MINI FASHION BATIK

Begitu banyak perayaan yang ada di Indonesia. Salah satunya perayaan hari batik nasional. Batik ditetapkan sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO yang diakui sebagai warisan budaya dunia. UNESCO memasukkan batik dalam daftar representative budaya tak benda warisan manusia.

Begitu banyak batik yang ada di Indonesia. Saat perayaan ini banyak pegawai pemerintah, BUMN, pelajar, mahasiswa dan lapisan masyarakat lain di seluruh wilayah Indonesia berlomba-lomba mengenakan batik.Batik di Indonesia bermacam-macam sesuai dari daerah masing-masing. Batik sendiri dapat dipakai mulai dari anak kecil hingga dewasa.Saat ini banyak varian batik yang modern sehingga banyak anak muda yang suka mengenakannya.

Senin, (2/10) banyak warga umsida yang mengenakan batik. Dan gambar diatas merupakan beberapa dintaranya disebut mini batik fashion karena yang memakainya berukuran kecil. “Batik merupakan warisan budaya yang sangat indah dan menarik jika dikenakan dan saya bangga mengenakan batik warisan Indonesia.” pungkas Rosyi mahasiswi FEB UMSIDA.(mutiara)

IMG-20171002-WA0070

Upacara Pelepasan Magang Mahasiswa FKIP UMSIDA

IMG-20171002-WA0069

Senin (2/10) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) mengadakan upacara pelepasan dan pembekalan mahasiswa magang. Acara pembukaan yang dimulai sejak pukul 07.00 wib tersebut di hadiri kurang lebih nya sekitar 300 mahasiswa, diantaranya semester 3, 5, dan 7 dari berbagai jurusan dalam FKIP. Pembukaan yang di laksanakan di dalam Aula K.H Ahmad Dahlan gedung E tersebut berlangsung dengan hikmat.

Tepat pukul 08.00 wib acara semakin meriah ketika di lakukanya pelepasan spanduk bertuliskan magang 2017 FKIP oleh Dr.Nur Efendi, M.Pd selaku dekan Fakultas Keguruan dan ilmu pendidikan UMSIDA, riuh tepuk tangan peserta menandai pelepasan tersebut. Nantinya para peserta magang ini akan di sebar di beberapa SD, SMP, SMA maupun SMK.(wahyu/lintang)

Antusias Peseta Seminar Nasional

Antusias Peserta Seminar Nasional Bersama Arumi Ekowati

Antusias Peseta Seminar Nasional

Minggu (1/10), UKM LSMK (Lingkar Studi Mahasiswa Kreatif) mengadakan seminar nasional yang bertema “The Power Of Writing” bersama Arumi Ekowati di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Peserta yang mengikuti acara seminar tersebut kurang lebih 400 orang. Seminar diadakan untuk mengetahui bagaimana cara menulis dengan baik dan benar. Dengan banyaknya peserta yang mengikuti seminar nasional membuat suasana lebih ramai dan berkesan. Saat acara dimulai semua peserta seminar mendengarkan dengan baik materi yang disampaikan oleh Arumi Ekowati. Peserta seminar nasional selain bisa mengikuti acara seminar tersebut mereka juga bisa mengikuti lomba photoboth yang diadakan oleh panitia dengan mengunggah foto di akun instagram mereka dengan caption yang menarik. Tiga yang terbaik dipilih oleh panitia akan mendapatkan hadiah yang sangat berkesan. Mereka sangat antusias dalam mengikuti acara tersebut sampai acara selesai.(yosi)

Re _MG_9262 - Copy

MPR RI Serukan Empat Pilar Bangsa Indonesia

Kunjungan Ketua MPR RI Dr.(H.C) Zulkifli Hasan, S.E., M.M di kampus pencerahan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo siang tadi disambut dengan penuh antusias oleh banyak kalangan masyarakat mulai aktivis mahasiswa, dosen, hingga aparat pemerintah. Wakil Rektor I Dr. Akhtim Wahyuni, M.Ag pun dalam sambutannya menghimbau pada seluruh mahasiswa agar benar-benar memahami apa yang disampaikan Ketua MPR RI tentang 4 pilar, “Mahasiswa harus memahami benar apa itu 4 pilar agar menjadi mahasiswa yang tidak gampang terpengaruh berita-berita yang gampang sekali beredar di masyarakat tanpa sumber yang jelas sehingga tidak mudah terprovokator dengan isu isu yang mana bisa merusak kebinekaan kita,” tuturnya di hadapan ratusan aktivis mahasiswa.

Res IMG_9316

Re IMG_9305

Empat pilar Bangsa Indonesia sudah sangat dikenal oleh seluruh lini masyarakat Indonesia, Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, namun tidak seluruh masyarakat Indonesia benar-benar mengimplementasikannya. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Pancasila adalah wadah untuk mempersatukan kita (SARA) bukan untuk membedakan kita, “Orang yang mencintai agamanya dengan baik adalah orang yang pancasilais karena dengan beragama dengan baik merupakan jalan untuk mencintai negerinya sebagaimana  dijelaskan di pancasila sila pertama,” ungkap Zulkifli saat mengawali kuliah umum dan sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Aula KH Ahmad Dahlan UMSIDA. “Pancasila bukan soal pilkada, tetapi bagaimana kita memaksimalkan penerapan pancasila untuk masyarakat Indonesia  karena di sila ke-3 melindungi segenap bangsa artinya jika ada kejadia seperti anak tidak tertolong dan meninggal karena kekurangan biaya. Ini adalah dosa para pejabat dan kita semua karena kita sudah berjanji kita sudah bersumpah untuk melindungi segenap bangsa,” imbuhnya. Dengan kata lain, Pancasila bukan soal lawan melawan, namun gotong royong, kasih sayang, menghargai dan menghormati sesama serta berperilaku adil untuk Indonesia sejahtera.

resIMG_9310

Res IMG_9324

Pada kesempatan yang sama, Zulkifli menerangkan di dalam demokrasi Pancasila yang berdaulat dan yang berkuasa adalah rakyat, “Jika rakyat berdaulat pasti tidak ada ketidak-adilan, tidak ada saling membenci. Namun semua sekarang sudah tidak berdaulat, itu semua karena uang. Hak pilih dapat dibeli dengan uang  jika terjadi korup dan penyimpangan lainnya rakyat sengsara rakyat mengalami ketidak-adilan,” katanya penuh penekanan bahwa hal itulah yang membuat tidak berdaulat.

Res IMG_9330

Karena itulah, di kesempatan berjumpa dengan mahasiswa Umsida Zulkifli menegaskan, “Kalau Semua Karena Uang Tunggu Kehancuran, Memilih Harus Pakai Akal Jangan Karena Hutang Budi, karena diberi uang diberi sembako jadi hutang budi jadi lupa akal, jadilah pemilih yang baik yang menggunakan akal dalam memilih yang membawa kebaikan yang bisa membawa kemajuan untuk rakyat dan Indonesia.” (eva/dian)

for3

Pembukaan Fortama UMSIDA: Wagub Jatim Nyanyikan Bait Kedua Sang Surya

Setelah mengikuti seleksi yang teramat ketat, ribuan pemuda ini akhirnya resmi dikukuhkan sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) oleh wakil rektor I Dr. Akhtim Wahyuni, M.Ag dan Wakil Rektor II Heri Widodo, M.Si., Ak mewakili Rektor UMSIDA Dr. Hidayatulloh, M.Si yang masih berada di tanah suci. Ribuan wajah baru tampak cerah, ceria dan penuh semangat menyongsong masa depan untuk mencerahkan bangsa Indonesia membanjiri kampus I UMSIDA pagi ini (9/9) untuk mengikuti acara pengukuhan mahasiswa baru dan pembukaan Forum Ta’aruf Mahasiswa (FORTAMA) tahun akademik 2017 – 2018.

 

for7

for4

Prof. Syafiq A. Mughni menekankan bagaimana mahasiswa memiliki karakter yang baik untuk membangun bangsa. Seiring dengan tema orasi ilmiah yang beliau sampaikan “Pendidikan Karakter Mahasiswa untuk Indonesia Berkemajuan.” Rektor Pertama UMSIDA ini menceritakan bagaimana dulu pertama kali UMSIDA berdiri dengan hanya memiliki satu fakultas saja yaitu Fakultas Tarbiyah dengan segelintir mahasiswa. Kesungguhan dan kerjasama yang baik dari seluruh pengelola kampus menjadikan UMSIDA terus berkembang setiap tahunnya. Karena itu, mahasiswa harus bersungguh-sungguh dalam menjalani proses belajar selama di UMSIDA.

for2

Hal ini selaras dengan yang disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf saat memberikan sambutan pada ribuan mahasiswa baru UMSIDA, “Setiap tahun saya selalu menghadiri pengukuhan mahasiswa baru di UMSIDA, jadi saya tahu bagaimana perkembangan UMSIDA dari tahun ke tahun, mulai dari perkembangan fisik, hingga perkembangan sumber daya manusia juga mahasiswa yang semakin lama semakin banyak dan alumninya memberikan pengaruh besar pada kemajuan Jawa Timur,” ujar Wagub yang akrab disapa Gus Ipul ini. “Tugas mahasiswa ada tiga, yang pertama belajar, kedua belajar, dan ketiga belajar. Jadi mahasiswa tidak boleh memikirkan yang lain kecuali belajar, tidak terlibat pada narkoba, tetapi aktif dalam komunitas yang baik  Mahasiswa yang seperti ini akan membuat bangsa Indonesia lebih baik di masa depan,” lanjutnya.

for6

Terakhir, saat Gus Ipul menyaksikan penandatanganan kerjasama UMSIDA dengan BPJS, beliau berpesan agar kita semua ikut program tersebut dan menyanyikan bait kedua lagu Sang Surya “Ya Allah tuhan rabbiku – Muhammad junjunganku – Al-Islam agamaku – Muhammadiyah gerakanku” Seluruh pimpinan pun turut bernyanyi dan menikmati momen tersebut. (dian)

pmbpertanian

Kuliah Langsung Praktik dan Menghasilkan

Hari gini, kuliah yang ilmunya langsung bisa diterapkan dan lapangan kerjanya jelas, ya cuma di Pertanian. Fakultas Pertanian UMSIDA punya dua Prodi yang bisa menjadikan kamu petani modern, analis makanan, konsultan handal dan membuka peluang usaha.

S1 Agroteknologi membekali mahasiswa dengan knowledge dan skill di bidang budidaya tanaman, pertanian organik, hidroponik dan pemasaran.

S1 Teknologi Hasil Pertanian, membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan wawasan untuk menjadi analis pangan gizi, rekayasa pangan dan konsultan pangan halal, bergizi dan higienis.

Daftar segera di pmb.umsida.ac.id. Informasi lebih lanjut hubungi (031) 8945444 ext 143, atau datang langsung ke kampus 1 Jl. Mojopahit 666B Sidoarjo (depan RSUD Sidoarjo). Pendaftaran gelombang 2 ditutup 31 Juli 2017.

UMSIDA dari sini pencerahan bersemi

fai

FAI UMSIDA: ISLAMI tetap MODERAT

Islami dan tetap moderat, itulah ciri Fakultas Agama Islam (FAI) UMSIDA dalam membina mahasiswanya menuju kesuksesan. Kamu bisa pilih satu dari lima prodi unggulan:
1. Pendidikan Agama Islam (PAI), mencetak pembina mental spiritual siswa sekolah, guru agama islam, pendakwah, dan konsultan pendidikan agama islam profesional,
2. Pendidikan Bahasa Arab (PBA), mencetak pengajar, pengembang pelajaran bahasa Arab, konsultan dan penerjemah Bahasa Arab profesional.
3. Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), mencetak Guru MI Profesional, Konsultan Pendidikan Dasar, Peneliti dan Pengembang Pendidikan Dasar dan menjadi penulis muda profesional.
4. Ahwalus Syakhsiyah (Hukum Keluarga), mencetak Hakim dan Panitera Pengadilan agama, ahli di bidang Hisab dan Rukyah, menjadi konsultan keluarga sakinah, dan advokat profesional.
5. Perbankan Syariah, mencetak tenaga perbankan syariah profesional, konsultan keuangan syariah dan enterpreneur mandiri.

Daftar segera di pmb.umsida.ac.id.

pmb1

Sekilas Tentang UMSIDA

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) adalah Perguruan Tinggi Unggulan di Indonesia yang memiliki empat kampus besar. Kampus satu berada di Jl. Mojopahit 666 B (depan RSUD Sidoarjo) ditempati oleh Fakultas Agama Islam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Program Pascasarjana. Kampus dua berada di Jalan Raya Gelam no. 250 Candi Sidoarjo, ditempati Fakultas Psikologi, Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Teknik. Kampus Tiga berada di Perum IKIP Gunung Anyar, Surabaya, khusus untuk anda yang ingin memperdalam Keagamaan dan Bahasa Arab gratis dan setara diploma dua. Kampus Empat berada di Jalan Raya Rame Pilang 4, Wonoayu Sidoarjo, ditempati oleh Fakultas Ilmu Kesehatan.

Pembelajaran di UMSIDA diintegrasikan dengan nilai-nilai islam dibina oleh dosen-dosen profesional dan berdedikasi tinggi. Ditambah dengan jadwal kuliah yg fleksibel, calon mahasiswa bisa memilih jam kuliah pagi atau sore dengan kualitas pelayanan yg sama. Daftar segera di pmb.umsida.ac.id. Informasi lebih lanjut hubungi (031) 8945444 ext 143, atau datang langsung ke kampus 1 Jl. Mojopahit 666B Sidoarjo (depan RSUD Sidoarjo). Pendaftaran Gelombang 2 ditutup 31 Juli 2017.

 

UMSIDA, Dari Sini Pencerahan Bersemi

IMG_4202

UMSIDA Melepas Tujuh Mahasiswa Pertukaran Mahasiswa di Thailand

Setelah Pelepasan enam mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) dalam rangka melaksanakan KKN dan PPL ke Thailand Selatan, tujuh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMSIDA yang terdiri dua mahasiswa dari Prodi Akuntansi dan lima mahasiswa Prodi Manajemen dilepas oleh Rektor UMSIDA untuk mengikuti program  pertukaran pelajar di International College University of Technology Krungthep (IC-UTK) Thailand (2/6). Mereka akan berangkat pada Senin, 5 Juni 2017. Dekan FEB Dr. Sigit Hermawan menyatakan bahwa program tersebut adalah internasionalisasi perguruan tinggi. “Mahasiswa kuliah di Thailand, hasil kredit kuliah disana diambil di UMSIDA. Mahasiswa Thailand yang kuliah disini juga diperlakukan sama, ungkapnya.

Momen tersebut menurut Rektor UMSIDA Dr. Hidayatulloh dapat meningkatkan kapasitas dalam diri masing-masing mahasiswa, “Adik-adik wajib mengeluarkan kekuatan-kekuatan yang sudah pernah diterina di FEB untuk di-share disana. Tak hanya itu, adik-adik juga harus menyerap semua kebaikan untuk meningkatkan kapasitas dan berbagi pengalaman dengan teman-teman di UMSIDA,” ungkapnya.

Di IC-UTK, ketujuh mahasiswa FEB tersebut akan berkomunikasi dan berkolaborasi dengan nahasiswa dari 10 negara. Karena itu, Hidayatulloh berharap agar mereka bisa memanfaatkan keadaan tersebut, “Silakan menulis buku tentang pengalaman unik, pertukaran budaya, suasana akademik, sosial ekonomi dan pendidikan disana agar tidak hanya kuliah saja, tetapi peningkatan kapasitas dengan cara melihat dunia ini dari berbagai perspektif. Hasil dari tulisan tentu akan menjadi pencerahan untuk teman-teman mahasiswa yang lain serta bagi bapak-ibu dosen di UMSIDA,” pungkasnya. Hal ini sejalan dengan firman Allah yang berbunyi, “Allah menciptakan manusia berpasang-pasang dan bersuku-suku untuk saling mengenal.” Seperti apa kita akan berbagi sehingga menemukan banyak makna bahwa hidup ini sangat luas, tidak sempit. (dian)