IMG_8399

Smarter City and Smarter People Through Innovative Internet of Things

Peningkatan pelayanan kinerja kini sudah menjadi hal yang sangat lazim bagi lembaga atau institusi baik swasta maupun pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber dayanya. Menanggapi hal ini, Himpunan Mahasiswa Informatika (HIMATIF) Fakultas Teknik menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Smarter City and Smarter People Through Innovative Internet of Things (21/5) di Aula KH. Achmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Dekan Fakultas Teknik Izza Anshory ST MT menyampaikan pentingnya Kepala Daerah dan pimpinan Kepala Dinas Kabupaten Sidoarjo memanfaatkan teknologi Internet of Things dalam rangka meningkatkan pelayanan, kinerja dan kesejahteraan,  serta untuk terlibat komunikasi lebih efektif dan aktif dengan masyarakat kabupaten Sidoarjo, “Berbagai masalah di Sidoarjo dapat dibantu penyelesaiannya dengan sinergi yang kuat antara Institusi perguruan tinggi (praktisi teknologi informasi, dosen, mahasiswa), industry swasta penyedia teknologi informasi (PT. Telkom Indonesia), dan media.” Sehingga, “Dengan adanya Internet of Things pimpinan Dinas dan Kepala Daerah Kabupaten Sidoarjo dapat memonitoring dan mengendalikan jenis-jenis pelayanan yang menjadi wewenang masing-masing dinas kabupaten Sidoarjo,” lanjutnya.

Principal Expert Internet of Things, Divisi Digital Service PT. Telkom Indonesia, I Ketut Agung Enrico, menjelaskan berbagai macam aplikasi Internet of Thins untuk menjawab berbagai macam kebutuhan masyarakat, “Adapun aplikasi internet of things sebagai pendukung Sidoarjo Kota Cerdas yaitu kontrol cerdas penggunaan energy, pelayanan pendidikan yang cerdas (e-learning, virtual classroom), smart agriculture (bagaimana memonitoring irigasi, pemupukan, dll), pelayanan kesehatan (Smart Health Care), dan pelayanan bergerak (parkir, manajemen trafik).” Masih banyak lagi aplikasi teknologi Internet of Things yang dapat mempermudah warga kota Sidoarjo untuk kehidupan sehari-harinya. Pada akhir penyampaian materinya, bapak I Ketut menawarkan kesempatan bagi warga kota Sidoarjo untuk membuat start Up Enterpreneur yang diajukan proposalnya ke pihak PT. Telkom. Hal lebih jauh dapat diakses  di www.indigo.id.

Pakar teknologi informasi Ir. Onno Widodo Purbo, M.Eng., PhD menyampaikan implementasi aplikasi pemrograman untuk Internet of Things, Aplikasi pemrograman dapat dilakukan melalui praktik untuk mengaktifkan relay on off, aplikasi sensor cahaya atau Light Diode Resistor (LDR), dan jenis-jenis sensor lain yang dihubungkan dengan teknologi mikrokontroller Arduino, yang dikoneksikan dengan internet, sehingga bisa dikontrol melalui jarak jauh,” pungkasnya. (dian)

 

feb5

Pacu Kreativitas Mahasiswa Berbisnis, FEB UMSIDA Adakan PKM Internal

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) terus dipacu kemampuannya agar siap menjadi lulusan kreatif dan inovatif, salah satunya dengan menyelenggarakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) internal FEB UMSIDA bertajuk “Melahirkan Mahasiswa Kreatif dan Inovatif Menuju Pimnas”. Dari total 64 tim, hanya 10 tim, 5 tim prodi akuntansi dan 5 tim prodi management, yang lolos babak final (21/05).

Diantara banyak bidang yang ditawarkan, bidang kewirausahaan masih mendominasi pilihan mahasiswa. Selain lebih mudah dalam pembuatan, pkm ini pun memiliki profitabilitas tinggi jika di implementasikan di kehidupan sehari-hari. Salah satu PKM kewirausahaan yang cukup menarik adalah BUDELA (Burger Bandeng Lapindo) mengangkat bandeng, hasil alam khas Sidoarjo, menjadi bahan utama pengganti daging (patties) dalam pembuatan burger. Tim yang di ketuai oleh MS Herdianto ini mencampurkan rempah-rempah alami sebagai penyedap patties sehingga burger ini sangat sehat untuk dikonsumsi. Roti burger ini pun diubah menjadi warna-warni menggunakan pewarna alami seperti warna hijau dari sayur (Sawi) dll.

Lain halnya dengan TENNER (Solusi Limbah Banner). Banner yang selama ini menjadi limbah yang paling sulit diurai disulap tangan Amar Muzakki dan tim menjadi tas anti air dan kuat. Kreativitas tersebut akhirnya membawa tim TENNER meraih runner-up. Di sisi lain, Alis setyawati, Rizky Masfuriatul Jannah, dan Anharul Kholidin berhasil menjuarai PKM internal UMSIDA mengolah jeans bekas menjadi kreasi sepatu serta tas cantik diberi nama De’MEJZ.

PKM internal FEB UMSIDA ini membawa respon positif bagi dosen maupun mahasiswa. Menurut salah satu dosen Dewi Komala Sari, SE MM, “Lomba PKM ini sangat cocok diadakan di FEB karena untuk kedepannya ide-ide usaha mereka dapat menciptakan peluang bisnis dan lapangan pekerjaan bagi yang lain,” pungkasnya. (dian)

FAIthailand

UMSIDA Melepas Enam Mahasiswa KKN dan PPL ke Thailand

Ini kali kedua Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) melepas mahasiswanya untuk melaksanakan KKN dan PPL ke negeri jiran, Thailand. Setelah dilakukan penelusuran di semua fakultas di UMSIDA, Fakultas Agama Islam (FAI) menjadi pioneer memberangkatkan mahasiswanya  ber- KKN dan PPL. Dekan FAI Dr. Istikomah menyeleksi kemampuan dan kesiapan mahasiswanya baik baik dari segi keahlian maupun keuangan, “Karena untuk KKN dan PPL ini butuh kesiapan softskill, dan financial, kami melakukan seleksi hingga ketemu 14 orang, lalu diseleksi dari kemampuan mengajar, membangun performamce dan self confidence serta Bahasa Inggris, yang memenuhi syarat 6 orang, pas dengan kuota universitas,” pungkasnya.

Pelaksanaan program menurut Rektor UMSIDA Hidayatulloh tak terpisahkan dari gerakan muhammadiyah,  yaitu gerakan pencerahan. “Harapan kami, apa yang sudah didapatkan, pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan selama belajar di UMSIDA dapat ditularkan di Thailand sana,” ungkapnya melepas enam mahasiswa sebelum pemberangkatan. KKN sejatinya merupakan bentuk  pengabdian diri mahasiswa terhadap masysrakat. Untuk itu, Hidayatulloh melanjutkan, “Selama enam bulan di Thailand  adik-adik harus menyerap hal-hal positif, menggali dan menyelesaikan masalah baik di bidang pendidikan maupun kemanusiaan,” ungkapnya.

Kebanyakan KKN dan PPL diakhiri dengan pembuatan laporan saja, namun tidak untuk KKN dan PPL kali ini. Laporan dikembangkan menjadi deskripsi untuk dikembangkan di kampus, dan menjadi referensi peningkatan kualitas KKN dan PPL ke depannya yang dikelola oleh LPPM.

Ahmad Falahi, salah satu peserta dari Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) menerangkan beberapa hal yang akan dikerjakan selama berada di Thailand sana, “Kami akan berkomunikasi dan berkolaborasi dengan peserta dari berbagai Perguruan Tinggi dengan visi yang sama untuk membangun masyarakat Thailand Selatan menyelesaikan problematika kehidupan disana. Kami akan berkiprah di lembaga formal Assholihiah School di patani, pesantren (ma’had), mengajar dengan menggunakan Bahasa Inggris paginya, sorenya ke ma’had,” ujarnya. (dian)

fhimm2

IMM FH UMSIDA: Putusan Terhadap Ahok Bukan Ultra Petita

Kasus penistaan agama yang kerap diperbincangkan di kancah nasional dan internasional membuat Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) turut mengkaji putusan kasus tersebut melalui kegiatan ilmiah Bedah Putusan Kasus Penistaan Agama Yang Dilakukan Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang diselenggarakan IMM Komisariat Hukum (15/5). Kegiatan ini tentunya akan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa khususnya kader IMM terhadap putusan yang dijatuhkan pada kasus penodaan agama di Indonesia serta memancing mahasiswa untuk berpikir kritis dan bersikap terbuka.

Akademisi Hukum Pidana UM Surabaya Muridah Isnawati SH MH selaku narasumber menyampaikan tentang isu ultra petita (putusan melampaui tuntutan jaksa), “Isu Ultra Petita tidak berlaku untuk kasus pidana. Jadi, pro kontra terhadap putusan Ahok harus dipandang hal biasa. Namun secara hukum, apa yang dilakukan Ahok telah memenuhi rumusan pasal 156 dan 156a KUHP, yang disana juga telah ditentukan pidananya,” ungkapnya.

Acara yang dihadiri seluruh mahasiswa FH Umsida ini berlangsung interaktif dan mengandung pesan agar generasi muda tidak mudah bersikap tinggi hati dan wajib memperhatikan setiap kata yang terucap, karena ucapan kita mencerminkan siapa diri kita. Jaga sikap, jaga toleransi, dan jaga NKRI. (fat/fik/dian)

6

UMSIDA: Membangun Desa – Membangun Indonesia

Suksesnya Program Desa Melangkah 2016 kerjasama Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Jawa Pos Media Partner dirilis kembali di Program Desa Melangkah 2017 ini, menurut Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, SH, M.Hum, sejalan dengan nawacita, membangun Indonesia di pinggiran kota Sidoarjo dengan memperkuat Indonesia dalam kerangka NKRI. “Mendorong pemerintahan desa untuk lebih mandiri bermuara pada undang-undang desa, mengawal pembangunan jangka menengah RPJM.” Ungkap abah Ipukl dalam sambutan bupati. “Selain itu, program ini dapat membangun pola pikir masyarakat desa serta menjadi contoh untuk desa-desa lain, semua yang tergabung bersatu bergerak untuk mewujudkan manusia berdaulat dalam ekonomi politik dan kebudayaannya,” sambungnya.

1

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf memperkuat pernyataan Bupati Sidoarjo dengan membeberkan apa saja yang perlu diperkuat untuk menghadapi situasi akhir-akhir ini. “Diperlukan kreatifitas, inovasi lebih-lebih menggalang dana non-APBD, akan sangat membantu. Hal ini sejalan dengan UUD no. 6 tahun 2016 tentang pembangunan desa, dan penggunaan tepat sasaran. kesuksesan Jatim adalah kesuksesan kerja bersama kumpulan dari kabupaten kota dari desa dan kelurahan, seperti orkestra pembangunan Jatim.” Ungkapnya sembari membayangkan keindahan Jatim seperti alunan musik yang dimainkan oleh orkestra.

“Jatim pantas berbangga hati, bahwa pertumbuhan pendapatan per kapita diatas rata-rata nasional, namun, jumlah pengangguran dibawah rata-rata nasional. Ironinya, kemiskinan kita diatas rata-rata nasional, inilah masalah yang dihadapi Jatim yang kurang disadari oleh kita semua,” sambung Gus Ipul.

Sidoarjo merupakan kabupaten yang cukup aktif mengurangi kemiskinan. Gus Ipul mengajak agar pemerintah kabupaten Sidoarjo kembali ke desa, “Mari periksa data dari BPS, bapenas dan instansi lain kemudian disinkronisasi. Sumbernya Rumah tangga yang dikategorikan miskin. Pemerintah hadir di rumah tangga, miskin basil 1 dilaporkan di bupati, dirapatkan bersama dinaikkan ke basil 2 atau 3.” (dian)

2

UMSIDA Gagas Penghargaan Desa dalam Program Desa Melangkah 2017

Pemberian penghargaan pemerintahan desa dalam Program Desa Melangkah 2017 Kerjasama Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Jawa Pos Media Partner mencakup tiga hal besar menurut Kepala Humas dan Kerjasama UMSIDA, Hasan Ubaidillah, SE, MM. “Pertama, meningkatkan kapasitas untuk pemerintah desa atau masyarakat dalam rangka memperkaya dan meningkatkan pelayanan publik. Kualitas partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa sangat berperan penting pada perkembangan sebuah negara. Kedua, menyelenggarakan event nasional, Usaha Kecil Menengah (UKM) yang  nama generiknya digunakan untuk memajukan kemandirian desa, terutama di sidoarjo, akan diselenggarakan di luar Jawa Timur diantaranya, Bandung, Jogja dan beberapa kota lain. Ketiga, desa-desa mendapat pendampingan langsung dari UMSIDA,” ungkapnya dalam memberikan sambutan selaku panitia desa melangkah.

Pendampingan UMSIDA pun tidak sembarangan, tampak pada saat acara berlangsung, Rektor UMSIDA hadir bersama para dekan seluruh fakultas serta direktur pascasarjana. Kehadiran para pimpinan kampus tersebut menunjukkan keseriusan UMSIDA mendampingi desa dalam bidang pendidikan, hukum, ekonomi, politik dan sosial, kesehatan jiwa dan raga, hingga teknologi dan keagamaan.

Empat fokus utama desa award diberikan kepada desa memiliki nilai kreatif dan inovatif, pemberdayaan desa, re-branding desa, dan edukasi desa yang menjadi ujung pangkal pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) desa yang tangguh, mandiri, dan agar pemuda desa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. (dian)

31

FIKES UMSIDA Belajar dari Dua Perusahaan Ternama

Selain menguasai keterampilan medis, memiliki keterampilan teknologi juga menjadi keharusan bagi mahasiswa Prodi D-IV Analis Kesehatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Menggabungkan kedua keterampilan tersebut, sebanyak 77 mahasiswa Prodi D-IV Analis Kesehatan berkunjung ke PT Indolakto dan PT. Mayora di Pasuruan untuk studi excursie (9/5).

1

HRD Indolakta Tyas Pralistyaningrum, SH. Dalam sambutannya menyampaikan sedikit tentang cara penyimpanan susu atau minuman secara benar, walau di dalam lemari es. Para mahasiswa analis antusias menyimak karena ternyata yang mereka lakukan selama ini masih salah.

Dekan Fikes Sri Mukhodim Faridah Hanum, SST.,MM.,M.Kes berharap agar kunjungan ini bisa ditindak lanjuti dengan membuat MoU dan mahasiswa perlu diberikan pemahaman, “Dengan pengamatan secara langsung agar bisa membuka wacana berpikir mereka tentang dunia industri yang sebenarnya.” Selanjutnya Hanum berharap kunjungan ke perusahaan dilakukan minimal sekali dalam 1 tahun.

Sesampai di Mayora group, staf HRD PT. Tirta Fresindo Jaya  Kristian Dwi Kusuma, S. Psi, mengatakan bahwa perusahannya hanya memproduksi minuman (teh, kopi kemasan, air mineral)  khusus teh bisa memproduksi 9.000 botol tiap hari. Berbagai pengetahuan yang didapatkan mahasiswa dari kunjungan PT Indolakta dan PT. Mayora Pasuruan diantaranya beberapa inovasi yang dilakukan perusahaan mengenai pengelolaan sampai pada pemasaran. (yusuf/dian)

5

Desa Melangkah 2017: Pengembangan Potensi Produk Desa

Setelah sukses melaksanakan program desa melangkah 2016, terbayar sudah kerja keras Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) untuk membantu masyarakat desa di kabupaten Sidoarjo. Bagaimana tidak, peserta Program Desa Melangkah yang terdiri dari 66 desa dari 10 kecamatan merasa sangat terbantu dalam rangka penggalian potensi menuju kemandirian desa kini mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat sehingga mendongkrak jumlah peserta menjadi 154 desa dari 12 kecamatan.

Rektor UMSIDA Dr. Hidayatulloh, M.Si merasa program tersebut sangat sukses dan harus dilanjutkan, “Desa Melangkah 2016 telah berlangsung baik dan hasilnya bisa dirasakan oleh pemerintah dan masyarakat desa. Ini merupakan sinergi yang luar biasa antara UMSIDA, pemerintah kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dan Jawa Pos media partner. Karena itu, pada launching Program Desa Melangkah 2017 ini, saya mengajak para dekan agar dapat lebih detai membantu kebutuhan masyarakat desa.” Ungkapnya dalam sambutan launching Desa Melangkah 2017 di Pendapa Kabupaten Sidaorjo (8/5).

Launching ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, S.H., M.Hum., Rektor UMSIDA Dr. Hidayatulloh, M.Si., Ketua tim satgas dana desa kementerian desa tertinggal dan transmigrasi Prof. Kacung Marijan, Pimpinan Redaksi Jawa Pos Nurwahid, dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara UMSIDA, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, dan Jawa Pos.

Ketua tim satgas dana desa kementerian desa tertinggal dan transmigrasi (MTT) Prof. Kacung Marijan menaruh apresiasi luar biasa dan berharap bersar dari program desa Melangkah 2017, “Program Desa Melangkah ini sangat membantu program kementrian desa tertinggal dan transmigrasi. Indonesia tidak akan sejahtera jika desanya tidak sejahtera. Walaupun desa adalah wilayah terbesar, kondisinya masih jauh dari perkotaan. Oleh karena itu desa harus memiliki produk. Jika satu desa belum bisa memiliki satu produk unggulan, maka bisa tiga desa bergabung dan membuat satu produk unggulan yang sama,” ungkapnya  dalam sambutan mewakili MTT. (dian)

1

Dua Mahasiswa Bahasa Inggris UMSIDA ini Meraih The Best Make Up

Khoiruni Awanah (Nana) dan Rista Nur Syahidah (Rista), keduanya adalah mahasiswi program studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) yang mengikuti kelas kecantikan bersama sari ayu, bekerjasama dengan jawa pos di Giant Maspion sSquare Surabaya. Nana dan Rista tidak menyangka akan terpilih menjadi the best make up atas ketelatenannya memoleskan satu per satu alat kecantikan pada wajah cantik mereka.

jprista jpnana

Nana dan Rista sangat senang mengikuti kegiatan tersebut lantaran menerima banyak ilmu baru tentang tata rias, “Alhamdulillah bisa menang, walaupun menurut saya itu cuma kebetulan, tapi saya merasa seneng banget bisa ikut beauty class kemarin. Banyak banget hal-hal positif yang saya dapat seperti cara memoles eyeliner. Saya baru tau loh kalo bikin eyeliner itu memulai nya dari ujung luar ke dalam bukan dari dalam ke luar, nah selama ini saya kebalikannya. Terus bikin alis biar natural itu gimana, itu ilmu baru juga,” ungkap Nana.

Berbeda dengan Rista yang sudah memiliki kemampuan dasar merias wajah, baginya Meraih The Best Make Up sangat membahagiakan karena dapat naik ke panggung, berpose dan bersalaman dengan Dimas Beck, artis nasional yang saat itu menjadi tamu kehormatan. “Dimas Beck mengajak kita dan beberapa pemenang lain bernyanyi di atas panggung, itu sesuatu banget, bisa satu stage  dengan artis. Kapan lagi kan…” ungkapnya sangat senang. (dian)

up

Dua Mahasiswa Bahasa Inggris UMSIDA ini Meraih The Best Make Up

Khoiruni Awanah (Nana) dan Rista Nur Syahidah (Rista), keduanya adalah mahasiswi program studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) yang mengikuti kelas kecantikan bersama sari ayu, bekerjasama dengan jawa pos di Giant Maspion sSquare Surabaya. Nana dan Rista tidak menyangka akan terpilih menjadi the best make up atas ketelatenannya memoleskan satu per satu alat kecantikan pada wajah cantik mereka.

jpnana jprista

Nana dan Rista sangat senang mengikuti kegiatan tersebut lantaran menerima banyak ilmu baru tentang tata rias, “Alhamdulillah bisa menang, walaupun menurut saya itu cuma kebetulan, tapi saya merasa seneng banget bisa ikut beauty class kemarin. Banyak banget hal-hal positif yang saya dapat seperti cara memoles eyeliner. Saya baru tau loh kalo bikin eyeliner itu memulai nya dari ujung luar ke dalam bukan dari dalam ke luar, nah selama ini saya kebalikannya. Terus bikin alis biar natural itu gimana, itu ilmu baru juga,” ungkap Nana.

Berbeda dengan Rista yang sudah memiliki kemampuan dasar merias wajah, baginya Meraih The Best Make Up sangat membahagiakan karena dapat naik ke panggung, berpose dan bersalaman dengan Dimas Beck, artis nasional yang saat itu menjadi tamu kehormatan. “Dimas Beck mengajak kita dan beberapa pemenang lain bernyanyi di atas panggung, itu sesuatu banget, bisa satu stage  dengan artis. Kapan lagi kan…” ungkapnya sangat senang. (dian)