1 - Copy

Hafidz UMSIDA Jadi Runner Up di Yogyakarta

Anang Hidayanto pantas bangga atas prestasi yang diraihnya sebagai juara Juara II Hidzful Qur’an 30 Juz Tingkat Nasional. Putra Prayitno dan Katimah ini mengharumkan nama UMSIDA dalam festival Al-Quran Perguruan Tinggi Muhammadiyah/ ‘Aisyiyah Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerjasama dengan Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 9-11 Agustus 2016.

Mahasiswa semester 2 Program Studi (Prodi) D2 Bahasa Arab Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) ini terus melakukan pembenahan dini, menambah penguatan keislaman, pendidikan serta syiar Al-Qur’an dan berharap generasi berikutnya bisa mempersiapkan dari sekarang untuk mengikuti lomba Hifdzul Quran. Selain itu, ia berharap agar UMSIDA memiliki lembaga khusus mencetak kader Qur’ani, “Saya berharap di UMSIDA ada lembaga khusus yang mencetak kader Al-Qur’an sebagaimana kampus-kampus lain.”

Sebelum menjadi runner-up Hifdzul Qur’an tingkat Nasional di UMY, mahasiswa asli Ponorogo ini memiliki segudang prestasi yang sudah ia peroleh sejak SMA seperti juara 3 pidato bahasa arab antar SMA Muhammadiyah se-Ponorogo pada 2010, Juara 1 tapak suci karesidenan madiun 2011, Juara 2 tahfidz Qur’an se-kabupaten Sidoarjo pada 2014, dan mewakili Surabaya dalam lomba MTQ  cabang tafsir Bahasa Indonesia se-Jawa Timur tahun 2015. (dian)

wewen - Copy

Dari Hobi Jadi Juara

Tri Winarti, perempuan asli Sidoarjo yang lahir pada 29 Juni 1998 ini bukan perempuan biasa. Ia adalah pecinta olahraga beladiri yang mampu mendulang berprestasi. Sejak kecil, putri pasangan Jemani dan Khusniyah ini gemar berolahraga hingga kini ia menekuni bela diri tinju, wushu dan jujitsu karena dapat melindungi diri dari bahaya yang bisa mengancam keselamatannya dimana saja dan kapan saja.

wewen

Dari hobinya ini, sederet prestasi ia dapatkan. Pada bulan Mei, Wewen, sapaan akrabnya, meraih dua juara dari beladiri yang berbeda. Pada 7-8 Mei 2016 lalu, ia memenangkan piala walikota Surabaya juara 1 Tinju Amatir Putri Kelas 52 kg. Pada 26-29 Mei 2016, ia mewakili UMSIDA dalam turnamen Jujitsu kategori Amatir Putri Kelas D pada kejuaraan UNESA Open X di GOR UNESA Lidah Wetan dan berhasil menjadi Runner-Up. Mahasiswa semester 2 Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) tidak menyangka dapat meraih juara karena persiapannya yang terlalu singkat, tapi bagaimanapun ia sangat bangga karena bisa menjadi juara.

Gadis pecinta olah raga ini berharap akan terus meraih prestasi dan membanggakan orang tua, “Semoga saya dapat terus meraih prestasi dan selalu menjadi kebanggaan orang tua.” Ia pun bangga menjadi jujitsan UMSIDA dan berharap agar UMSIDA dapat mencetak jujitsan berkualitas dan terus meningkatkan prestasi. Tak puas sampai disini, pada 4-6 Agustus 2016 pekan lalu, prestasi ia torehkan kembali, ia meraih juara 3 Wushu kelas 56kg Putri usia 19 dalam kejuaraan Piala Bupati Ngawi se-Jawa Timur. (dian)

upl

Sabet Lencana Duta Lantas Dua Kali Berturut-Turut

Septa Resistor, mahasiswa semester tujuh Program Studi Psikologi UMSIDA ini menyabet prestasi sebagai Duta Lalu Lintas (Lantas) Polres Sidoarjo untuk kedua kalinya. Kasat Lantas Polres Sidoarjo menilai Septa memiliki pengalaman bersosialisasi, berkomunikasi serta memiliki pengetahuan tentang lalu lintas yang baik sehingga putra dari Suparto dan Sri Astuti sebagai Duta Lantas pada 12 Mei lalu.

Memenangkan Duta Lantas bukan pekerjaan mudah. Selain harus memiliki banyak pengetahuan tentang lalu lintas dan good-looking, seorang duta lantas harus cerdas, berkepribadian yang baik dan mampu berkomunikasi menggunakan bahasa asing. Mahasiswa asli Blitar ini berharap UMSIDA mampu mewadahi dan mengaktualisasi kompetensi mahasiswanya dari segi apapun, dan tahun depan akan ada perwakilan dari UMSIDA yang menyabet duta lantas menggantikannya. (dian)

IMG-20160802-WA0009

Pemberangkatan Peserta KKNMu: KKN Untuk Negeri ke Gorontalo

Kepedulian Muhammadiyah untuk Negeri tercinta Indonesia tidat terbatas pada akademik saja, namun juga menciptakan kader-kader penerus untuk mewujudkan Indonesia cerdas semakin merata, terbukti dengan diberangkatkannya kader-kader muda dari mahasiswa UMSIDA ke Gorontalo Sulawesi untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah (KKNMu) untuk Negeri Periode III di Kabupaten pada 3 Agustus sampai 8 September 2016. KKNMu adalah KKN yang diselenggarakan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Indonesia.

upload

Pemberangkatan didampingi Ibu Isna Fitria Agustina, Kepala Seksi Pengabdian Masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) UMSIDA. Para MahasiswaUMSIDA akan bertemu dengan mahasiswa dari PTM se-Indonesia untuk melakukan pengabdian pada masyarakat di Gorontalo.

upload

Gerakkan 1000 Startup Digital Baru

Istilah tokopedia, traveloka, trivago sudah tak asing lagi di telinga kita. Masih banyak lagi startup karya anak bangsa yang mendunia dan dapat menaikkan potensi perekonomian di Indonesia. Dengan teknologi informasi yang semakin berkembang pesat, segala yang ada di dunia ini bak di genggaman tangan. Kita bisa memilih dan mendapatkan segala macam keperluan semudah menyentuh layar pada benda serba bisa yang kita sering sebut “smartphone.”

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) bekerjasama dengan Direktorat Pemberdayaan Industri Informatika, Kementrian Komunikasi dan Informatika dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, dan Relawan Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) memajukan perekonomian Indonesia melalui startup yang dibuat oleh anak-anak muda dalam Pre-Talk Gerakan Nasional 1000 Startup Digital (4/8).

Leonika Sari (kaos putih), gadis berusia 23 tahun telah menjadi CEO Reblood.com. Ia berbagi cara bagaimana menciptakan startup digital dan sukses mendapatkan banyak sponsor dan kerjasama untuk kegiatan donor darah gratis bahkan masih bisa mendapatkan voucher belanja di bukalapak. Kreativitas ini didukung penuh oleh Direktorat Pemberdayaan Industri Informatika, Kementrian Komunikasi dan Informatika.

IMG_3919

Forum Dosen UMSIDA: Enlightenment Design in Education: An Update from Canada

Kedatangan Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Akhtim Wahyuni kembali ke kampus UMSIDA setelah satu bulan menimba ilmu di Coady International Institute St. Francis Xavier University Canada membawa oleh-oleh yang sangat berharga untuk para dosen. Akthim membagikan ilmu yang ia dapatkan tentang bagaimana melakukan proses pembelajaran untuk orang dewasa, dalam hal ini mahasiswa, agar tidak jenuh di dalam kelas dan ilmu dapat terserap dengan maksimal. “Buat peserta didik benar-benar menjadi orang dewasa dengan menggunakann Adult Learning Approach,” ungkap Akhtim saat menjadi pembicara pada Forum Diskusi Dosen (FORDID) ke-5 kemarin.

fordid

Selama ini, kecenderungan pembelajaran orang dewasa di Indonesia dilakukan dengan metode ceramah, namun tidak seperti yang dialami beliau selama di Canada. Pembelajaran disana sangat bervariasi diantaranya dengan kerja kelompok, penguatan, refleksi, jurnal, presentasi, tugas tertulis, lembar kerja simpulan, kuliah tamu dan banyak lagi. Semua menggunakan cara kreatif, dengan berbagai media dan sumber belajar selain power point.

Para dosen bersemangat menanti pelatihan sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, banyak dosen terutama lulusan non kependidikan yang ingin mempelajari cara mengajar kreatif dan menyenangkan bagi mahasiswa. Mereka semua berharap bahwa pelatihan-pelatihan nantinya akan membantu mahasiswa untuk menyerap lebih banyak ilmu yang diberikan oleh dosen dan membekas di hati dan pikiran mereka sehingga mudah untuk menyalurkannya kembali ke masyarakat luas. (dian)

 

2

BELAJAR COMMUNITY DEVELOPMENT di St. FRANCIS XAVIER UNIVERSITY OF CANADA

StFX, demikian kependekan dari St. Francis Xavier University, merupakan salah satu universitas di Kanada, tepatnya di Antigonish Nova Scotia. Disinilah ibu Dr. Akhtim Wahyuni, M.Pd, wakil rektor bidang akademik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) belajar tentang Community Development. Universitas ini menjadi istimewa karena memiliki program internasional untuk pemberdayaan masyarakat, yang dilembagakan melalui wadah Coady International Institut. Beraneka program Community Development ditawarkan oleh universitas yang memiliki moto ‘education, innovation, and action ini, diantaranya: Community Health Driven Impact Assessment, Community Development Leadership by Woman, Asset Based Community Development, Community Based Conflict Transformation and Peace building, Learning Organization and Change, Community Based Microfinance for Financial Inclusion, dan lain-lain.

4

Dari beberapa program yang ditawarkan tersebut, 2 courses yang beliau ikuti adalah: Community Health Driven Impact Assessment dan Community Development Leadership by Woman. Sangat menarik  mengikuti course ini, selain konten yang dipelajari, juga tentang learning process baik di kelas maupun di lapangan. Di dalam kelas, peserta belajar tentang konsep-konsep materi dengan teknik fasilitasi dan desain pembelajaran yang menarik sehingga tidak membosankan meskipun  mulai belajar jam 08.30 pagi, berakhir pada jam 5.00 sore setiap harinya. Untuk mengetahui aplikasi konsep, peserta diajak melakukan kunjungan ke komunitas yang menjadi binaan/mitra universitas StFX.

Universitas StFX memiliki kepedulian tinggi dan nyata terhadap pemberdayaan masyarakat. Tidak hanya di lokal Kanada, tetapi untuk masyarakat dunia. Pemberdayaan masyarakat menjadi perhatian khusus bagi mereka, diwujudkan dengan kepedulian mereka untuk membagi ilmu, pengalaman, dan keterampilan kepada siapa saja yang membutuhkan tanpa melihat perbedaan ras, agama, dan negara. Para fasilitator yang juga dosen di universitas ini memiliki jam terbang tinggi dalam mendampingi masyarakat di negara-negara berkembang, seperti Ethiopia, Gana, Kuba, dan lainnya.

Adapun peserta courses ini perwakilan dari unsur Non Government Organization/ Organisasi Masyarakat dan Perguruan Tinggi berbagai Negara; Indonesia, England, Mesir, Myanmar, Ethiopia,  Ghana, Kanada, India, Filipina, Kuba, Peru dan Negara lainnya. Hal yang di lakukan Universitas StFX ini sesungguhnya senada dengan konsep Tri Dharma yang dilakukan di seluruh Perguruan Tinggi Indonesia, khususnya  Pengabdian Masyarakat. Indonesia sudah memilikinya, hanya perlu lebih serius dan memperkuat lagi konsep dan desain kegiatannya, sehingga bisa memberikan manfaat besar bagi  masyarakat dan mengantarkan mereka untuk lebih berdaya dalam berbagai bidang. (akhtim/dian)

9upl

UMSIDA Terus Melakukan Ekspansi

Tak pernah berhenti melakukan expansi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) beralih ke Mojokerto untuk berbagi segala informasi tentang prestasi dan keunggulan-keunggulannya kepada khalayak dan masyarakat Mojokerto. UMSIDA bergabung dengan program yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mojokerto dari kemarin, 03-05 Mei di Gelanggang Olah Raga (GOR) Mojokerto.
Acara yang berlangsung selama tiga hari ini dimeriahkan oleh beberapa fakultas di UMSIDA. Masing-masing fakultas menampilkan prestasi, keunggulan dan temuannya untuk menarik perhatian calon mahasiswa baru dari Mojokerto. Fakultas Pertanian menampilkan keunggulannya dengan budidaya tanaman dan sayuran yang mudah tumbuh di daerah kering melalui teknologi terkemuka.

8upl

Bersama walikota dan para pejabat di Mojokerto, tim pameran Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) semakin bersemangat menyebarkan pencerahan untuk warga Mojokerto dalam rangka perekrutan Mahasiswa baru. Pada pameran yang telah diselenggarakan pada 3 – 5 Mei 2016 kemarin, Walikota Mojokerto mendukung siswa-siswi di Kota Mojokerto untuk melanjutkan studi di UMSIDA.

walikota
Rencana ke depan, UMSIDA akan bekerjasama dengan pemerintah kota Mojokerto terkait dengan perkuliahan di UMSIDA agar para mahasiswa asal Mojokerto dapat dengan mudah memperoleh segala informasi terutama terkait dengan perekrutan mahasiswa baru dan pendidikan lanjut ke jenjang sarjana.
Hal ini bertujuan agar siswa-siswi asal Mojokerto yang bercita-cita melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi dapat mewujudkan harapannya menjadi Sarjana dan mencari pengalaman di kota lain baik itu pengalaman pendidikan maupun pengalaman kerja. (dian)