up

Dua Mahasiswa Bahasa Inggris UMSIDA ini Meraih The Best Make Up

Khoiruni Awanah (Nana) dan Rista Nur Syahidah (Rista), keduanya adalah mahasiswi program studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) yang mengikuti kelas kecantikan bersama sari ayu, bekerjasama dengan jawa pos di Giant Maspion sSquare Surabaya. Nana dan Rista tidak menyangka akan terpilih menjadi the best make up atas ketelatenannya memoleskan satu per satu alat kecantikan pada wajah cantik mereka.

jpnana jprista

Nana dan Rista sangat senang mengikuti kegiatan tersebut lantaran menerima banyak ilmu baru tentang tata rias, “Alhamdulillah bisa menang, walaupun menurut saya itu cuma kebetulan, tapi saya merasa seneng banget bisa ikut beauty class kemarin. Banyak banget hal-hal positif yang saya dapat seperti cara memoles eyeliner. Saya baru tau loh kalo bikin eyeliner itu memulai nya dari ujung luar ke dalam bukan dari dalam ke luar, nah selama ini saya kebalikannya. Terus bikin alis biar natural itu gimana, itu ilmu baru juga,” ungkap Nana.

Berbeda dengan Rista yang sudah memiliki kemampuan dasar merias wajah, baginya Meraih The Best Make Up sangat membahagiakan karena dapat naik ke panggung, berpose dan bersalaman dengan Dimas Beck, artis nasional yang saat itu menjadi tamu kehormatan. “Dimas Beck mengajak kita dan beberapa pemenang lain bernyanyi di atas panggung, itu sesuatu banget, bisa satu stage  dengan artis. Kapan lagi kan…” ungkapnya sangat senang. (dian)

Hadapi MEA dengan Pendidikan Berkemajuan

Pendidikan selalu menjadi isu yang tak lekang diperbincangkan mulai dari masyarakat bawah hingga atas. Di Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) saat ini, pendidikan di Indonesia sedang sudah tak boleh lagi berfokus pada pengembangan pemikiran intelektual saja, namun harus mampu memenuhi kebutuhan publik. Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) (18/3) menjawab tantangan problematika pendidikan. Pada tahun 2030, sebanyak 113 jt dibutuhkan tenaga terampil  sehingga perlu perbaikan mutu dan akses tenaga terampil untuk memenuhi pendidikan.

Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Dr. Hidayatulloh dalam keynote speech nya menyampaikan tiga hal yang mempengaruhi mutu pendidikan, yaitu metode, guru dan ruh pendidik. Kualitas Sumber Daya Manusia dibutuhkan adalah mereka yang memiliki integritas diri, percaya diri, disiplin, kreatif, penyelesaian masalah, belajar sepanjang hayat, berani mengambil resiko, berfikir kritis, dan holistik.

Dari kacamata Muhammadiyah, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Abdul Mu’thi menyampaikan kepada 1200 peserta tentang bagaimana muhammadiyah menyiapkan diri meningkatkan kualitas pendidikan untuk mempersiapkan MEA. “Peta dunia abad 21, perubahan dari Europe sentris menjadi Asian sentris karena beberapa faktor yaitu: 1) demografi, penduduk banyak di Asia, 2) tingkat produktivitas tinggi, 3) capaian ekonomi, peningkatan SDM dan dinamika politik. Negara-negara Asia terkuat adalah Jepang, Korea, Cina, India. Indonesia di tahun 2030 berada di 5 terbesar dalam capaian ekonomi.” Ungkapnya.

“Sebuah negara akan mati jika bermasalah dalam demografi,” sambung Mu’thi “Penduduk di Indonesia masuk pada peringkat terbanyak ke-4 di dunia dan konsumtif. Negara paling gencar expansi ke Indonesia adalah Cina, Jepang, dan Korea Selatan. Asean Economic Community (AEC) atau yang kita kenal MEA adalah sebuah upaya utk masyarakat tumbuh dan maju bersama. Selain itu, Asia juga membentuk Asean Political Community. AEC diharapkan terjadi mobilitas antar negara asia. Implikasinya terhadap kawasan terbuka dalam ketenagakerjaan. Dalam konteks ekonomi, Indonesia adalah pasar sehingga banyak yang ingin bekerjasama dengan Indonesia. Sekarang, bagaimana Indonesia jg maju, jangan sampai jadi tamu di negara sendiri. Kuncinya ada 2, yaitu mahasiswa harus ber-qualitative learning orientation dan menjalin networking.” (dian)

Ditinjau dari sisi pendidikan, ilmu bisa diperoleh dengan cara bertanya baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Prof. Warsono, Rektor UNESA menyebutkan, “Akal digunakan untuk berpikir secara deduktif. Sains dan bahasa adalah sarana untuk mengkomunikasikan ide kepada orang lain untuk menghasilkan output yan berkarakter.”

Bagaimana cara bertanya, Warsono menyampaikan agar kita menggunakan pertanyaan 5W 1H. Ilmu adalah sebab akibat sehingga menjadi sumber analisis, how menyelesaikan permasalahan dengan menggunakan akal dan mnghasilkan pengetahuan baru. “Masalah yang sering muncul dalam proses belajar mengajar adalah siswa malas bertanya sehingga membuat pemikiran mereka tidak kritis dan analitik. Agar siswa bertanya, guru dapat menstimulus dengan pertanyaan-pertanyaan sebelum memulai pembelajaran. Guru bertanya terlebih dahulu di setiap pertemuan dengan metode ekspositori sehingga merangsang pikiran untuk berkembang.” Ungkap Rektor UNESA sebelum mengakhiri sesi paparannya. (dian)

1

Satu Jam Lebih Dekat dengan UMSIDA melalui Talk Show di Radio Suara Muslim

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) merupakan salah satu kampus unggulan di Jawa Timur, terletak di kota Sidoarjo propinsi Jawa Timur. Lokasinya sangat strategis berada di dekat bandara Juanda, dekat stasiun, terminal, pusat perbelanjaan dan berbagai macam Usaha Kecil Menengah, menjadikan UMSIDA sebagai kampus berbasis intelektual dan diterima masyarakat kecil dan menengah.

Melalui talk show pada 19 April kemarin, UMSIDA Memberikan informasi kepada para sabahat muslim tentang penerimaan mahasiswa baru, prestasi UMSIDA secara institusi yang telah terakreditasi B, prestasi webometric kelas dunia, prestasi dosen dan mahasiswa baik tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, UMSIDA juga memberikan peluang kepada mahasiswa untuk kuliah yang tidak hanya meningkatkan keilmuan saja namun juga keislaman. Semua itu adalah pelayanan terbaik UMSIDA untuk mewujudkan masyarakat islam berkemajuan. (dian-humas)

1

Tapak Suci Open Tournament

Turnamen Tapak Suci diselenggarakan pada 13 hingga 17 April lalu membuka rangkaian kompetisi UMSIDA Fair Open 2016. Acara yang diselenggarakan di Auditorim SMAMDA ini diikuti oleh siswa SD, SMP, dan SMA se Jawa Timur. Turnamen yang bertemakan “Kembangkan Kreativitas, Tumbuhkan Sportivitas dalam Jalinan Persaudaraan” ini dikategorikan dalam beberapa usia yaitu usia dini, pra remaja, remaja, dan dewasa.

Para peserta tampak antusias mengikuti ajang kompetisi ini, semua ingin menjadi pemenang. Memenangkan tapak suci merupakan kebanggaan tersendiri bagi putra-putri Muhammadiyah. Kejuaraan Tapak Suci “Umsida Fair Open 2016” resmi ditutup oleh  Pendekar Hary Purnomo selaku Pimpinan Wilayah Tapak Suci Putera Muhammadiyah pada hari Minggu, 17 April lalu. Turnamen tersebut diikuti oleh sebanyak 631 peserta,  dengan empat kategori yang dipertandingkan. Diantaranya kategori usia dini (SD) diikuti oleh 263 peserta, kategori pra-remaja (SMP) diikuti oleh 146 peserta dan kategori remaja (SMA/MA/SMK) diikuti oleh 175 peserta, serta kategori dewasa yang diikuti oleh 47 peserta.

upl2

Sambutan Rektor UMSIDA pada Launching Desa Melangkah

Universitas Muhammadiya Sidoarjo (UMSIDA) tak henti-hentinya berfikir dan bekerja keras untuk kemajuan bangsa Indonesia. Penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi sangat dijunjung tinggi oleh segenap civitas akademika untuk menjadikan UMSIDA menjadi kampus bertaraf internasional. Tidak hanya penerapan dan pengembangan pendidikan/pengajaran dan penelitian saja, UMSIDA menunjukkan kepeduliannya terhadap perkembangan potensi masyarakat secara menyeluruh di kabupaten Sidoarjo melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ke-tiga yaitu pengabdian pada masyarakat.

Kali ini UMSIDA mewujudkan sebuah program percontohan nasional dengan cara memberdayakan masyarakat desa untuk bisa mengembangkan potensi di desa masing-masing agar lebih dikenal oleh masyarakat domestik dan mancanegara melaui program “Desa Melangkah” yang dilaunching pada 30 April pekan lalu. Rektor UMSIDA mengungkapkan bahwa beliau yakin program Desa Melangkah ini akan berdampak besar bagi kemajuan desa. Oleh karena itu, pihak UMSIDA akan membantu mengembangkan potensi desa karena ini merupakan bentuk pengabdian UMSIDA pada masyarakat membentuk desa berkemajuan. “Perguruan Tinggi tidak hanya berkutat pada teori, tapi juga langsung terjun ke masyarakat. Desa Melangkah merupakan pengabdian kami terhadap masyarakat,” terangnya dalam sambutan Launching Desa Melangkah.

Beliau mengajak semua desa untuk bergabung dalam program Desa Melangkah. Jika semua desa di kota Delta bergabung, akan terjadi lompatan besar akan perkembangan potensi desa dari berbagai aspek kehidupan, “Akan menjadi desa berkemajuan.” (dian)

 

 

Umsida1

UMSIDA Launched Desa Melangkah Program with the Regent of Sidoarjo and Governor of East Java

Sullamul Hadi Nurmawan, Wabup Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin, Staf Ahli Kemendes PDTT Lili Romli, dan Wagub Jatim Saifullah Yusuf saat launching Desa Melangkah.

Kementrian Desa, Pembangunan Daerah tertinggal, dan Transmigrasi  (Kemendes PDTT) mengapresiasi program kerja Desa Melangkah yang diprakarsai oleh UMSIDA bekerja sama dengan Jawa Pos dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Program tersebut dilaunching pada Rabu, 30 April 2016 lalu di Pendapa Delta Wibawa Sidoarjo.

Staf Ahli Menteri bidang hubungan antar lembaga Kemendes PDTT, Dr. Lili Romli, mengapresiasi program tersebut sebagai bentuk terobosan dan sinergi luar biasa, “Selama ini belum ada sinergi dari tiga komponen untuk bersama-sama membangun desa. Ini bisa menjadi contoh daerah lain,” ungkapnya penuh bangga terhadap UMSIDA sebagai akademisi, Jawa Pos sebagai media dan Pemkab Sidoarjo sebagai pengembang desa. Kemendes PDTT juga akan membantu menyediakan teknologi terapan yang bisa dimanfaatkan desa untuk terkoneksi dengan jaringan pemasaran desa online agar Desa Melangkah dapat terlaksana secara maksimal. (dian)

3

Perjalanan tim balap UMSIDA ke IMEI Filipina

Tiga belas mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) mengikuti ajang balap mobil international bergengsi Shell Eco Marathon di Luneta Park, Manila, Filipina selama satu minggu di bulan Maret lalu. Penuh kebanggaan, tim balap UMSIDA adalah satu-satunya tim dari Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia yang berangkat ke Filipina mengalahkan PTS ternama lainnya. Delapan dari tigabelas mahasiswa tersebut adalah Vendik Setyawan, Sugeng Setyawan, Ahmad Muharya, Yoga Hardianto, Riski Amin Santoso, Rosy Achmad Haris, Muhammad Farid, dan Hevy Qurrotul A.R. (tim internal yang berusaha meloloskan dan menjaga kelancaran mobil di dalam paddock), sedangkan lima yang lain sebagai anggota pendukung adalah Miftachur Rifki Antoni, Fazal Muttakun, Wahyu Herlambang, Mafatihul Akbar dan Achmad Ubaidillah (tim eksternal yang bertugas sebagai pengawas membeli komponen di daerah manila).

Ketigabelas mahasiswa tersebut bersatu padu bersaing untuk memenangkan Shell Eco Marathon 2016. Tak hanya balapan, Shell Eco Marathon juga memperlombakan mengenai efisiensi, teknologi dan bahan bakar alternatif. Masing-masing tim didampingi oleh ambassador atau panitia pendamping yang membantu setiap kesulitan tim.

Meeting pertama untuk strategi pelolosan sampai kemenangan pun dilakukan berbekal keyakinan kita mulai ulas satu persatu strategi yang kita susun di Indonesia untuk menyamakan konsep dan situasi sebenarnya dilapangan, dengan berbekal informasi yang diperoleh dari setiap individu dari team internal dan eksternal kita mulai mengkaji setiap kemungkinan dan jalan buntu dari kemungkinan itu sendiri, dengan perdebatan yang keras dan sempat memanas karena pressure yang begitu tinggi dari mental anggota tim akhirnya tercapailah kata mufakat pada 3 Maret pada pukul 00.00 WIB, “BAGAIMANAPUN CARANYA BESOK KITA HARUS BISA DUA KALI RACE,” ujar sang driver Vendik Setyawan dan Yoga Hardyanto selaku mekanik.

 

paksri

Kaprodi Magister Manajemen PPs UMSIDA Menjadi Invited Speaker di Thailand

Ketua Program Studi (Kaprodi) Magister Manajemen Program Pascasarjana (PPs) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) Dr. Sriyono, MM. Diundang sebagai pembicara dalam seminar international di Rajamangala University of Technology Krungthep (RMUTK) Thailand pada 2 Maret lalu. Beliau menyampaikan materi tentang Monetary system in Indonesia.

Dalam seminarnya, beliau menyampaikan bahwa sejarah pentingnya tata kelola perusahaan di Indonesia dimulai setelah krisis moneter melanda di kawasan Asia-Pasifik pada tahun 1997. Beliau menekankan bahwa engembangan dan keberlanjutan pasar modal terkait dengan kualitas praktek tata kelola perusahaan dan standar-standar yang berlaku.

Tentunya, seminar internasional ini sangat bermanfaat tidak hanya untuk mahasiswa dan dosen UMSIDA namun juga untuk mahasiswa dan dosen RMUTK Thailand. Seminar internasional ini mampu meningkatkan pengetahuan tentang ekonomi dan rencana bisnis baik di Indonesia maupun Thailand. Selain itu, kedua belah pihak dapat melakukan wawancara langsung dengan ahli dan mendiskusikan masalah, menambah wawasan dan pengetahuan di bidang ekonomi, bisnis, peluang, pola pikir dan pendidikan serta open minded terhadap hal baru. (dian)

updrsigit

Berani Tembus Batas: Raih Penghargaan Penyaji Terbaik Tingkat Nasional

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) tentu sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh dosen sekaligus dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ini. Bagaimana tidak, Dr. Sigit Hermawan, S.E., M.M., meraih penghargaan untuk kelima kalinya setelah berbagai penghargaan sebagai penyaji terbaik dan the best paper mulai tahun 2011 sampai 2015. Kali ini Dr Sigit, begitu sapaannya, berhasil meraih penghargaan sebagai Penyaji Terbaik Seminar Hasil Penelitian Kompetitif Nasional (Skema Fundamental) Yang Telah Selesai Tahun 2015 pada 24 Februari 2016 lalu di Hotel Savana Malang. Penelitian yang berhasil mengantarkan beliau menjadi penyaji terbaik tersebut berjudul “Integrasi Intellectual Capital dan Knowledge Management sebagai Srategi Baru di Era Knowledge Economy”. Penelitian tersebut telah dilakukan selama 2 tahun, mulai 2014 hingga 2015.

Dr. Sigit mengaku bahwa ide penelitian terinspirasi oleh aset-aset saat ini yang berwujud mesin & peralatan lain telah kalah oleh peran aset tak berwujud seperti nama baik, barang image, dan brand product dalam. “Contoh paling mudah adalah orang suka minum kopi di starbuck bukan karena mesin kopinya hebat tapi karena brand image dan brand product starbuck sangat tinggi. Minum di starbuck bukan hanya urusan minum kopi tapi sudah menjadi kebanggaan. Itulah yg disebut dengan aset tak berwujud atau intangible asset yg intellectual capital berada di dalamnya,” klarifikasi beliau.

Prestasi sebagai penyaji terbaik adalah keberhasilan Dr. Sigit yang telah menyelaraskan hasil penelitian dengan tujuan penelitian, serta luaran penelitian yang dihasilkan amat bagus, menarik dan sesuai dengan target Pendidikan Tinggi (Dikti). Ketika kebanyakan peneliti hanya menghasilkan tiga hingga empat luaran saja, Dr. Sigit menembus batas tersebut dengan menghasilkan lima luaran penelitian yaitu Proceeding Seminar Internasional di Penang Malaysia, Artikel di jurnal terakreditasi Dikti, Buku Ajar, HAKI berupa ciptaan dan artikel di jurnal terindeks scopus. Kelima luaran itulah yang membawa Dr. Sigit pada prestasi penyaji terbaik tingkat nasional dengan hasil optimal menurut standar penilaian Dikti. (dian

 

up2

Perbankan Syariah UMSIDA: Tujuh MOU Dalam Sehari

Program Studi (prodi) Perbankan Syariah Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) baru dibuka pada tahun 2014 dan sudah menunjukkan kemajuan pesat. Bagaimana tidak, prodi yang baru memiliki dua angkatan ini menyelenggarakan Seminar Nasional pada 19 Februari 2016 diikuti dengan penandatanganan kesepakatan bersama dengan enam institusi pelaku perbankan syariah di Jawa Timur. Kegiatan tersebut diselenggarakan di aula kampus satu UMSIDA.

speakers

Ketujuh pihak yang melakukan penandatanganan kesepakatan bersama tersebut adalah UMSIDA, Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Indonesia (BI) Jatim, Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS) Sidoarjo, Bank Bukopin Syariah Sidoarjo, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jatim, dan MASEI. Pengembangan dan akselerasi program studi Perbankan Syariah yang termasuk dalam kerjasama tersebut meliputi magang kerja bagi mahasiswa program studi Perbankan Syariah, pelatihan dan workshop bagi karyawan bank syariah, penyediaan tenaga kerja bank syariah yang sudah terstandarisasi sesuai kebutuhan para pihak, penempatan dana funding dan pembiayaan, pemanfaatan jasa dan layanan perbankan dalam pengembangan program studi Perbankan Syariah.

peserta

Kesepakatan ini diyakini akan menguntungkan semua pihak dan tentunya sangat bermanfaat bagi kemajuan mahasiswa prodi Perbankan Syariah. Mahasiswa dapat memilih tempat magang sesuai dengan keahlian masing-masing di bank yang termasuk dalam kerjasama itu. Hal ini akan membantu para calon lulusan prodi Perbankan Syariah nantinya untuk memperoleh pekerjaan dengan mudah dan cepat bahkan sebelum mereka lulus. Sedangkan bank syariah yang bersangkutan pun juga akan diuntungkan karena memiliki karyawan terbaik yang ahli di bidangnya.

Diantara narasumber yang mengisi acara tersebut adalah Bapak Yason Taufik Akbar dari Bank Indonesia, beliau menjelaskan secara gamblang sistem keuangan syariah kepada para peserta seminar yang terdiri dari 300 mahasiswa dan umum. Selain itu, melalui seminar nasional tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional baik dari landasan maupun sistemnya. (dian)