IMG-20171029-WA0020

Tingkatkan Motivasi dengan Teknik Hipnosis

Minggu (29/10), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi mengadakan seminar Hypnotherapy dengan tema “Hypnosis A Self Improvement” yang diadakan di Aula K.H. Ahmad Dahlan lantai 7 Gedung E. Seminar dimulai pukul 08.00 hingga 12.00 dan dihadiri kurang lebih 400 peserta. Acara ini dibuka oleh Ibu Nur Habibah, M.Si., M.Psi.Psikolog. yang merupakan salah satu dosen Psikologi UMSIDA. Kemudian dilanjutkan pemaparan materi dari Bapak Danang Baskoro selaku dokter konseling di Rumah Sakit Menur Surabaya.

Motivasi sangat diperlukan untuk maksud dan tujuan keinginan seseorang. Dan hal ini merupakan salah satu hal yang paling esensial dalam kehidupan. Motivasi juga dapat dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal.

Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk bisa mendapatkan motivasi dalam hidupnya. Salah satunya adalah dengan mengikuti seminar hypnotherapy. “Kami mengadakan seminar hypnotherapy agar para peserta khususnya mahasiswa dapat memotivasi dirinya sendiri dengan teknik hipnosis dan lebih paham tentang dunia hipnosis” pungkas Anggie selaku ketua pelaksana seminar.

20171029_215938

Acara lebih terkesan menarik karena ada praktek langsung tentang hipnosis yang diadakan oleh Bapak Danang Baskoro. Sehingga para peserta antusias untuk mencoba praktek di hipnosis secara individu. Seminar ini turut dimeriahkan Grup Vocal Ethical Symphony yang membawakan lagu kebanggaannya dengan judul “Hymne Psikologi UMSIDA”.(yulva/ni’ma)

IMG-20171029-WA0023

Mahasiswa Psikologi UMSIDA Kembangkan Eksistensi dengan Meraih Juara Satu Psychofotography

Fakultas Psikologi mengharumkan nama UMSIDA di ajang olimpiade psikologi yang di selenggarakan oleh HIMPSI pada tanggal 27-28 oktober yang di gelar di yogyagkarta. Olimpiade yang diselenggarakan selama dua hari ini di hadiri oleh 19 PTN dari seluruh Indonesia. Ada sekitar 11 kategori yang diperlombakan dalam olimpiade tersebut.

Fakultas psikologi UMSIDA mendelegasikan tiga mahasiswa terbaiknya dalam ajang ini, dua orang untuk psychoposter dan satu orang untuk mengikuti lomba psychophotography. Mereka tidak tidak mengira bahwa mereka akan pulang dengan membawa sebuah kabar baik, sekaligus pencapaian besar dalam tingkat nasional. Kabar gembira itu datang dari salah satu kategori yang diikuti, yaitu psychophotography yang mengantarkan Ahmad Mas’udi Fitroh menjadi juara satu dalam olimpiade.

IMG-20171029-WA0022

Mas’udi tidak menyangka jika ia menjadi juara pertama, ia pun sempat pesimis ketika melihat jepretan dari peserta lain yang tak kalah bagusnya. Pemuda kelahiran 13 april yang saat ini sedang menempuh pendidikan psikologi semester 7 di UMSIDA tersebut mengatakan UI dan UGM merupakan lawan terberatnya selama ajang itu di gelar. Padatnya jadwal lomba yang di gelar di dua tempat tersebut membuatnya harus bekerja lebih keras, peserta psychophotography diharuskan datang tepat pukul 6 pagi di Universitas Mercubuana Yogyakarta sedangkan perlombaan sendiri berakhir tepat pukul 10.

Tema Harmony In Divercity menjadi tantangan dalam ajang ini, ia mengatakan jika sempat merubah konsep sebelum akhirnya ia memutuskan untuk memakai Unity in Harmony dalam konsep fotonya yang kedua. Berbekal dari keberagaman Indonesia Mas’udi mengatakan bahwa dengan keberagaman kita akan menjadi satu. Mungkin itu yang menjadi point utama karya fotografinya. Ia menganggap itu sebagai lomba yang biasa namun tetap memberikan yang terbaik pada waktu yang tepat agar tidak merasa terbebani dengan beratnya lomba yang ia ikuti. Pemuda yang mulai mengasah bakatnya di bidang fotografi sejak lulus SMA tersebut juga mengatakan bahwa keputusannya menampilkan sesuatu yang berbeda dalam karyanya tidak salah, dengan berbekal kemahiran memainkan teknik pengambilan gambar, kenaturalan sebuah objek foto serta nilai seni yang tinggi, Mas’udi tampil berbeda dari yang lain. Ia merasa itu adalah salah satu alasan kenapa saat penjurian, juri betah berlama- lama memandang fotonya dari pada peserta lain sehingga mengantarkannya menjadi juara satu. Ia juga menambahkan bahwa konsep saja tidak akan menjadi apa-apa dalam dunia photografi jika tidak diimbangi dengan teknik pengambilan gambar yang baik dan tetap mempertahankan nilai seni asli dari objek foto tersebut.

IMG-20171029-WA0025

Tanggal 28 oktober merupakan hari yang sakral bagi dirinya dan tentunya Fakultas Psikologi UMSIDA, ketika berhasil mengharumkan nama UMSIDA di hadapan universitas-universitas negeri lainnya. Berharap dengan adanya pecapaian ini akan lahir para juarawan juarawan psikologi universitas muhammadiyah sidoarjo yang lainnya di ajang nasional selanjutnya.

IMG-20171029-WA0024

Ia berterimakasih atas respon positif yang di berikan kepadanya melalui lomba ini, tanpa doa semua orang pencapaian ini tidak akan bisa dimiliki. Ia berpesan agar mahasiswa yang lain tidak takut dan malu untuk berkarya. Dengan karya tersebut mahasiswa akan bermanfaat bagi semua orang, terutamanya adalah bisa bermanfaat dan mengharumkan nama universitas. Untuk kedepannya, ia tidak akan berhenti berkarya dan membagi ilmunya kepada junior- juniornya. (lintang/mutiara)

20171028_214423

Kreatif Berbisnis dalam Menghadapi Tantangan Perkembangan Zaman

Seminar biasanya memiliki fokus pada suatu topik yang khusus, di mana mereka yang hadir dapat berpartisipasi secara aktif. Seminar seringkali dilaksanakan melalui sebuah dialog dengan seorang moderator seminar, atau melalui sebuah presentasi hasil penelitian dalam bentuk yang lebih formal. Sistem seminar memiliki gagasan untuk lebih mendekatkan mahasiswa kepada topik yang dibicarakan. Di beberapa seminar dilakukan juga pertanyaan dan debat. Seminar memiliki sifat lebih informal dibandingkan sistem kuliah di kelas dalam sebuah pengajaran akademis.

Sabtu (28/10), Seminar “Bisnis Kreatif Di Era Revolusi Industri 4.0” diselenggarakan di aula KH. Ahmad Dahlan lantai 7 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis. “Acara yang dibuka dengan penampilan musikalisasi puisi oleh santri dari ponpes An – Nur Kabupaten Sidoarjo ini bertujuan agar mahasiswa dapat menciptakan peluang bisnis dan tidak mudah tergilas oleh perubahan zaman”, tutur Ibu Ravita Hanun, SE,. MA selaku ketua IKAFE.

Acara ini dibuka oleh Bapak Dr. Hindarto, S.Kom,. MT selaku wakil rektor III, kemudian dilanjutkan dengan pemateri Bapak Drs. Moh. Sulthon, MM dan Bapak Wahyu Eko Pujianto, SE,.MM. “Di Era Revolusi ini mahasiswa tidak hanya butuh materi melainkan juga sebuah kreativitas untuk menjalankan kehidupannya setelah kuliah. Sekolah tinggi tidak menjamin kesuksesan dalam hal berbisnis melainkan sebuah komitmen dan tanggungjawab dalam hal inovasi akan menjadi tonggak bisnis agar tidak mudah tergilas dengan perkembangan zaman”, tutur Bapak Drs. Moh. Sulthon, MM”.

20171028_214501

Bapak Wahyu Eko Pujianto, SE,.MM juga mengatakan bahwa menjadi seorang pembisnis harus bisa memegang resiko yang ada, tidak hanya mengandalkan profit yang ia dapat tetapi harus mau menanggung kerugian dalam sebuah bisnis. Di era milenial ini mahasiswa harus mampu menuntut dirinya untuk selalu mengembangkan skill yang ia punya baik soft skill maupun hard skill.

Menjadi seorang pengusaha harus memiliki dedikasi, determinasi, dan mampu berbeda dengan orang lain. Perubahan pola pikir menjadi dasar untuk berkembangnya sebuah ide dalam suatu bisnis, menjadikan dunia ini dalam genggaman kita dan bersahabat dengan teknologi,“ pungkas Bapak Drs. Moh. Sulthon, MM”.(mega/mutiara)

IMG-20171025-WA0028

Persiapan Ethical Symphony untuk Seminar BEM Psikologi

Paduan suara juga mencakup kelompok vokal (vocal group). Paduan suara biasanya dipimpin oleh seorang dirigen atau choirmaster yang umumnya sekaligus adalah pelatih paduan suara tersebut. Umumnya paduan suara terdiri atas empat bagian suara (misalnya sopran, alto, tenor, dan bas), walaupun dapat dikatakan bahwa tidak ada batasan jumlah suara yang terdapat dalam paduan suara. Selain empat suara, jumlah jenis suara yang paling lazim dalam paduan suara adalah tiga, lima, enam, dan delapan. Bila menyanyi dengan satu suara, paduan suara tersebut diistilahkan menyanyi secara unisono.

Paduan suara dapat bernyanyi dengan atau tanpa iringan alat musik. Bernyanyi tanpa iringan alat musik biasanya disebut sebagai bernyanyi acappella. Bila bernyanyi dengan iringan, alat musik pengiring paduan suara dapat terdiri atas alat musik apa saja, satu, beberapa, atau bahkan suatu orkestra penuh.

Ethical Symphony adalah sebuah kegiatan yang berada dibawah naungan BEM Fakultas Psikologi. Kegiatan ini berpacu dibidang suara atau bisa disebut vocal grup dimana menyanyi dengan diiringi musik gitar. Kegiatan ini diikuti mulai dari mahasiswa semester satu hingga tujuh. Setiap satu minggu dua kali selalu diadakan latihan rutin guna mempersiapkan suara yang matang untuk disetiap kegiatan. Latihan rutin diadakan setiap hari rabu dan sabtu pukul 15.00 di sekertariatan BEM Psikologi. Anggota Ethical Symphonyberjumlah sekitar 16 orang.

Tujuan diadakan kegiatan ekstrakulikuler Ethical Symphony ini adalah untuk mengembangkan bakat-bakat mahasiswa fakultas psikologi dalam bidang suara. “Dengan melalui kegiatan ini bakat mahasiswa psikologi dapat tersalurkan”, tutur salah seorang anggota Ethical Symphony. Agenda Ethical Symphony terdekat adalah mengisi di acara Seminar yang diadakan oleh BEM Fakultas Psikologi pada hari minggu besok. (yulva/mutiara)

20171022_100700

Pentingnya Konvergensi Media di Era Digital, LIK Muhammadiyah dan Korkom IMM Adakan Workshop

Era digital harus diimbangi dengan kesiapan Sumber Daya Manusia untuk memanfaatkan secara baik dan bijak. Apalagi jika mampu menciptakan produk – produk digital yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

Minggu (22/10), Lembaga Informasi dan Komunikasi (LIK) PW Muhammadiyah bekerjasama dengan korkom IMM UMSIDA menggelar Work Shop Produksi Audiovisual & Media Konvergensi. Acara yang berlangsung di Aula Ahmad Dahlan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai instansi Muhammadiyah.

20171022_100623

Suasana workshop berlangsung sangat santai namun tetap serius dan fokus dengan materi yang dipaparkan. Materi yang diberikan antara lain bagaimana teknik mengambil gambar/obyek yang baik seperti establish shot, long shot, medium shot, close up kemudian proses editing hingga publish ke media dan lain-lain. Namun tidak hanya pemberian materi saja, sesi kedua dalam workshop ini mengadakan praktek langsung

“Dengan adanya workshop produksi audiovisual  media konvergensi diharapkan bagi para peserta paham terhadap dunia jurnalistik dan broadcaster. Untuk hasil liputan yang baik dalam satu acara bisa jadi beberapa liputan, tergantung dar hasil foto dengan angel-angel yang menarik yang telah diambil.” Pungkas Nurudin selaku pemateri workshop. (ni’ma/mutiara)

IMG-20171019-WA0032

Ruang Kelas Rapi dan Bersih, Tercipta Pembelajaran Kondusif

Dalam dunia pendidikan ruang atau tempat belajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran. Ruang tersebut biasa disebut dengan ruang kelas. Ruang tersebut bisa didesain oleh guru atau anak didiknya menjadi suatu tempat yang nyaman untuk menimba ilmu. Hal ini bertujuan agar proses belajar kita bisa terfokus pada materi yang diajarkan. Selain itu, ruang kelas harus membuat anak didik betah/nyaman agar tidak bosan ketika proses pembelajaran sehingga kegiatan pembelajaran kondusif.

Seperti yang diterapkan pada fasilitas ruang kelas di kampus UMSIDA. Ruang kelas tertata rapi dan bersih. Selain itu, didalamnya terdapat banyak fasilitas yang menunjang proses pembelajaran seperti, white board yang terletak didepan mahasiswa sehingga terfokus oleh semua siswa, tempat duduk yang sudah menyatu dengan meja dan bisa dirubah sesuai kebutuhan materi dan ide guru, tersedia alat multimedia seperti proyektor untuk membantu proses belajar dalam hal presentasi, dan yang terakhir fasilitas internet yang pada masa sekarang sangat dibutuhkan tidak hanya mahasiswa/anak didik melainkan semua masyarakat.

Banyak mahasiswa yang betah/nyaman didalam kelas karena fasilitas-fasilitas tersebut. “Ruang kelas bersih, rapi, nyaman, dan suhu udara yang cukup sangat berpengaruh untuk pola piker mahasiswa dan mahasiswa pun banyak yang paham saat pemberian materi oleh dosen. Mahasiswa dapat menerima pembelajaran dengan baik prestasipun dapat diraih” pungkas salah satu mahasiswa UMSIDA. (tiara)

20171018_235743

Melihat Peluang Investasi Dalam Perkembangan Ekonomi

Investasi merupakan suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal. Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi).

Pertumbuhan ekonomi sangat bergantung dari investasi, sebagai motor penggerak. Dewasa ini banyak negara-negara yang melakukan kebijaksanaan yang bertujuan untuk meningkatkan investasi baik domestik ataupun modal asing, termasuk Indonesia. Hal ini dilakukan oleh pemerintah sebab kegiatan investasi akan mendorong pula kegiatan ekonomi suatu negara, penyerapan tenaga kerja, peningkatan output yang dihasilkan, penghematan devisa atau bahkan penambahan devisa.

(18/10) fakultas ekonomi dan bisnis mengadakan sosialisasi dan pelatihan di Aula K.H Ahmad Dahlan lantai 7 gedung FEB. Semua mahasiswa FEB semester 3 wajib menikuti sosialisasi tersebut dan dihadiri 347 mahasiwa, dengan pemateri pertama  Dewi Ratiwi Meiliza, SE., MM dan pemateri keduaPujo Setyo Basuki.”Acara ini diadakan  untuk kedepannya melatih mahasiswa lebih baik lagi dalam berinvestsi.” ujar  Rizky Eka Febriansah, SMB, MSM selaku ketua pelaksana.

Investasi dalam pembentukan modal tidak hanya meningkatkan faktor produksi atau pertumbuhan ekonomi, tapi juga dapat memberikan kesempatam kerja bagi masyarakat swhingga mengurangi pengangguran.

Suatu negara akan berkembang secara dinamis jika investasi yang dikeluarkan jauh lebih besar daripada nilai penyusutan faktor-faktor produksinya. Negara yang memiliki investasi yang lebih kecil daripada penyusutan faktor produksinya akan cenderung mengalai perekonlmian yang stagnasi.(yosi/farica)

IMG-20171018-WA0045

Melatih Mahasiswa Berinvestasi, FEB Adakan Sosialisasi Dan Pelatihan Pasar Modal

Kuliah umum memang penting diadakan untuk menambah wawasan mahasiswa selain wawasan yang didapat di bangku perkuliahan. Kali ini FEB adakan kuliah umum yang digelar di aula KH. Ahmad Dahlan lantai 7 FEB. Acara yang dihadiri mahasiswa prodi Akuntansi dan Manajemen dengan pemateri dosen FEB Dewi Ratiwi Meiliza, SE, MM dan Reliance dari Surabaya yaitu Bapak Pujo Setia Basuki.

Rizky Eka Febriansah, SMB, MSM selaku ketua pelaksana acara ini, menuturkan bahwa acara ini digunakan untuk melatih mahasiswa agar mempunyai keahlian dalam bidang bisnis khususnya dalam hal investasi. Berbagai Fasilitas yang diberikan oleh Universitas Muhammadiyah Sidoarjo diharapkan dapat digunakan sebaik – baiknya.

Tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi daripada tingkat inflasinya, Indonesia masih dalam keadaan aman untuk menginvestasikan dana di berbagai perusahaan. Investasi merupakan sebuah bukti masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi memperbaiki keadaan ekonomi yang mudah diguncangkan oleh berbagai polemik yang menimpa Indonesia, “tutur Dewi selaku pemateri pasar modal”.

Bapak Pujo Setia Basuki juga menjawab perbedaan persepsi antar ulama mengenai  hukum investasi dalam Islam, Menurutnya Investasi dalam Islam hukumnya boleh apabila dilandasi dengan ilmu yang dimiliki tentang hal itu, yang tidak diperbolehkan dalam Islam ialah berinvestasi menggunakan feeling tanpa memiliki ilmu yang pasti, hal itu sama saja dengan hukum berjudi.

Berinvestasi di pasar modal saham akan menyikapi hubungan masyarakat yang sebenarnya dengan uang. Investasi adalah guru yang keras, disiplin, lincah, dan kejam dari karakter manusia. Setiap ketamakan yang ditunjukkan oleh manusia dengan cepat akan dikoreksi oleh kerugian dalam pasar. Setiap keraguan dengan cepat akan dihancurkan oleh hilangnya kesempatan. Setiap kesalahan dalam penilaian akan dengan cepat memperbesar kerugian. Disiplin dan kemampuan memprediksi merupakan kunci dari permainan saham di pasar modal. (mega/mutiara)

 

IMG-20171016-WA0012

UKM Tapak Suci UMSIDA Sukses Raih 3 emas, 7 perak, dan 3 perunggu

Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah atau disingkat Tapak Suci, adalah sebuah aliran, perguruan, dan organisasi pencak silat yang merupakan anggota IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Tapak Suci berasas Islam, bersumber pada Al Qur’an dan As-Sunnah, berjiwa persaudaraan, berada di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi otonom yang ke-11.

UKM Tapak Suci UMSIDA bertarung di ajang  “Yogyakarta Championship II tahun 2017”. Pertarungan yang diikuti 3300 peserta dengan 400 kontingen dari seluruh Indonesia yang berlangsung di Sportarium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada 14-15 Oktober 2017.

Lagi lagi dan lagi perwakilan Tapak Suci UMSIDA berhasil menorehkan prestasi dalam  ajang tersebut dengan mengumpulkan 3 emas, 7 perak dan 3 perunggu.

UKM Tapak Suci menurunkan 13 orang perwakilannya untuk mengikuti perlombaan. Seluruh perwakilan dapat meraih juara sehingga Tapak Suci UMSIDA mendapatkan Juara Umum Peringkat III.

IMG-20171016-WA0012

Berikut daftar pemenang “Yogyakarta Championship II tahun 2017” dari Tapak Suci UMSIDA :

Juara 1
Afrizal Abu Bakar (tanding 67 pa)
Dya Ainur M (tanding 48 pi)
Rizky Sandra O (seni ganda putri)

Juara 2
Ahmad Rofi’uddin (tanding 57 pa)
Farid Bilal (tanding 76 pa)
Ali Fachmi (tanding 59 pa)
M. Nasyith W (tanding 63 pa)
Dwi Nur A (tanding 58 pi)
Abdi Zamroni (tanding 52 pa)
Deky Permana (seni tunggal pria)

Juara 3
Ahmad Fadhli (tanding 48 pa)
Masafawee Brohem (tanding 54 pa)
Elly Setiawan B (tanding 53 pa)

Kemenangan yang diraih tidak serta merta didapatkan begitu saja. Namun latihan dengan gigih terus dilakukan. “Untuk persiapan tanding ini membutuhkan waktu 1 bulan untuk latihan dan 1 hari latihan bersama di SMANOR. Tentunya proses tidak akan menghianati hasil. Dengan latihan serius kami bisa membuahkan hasil yang maksimal”. Pungkas Dwi Nur salah satu pemenang Yogyakarta Championship II. (ni’ma/mutiara)

IMG-20171016-WA0003

Bank Indonesia Menobatkan Mahasiswi UMSIDA sebagai Duta Ekonomi Syariah Favorit

Bank Indonesia (BI) akan kembali menyelenggarakan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF). Dalam menyambut perhelatan ISEF 2017, Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur beserta Bank Indonesia Malang, Kediri dan Jember menggelar rangkaian Road to ISEF 2017 di empat kota yaitu Surabaya, Malang, Kediri dan Jember mulai 6 Oktober sampai 28 Oktober 2017.

Berbagai kompetisi bernuansa syariah dan Islami digelar dan dapat diikuti oleh masyarakat Jawa Timur. Kompetisi yang digelar antara lain, pemilihan duta ekonomi syariah, lomba da’i cilik, kompetisi pengusaha muda syariah, lomba kesenian daerah Islami, dan lomba kaligrafi dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Program Studi Perbankan Syariah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo terus meningkatkan eksistensinya dengan mengikuti kompetisi duta ekonomi syariah dengan mendaftarkan 5 mahasiswa Perbankan Syariah. Dari 100 peserta Izza Syafira Amalia berhasil memasuki babak 10 besar dan terpilih sebagai duta ekonomi syariah favorit dari voting dan penilaian juri.

IMG-20171016-WA0002

Kesuksesan dalam beberapa tahap tes yang dilakukan Izza seperti tes tulis, wawancara, photosesion dan berjalan di atas catwalk tidak lepas dari peran keluarga, dosen dan teman-teman yang turut andil dalam perjalanan Izza. Semua persiapan serba dadakan tapi berkat kerja keras dan do’a semuanya berjalan lancar.

Izza sendiri merupakan finalis termuda dalam kompetisi yang diadakan di Grand City Surabaya. “Menjadi duta ekonomi syariah terfavorit memang pencapaian yang baik tapi bukan menjadi pemuas untuk diri saya sendiri, menjadi duta ekonomi syariah terfavorit merupakan tolak ukur saya saat ini, agar bisa menjadi lebih baik lagi untuk kedepannya, saya bersyukur atas pencapaian saya tapi saya tidak akan berpuas diri dan akan memperbaiki diri”. Pungkas  Izza mahasiswi Perbankan Syariah. (mutiara)