IMG_20171012_105657_416.JPG

Mengeskplor Bakat dengan Menulis

Mahasiswa, identik dengan tugas dan tampil di depan kelas saat melakukan sebuah presentasi. Mahasiswa juga identik dengan berbagai macam kegiatan kampus baik yang ada di luar maupun di dalam fakultas masing- masing. Tentunya dengan serangkaian aktivitas tersebut akan menambah pengalaman dan kemampuan para mahasiswa. Namun pernahkah kita berpikir mengenai hal lain yang juga tak kalah pentingnya dari kedua hal tersebut? adakah yang mampu menjawab?

BERKARYA. Kenapa harus berkarya?

Tujuan utama kenapa seseorang harus berkarya adalah tentunya bukan hanya untuk tujuan eksistensi diri, meskipun hal itu juga diperlukan namun dalam batasan yang sewajarnya. Ketika seseorang berkarya ia akan mampu mengeksplor dirinya serta bakat yang ia miliki, melalui berkarya seseorang dapat menuangkan setiap idenya. Dan masih banyak lagi yang mendasari kenapa mahasiswa juga perlu berkarya selain berkuliah.

Sebagai contoh yang terlihat pada gambar, Desy Ari di sisi Kiri dan Zahrotin Prasetiyana di sisi kanan merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi semester 3 UMSIDA yang mulai memacu diri mereka untuk berkarya. Sudah berbagai event maupun perlombaan dalam bidang kepenulisan yang telah mereka ikuti.

Dalam tahun pertama mereka, mereka sudah berhasil membubuhkan nama mereka dalam sebuah antologi cerpen bersama belasan penulis dari berbagai daerah melalui event – event menulis yang telah mereka ikuti.

Bagi mereka dengan berkarya mereka akan bisa membuktikan kemampuan mereka sehingga potensi dalam diri akan teroptimalkan. Mereka juga ingin menjadikan hidup mereka lebih berarti dengan mulai berkarya, setiap karya yang tercipta ketika sampai pada setiap orang akan menjadi nilai plus terutamanya ketika karyanya itu dirasa bermanfaat bagi pembaca.

Tentunya bukan hal yang mudah ketika harus membagi jam antara kuliah dan berkarya, karena tidak semua mahasiswa dapat melakukan hal tersebut. Kunci agar semua berjalan imbang adalah menyelesaikan setiap tugas kampus sebelum mereka memulai untuk merangkai kata. Namun mereka terbiasa menuliskan sebuah cerita yang tiba- tiba muncul, karena inspirasi akan didapatkan dimanapun dan kapanpun.

Mereka berpesan kepada seluruh mahasiswa agar tidak takut untuk berkarya dan menunjukkan potensi yang terpendam dalam diri. Mencoba walau gagal lebih baik jika dibandingkan dengan tidak mencobanya sama sekali.

Zahrotin Prasetiyana menambahkan sebuah kalimat bijak yang ia ambil dari salah satu tokoh dunia terkenal,

“Saat gagal, kamu hanya perlu memulai lagi dengan cara yang lebih cerdas.”

Henry Ford

“Dalam kondisi apa pun tetaplah berkarya, selagi terdapat kemauan keras untuk berubah dan menjadi sukses.” tegas Desy. (lintang/mutiara)

IMG_20171012_105657_416.JPG

 

IMG-20171015-WA0021

IMM Komesariat Ekonomi Adakan PIQU (Pintar AL-Quran)

Membaca Al-Quran adalah salah satu perintah Allah bagi umat Muslim di seluruh dunia. Namun, dengan berkembangnya zaman kegiatan membaca Al-Quran ini sering ditinggalkan. Hari ini(15/10), IMM komisariat ekonomi melaksanakan salah satu program kerja dari bidang tabligh yakni PIQU (Pintar Al-Qur’an). Acara ini dilaksanakan di ruang 403 gedung FEB dan dihadiri peserta sekitar 50 mahasiswa. Dengan adanya PIQU diharapkan mahasiswa lebih pandai dalam membaca al-Qur’an dan mengerti hukum bacaannya dan juga lebih sering mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Acara PIQU berjalan dengan baik dari awal hingga selesai acara. Peserta PIQU akan dites sama pembimbing untuk dimasukkan di kelasnya masung-masing sesuai dengan lancar atau tidaknya peserta dalam membaca al-Qur’an. “Acara diadakan dengan tujuan mahasiswa lebih mengerti hokum bacaan dari Al-Quran dan akan sering membacanya”, tutur salah satu panitia kegiatan PIQU. (yosi)

IMG-20171015-WA0021

IMG-20171015-WA0018

Belajar Pertahanan Diri Melalui Jujitsu

UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) adalah sebuah wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan minat dan bakat mereka. Selain dapat menyalurkan minat dan bakat, mereka juga bisa belajar berorganisasi dan bersosialisasi dengan orang baru. Di UMSIDA terdapat banyak UKM yang dapat menaungi mahasiswa, salah satunya UKM Jujitsu. UKM ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang gemar seni bela diri Jujitsu.

Banyak sekali manfaat yang bisa kalian dapatkan di UKM ini, seperti meningkatkan kesehatan fisik dan mental, membangun dan memperkuat rasa percaya diri, keseimbangan, meningkatkan kedisiplinan, melatih kejujuran dan belas kasih, meningkatkan stamina, energi, fokus dan konsentrasi yang berdampak positif pada prestasi akademik, belajar dan menguasai teknik-teknik bela diri, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Meskipun kesannya galak dan maskulin, tapi UKM ini juga memiliki banyak manfaat buat kalian. Ini sangat penting karena di sini kalian akan belajar teknik-teknik bela diri untuk menjaga dan mempertahankan diri. Banyak juga manfaat khusus buat cewek-cewek seperti, menurunkan tingkat stres, menurunkan berat badan, mengencangkan dan menyegarkan tubuh, membakar lemak dan masih banyak lagi.

IMG-20171015-WA0018

Kalian yang belajar karate di sini dibedakan lewat kemampuan dalam menghafal dan melakukan gerak yang maksimal. Maksudnya, tingkatan dibedakan oleh sabuk yang kalian pakai. Untuk mendapatkan tingkatan tersebut, kalian di haruskan mengikuti sesi ujian sabuk. Tingkatan ini terdiri tingkatan terendah yaitu sabuk putih, sabuk kuning, sabuk jingga, sabuk hijau, sabuk biru, sabuk coklat, dan sabuk hitam untuk tingkatan terting

Hari ini (15/10), UKM Jujitsu melakukan pertemuan rutin yang diisi latihan-latihan dasar bagi pemula. Sekitar 20 mahasiswa baru yang rata-rata merupakan pemula dalam Jujitsu sangat semangat dalam mengikuti pertemuan rutin ini. “Pertemuan rutin diadakan setiap hari sabtu dan minggu sore. Dalam pertemuan rutin, kita biasanya melatih para pemula untuk lebih menguasai teknik dari Jujitsu itu sendiri selebihnya akan dilakukan sharing antar anggota untuk menumbuhkan keakraban” ucap Feby selaku ketua umum UKM Jujitsu. (dyah/mutiara)

IMG-20171015-WA0020

ter1

Rektor UMSIDA kukuhkan 954 wisudawan

Wisuda ke-30 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sidoarjo diselenggarakan selama dua hari berturut-turut lantaran membludaknya jumlah wisudawan. Para mahasiswa semester akhir berlomba-lomba menyelesaikan skripsinya lalu mengikuti ujian dan pada akhirnya sampailah mereka pada perayaan kelulusan atau wisuda. Kali ini, Rektor Umsida Dr. Hidayatulloh mengukuhkan 954 wisudawan program Diploma, Sarjana dan Pascasarjana. Di hari pertama, rektor mewisuda 477 wisudawan dari fakultas teknik, fakultas hukum, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan Fakultas Ilmu Kesehatan. Sedangkan di hari kedua, rektor mewisuda 477 wisudawan dari Program Pascasarjana, Fakultas Agama Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Pertanian.

wsd1 wsd4

Pesan yang sangat mendasar namun sangat penting disampaikan oleh Majelis Dikti Litbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Sutrisno kpada para wisudawan adalah untuk selalu siap dalam pergeseran era, “Pergeseran era, dari era modern menuju era disrupsi atau era ketidakstabilan akibat perkembangan dunia modern, pergeseran uang dari uang kertas menuju uang digital, era disrupsi akibat dr perkembangan teknologi,” ujarnya saat memberikan Orasi Ilmiah pada wisuda ke-30 di Aula KH. Ar. Fachruddin Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

wsd wsd3

Sutrisno memperjelas bahwa dalam menghadapi tantangan di era disrupsi tentunya membutuhkan banyak bekal, “Karena itu wisudawan harus memiliki kedalaman pemahaman agama sebagai fondasi, kedalaman pemahaman kemampuan pengetahuan, dan ketrampilan serta harus menjadi sumber daya manusia yang berfikir diatas rata-rata karena pada akhirnya, mereka yang hanya berfikir linier dan standar akan tergilas,” pungkasnya. (dian)

IMG-20171008-WA0042

Perekrutan Anggota Baru, HIMAKSIDA Adakan Tes

Masa muda memang seharusnya diisi dengan berbagai macam kegiatan positif. Ya secara pemuda merupakan tulang punggung dari kemajuan bangsa ini.

Salah satu kegiatan positif yang bisa kita lakukan adalah berperan aktif di sebuah organisasi. Lewat organisasi, kita bisa banyak belajar, dapat banyak pengalaman, dan tentunya menambah relasi juga.

Sekarang ini sangat banyak organisasi pemuda yang bisa kita ikuti. Beberapa contoh yang ada di Indonesia saat ini antara lain Youth ESN (Youth Educator Sharing Network) dalam bidang pendidikan, KOPHI (Koalisi Pemuda Hijau di Indonesia) dalam bidang pelestarian lingkungan, YOT (Young On Top) yang tugasnya memotivasi para pemuda agar selalu bersemangat agar bisa mencapai sukses di usia muda, dan tidak jauh-jauh, HIMAKSIDA.

IMG-20171008-WA0044

Untuk bergabung di sebuah organisasi, kalian akan melalui beberapa step. Pertama, biasanya akan ada seleksi berupa berkas. Pengisian form pendaftaran yang berisi data diri secara umum, pertanyaan seputar hobi, keterampilan yang dimiliki, prestasi yang pernah diraih, pengalaman berorganisasi, alasan mengapa ingin bergabung dengan organisasi tersebut, dan lainnya.

Kemudian, biasanya ada juga organisasi yang tidak menggunakan form, tetapi meminta kandidat untuk mengirimkan CV (Curriculum Vitae) dan Portofolio. CV berisi data pribadi (nama, alamat, email, nomor handphone, dll), pendidikan, pengalaman kerja yang dimiliki, skill yang dimiliki, training yang pernah diikuti, prestasi, organisasi/kegiatan ekstrakurikuler/kegiatan kemasyarakatan yang pernah diikuti, dan sebagainya.

Sedangkan Portofolio merupakan kumpulan hasil karya yang pernah kalian kerjakan di masa lalu. Portofolio sangat penting bagi kalian yang memiliki bakat di bidang kreatif, misalnya desain grafis, desain web, jurnalistik, fotografi, dan lain lain.

Jika lolos, kalian akan dihubungi oleh organisasi tersebut untuk mengikuti Interview (Tes Wawancara) yang akan diadakan oleh mereka. Tetapi ada juga organisasi yang Open Recruitmen tanpa perlu Interview, tetapi hanya melalui seleksi berkas saja.

IMG-20171008-WA0043

Minggu (8/10) Hima Prodi Akuntansi UMSIDA mengadakan tes tulis dan tes wawancara untuk merekut kader baru dan yang nantinya terpilih akan mengikuti step lagi untuk menjadi anggota Hima yakni dengan mengikuti Latian Dasar Organisasi Mahasiswa. “Terima kasih untuk semua yang sudah berpartisipasi dalam acara ini semangat terus berorganisasi untuk memajukan HIMAKSIDA.” Pungkas Laras salah satu BPH HIMAKSIDA. (mutiara)

IMG-20171008-WA0007

Panthom sebagai Bahan Praktik sebelum Menangani Pasien

Kebidanan bukan hanya tentang bayi baru lahir dan ibu bersalin, namun kebidanan adalah tentang siklus hidup perempuan, mulai dari masa sebelum terbentuknya calon bayi, fase anak-anak dan remaja, fase wanita usia reproduksi, fase menjadi ibu, sampai fase menopause. Kita juga belajar tentang penyakit reproduksi perempuan. Dari perempuan untuk perempuan.

Tidak ada spesialisasi dalam jurusan kebidanan, karena jurusan ini sudah spesial: segala hal tentang perempuan.

Univeritas Muhammadiyah Sidoarjo memiliki berbagai Fakultas salah satunya yakni Fakultas Ilmu Kesehatan yang terdapat prodi D4 Analis Kesehatan dan D3 Kebidanan. Keunikan dan keseruan telah dilalui oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UMSIDA tidak hanya teori saja yang mereka dapatkan melaikan juga praktik dan terjun langsung ke masyarakat.

IMG-20171008-WA0007

Seperti halnya potret di atas menunjukkan bahwa mahasiswa sedang praktik keahlian seperti menyutik, konseling, dan sebagainya. Namun uniknya mereka membuat phantom sendiri untuk dibuat bahan praktik sebelum menangani  pasien.

Pembuatan phantom didampingi oleh dosen pembimbing dan tim laboran, alasan mereka membuat phantom agar kreatifitas mahasiswa dapat dikembangkan serta menggunakan alat kesehatan yang sudah tidak di pakai menjadi barang yang unik dan menarik. Seperti hasil enkapsulasi yang beasal dari alat-alat tajam yang dimasukkan dalam botol lalu di beri tanah, sedikit semen, dan sedikit air kemudian dapat ditancapkan hiasan bunga di dalamnya lalu tunggu hingga semen dalam botol mengering. Kreatifitas dan inovasi terus dikembangkan agar mahasiswa mampu memberikan prestasi terbaiknya untuk Universitas, Fakultas maupun lingkungan sekitar.(desiska/mutiara)

IMG-20171008-WA0041

Tidak Hanya Akting, Tarian juga Menjadi Andalan Teater Gedhek

Unit Kegiatan Mahasiswa atau UKM adalah kegiatan di luar perkuliahan untuk mengasah minat kamu. Berbagai UKM yang ada di universitas tentunya lebih banyak pilihan supaya kamu bisa mengeksplorasi kemampuan minat dan bakat kamu. Jangan sampai jadi mahasiswa kupu-kupu (red. kuliah-pulang kuliah pulang) karena kamu tidak akan mendapatkan yang namanya soft skill.

Soft skill ini bisa kamu dapatkan saat mengikuti kegiatan UKM atau organisasi. Salah satu UKM yang ada di kampus adalah Teater.  UKM teater Gedhek UMSIDA termasuk salah satu UKM yang digandrungi dan cukup populer karena sering eksis dengan setiap pementasan dan pertunjukannya.

Kenapa teater?

Ada anggapan kalau jadi anggota UKM Teater, kamu harus jago akting. Tidak juga sebetulnya karena ketika sudah bergabung di teater kamu bukan cuma belajar akting, tapi juga belajar tentang manajemen pementasan, belajar tari dan masih banyak lainnya

IMG-20171008-WA0037

Minggu (08/10) Teater Gedhek sedang melakukan pertemuan rutin dan kali ini diisi dengan materi tari. Semuanya berkumpul dan diajarkan gerakan detail dari tariannya. Anggota baru sangat antusias sekali mengikuti latihan ini. Bisa diamati dari banyaknya anggota yang hadir maupun keseriusan mereka dalam berlatih. “Pertemuan rutin ini diadakan tiap minggu dan latihan-latihan ini adalah pembelajaran mereka mengenai dasar-dasar berteater. Latihan olah tubuh untuk melatih gesture dan kepekaan gerak aktor dengan dibalut gerak dasar tari untuk daya tarik anggota. Salam budaya!!!” Pungkas Ayub selaku ketua umum UKM teater Gedhek. (mutiara)

IMG-20171008-WA0039

IMG_3380

Bentuk Generasi Berkualitas dengan Menikah pada Usia Ideal

Minggu (8/10) UKM PIK-M (Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa) UMSIDA mengadakan seminar pendewasaan usia perkawinan dengan tema menikah usia ideal kunci membentuk keluarga kecil, bahagia, sejahtera di Aula K.H Ahmad Dahlan Gedung E.

Tepat jam 09.00 WIB acara berlangsung dengan hikmat. Acara dipandu oleh Master of Ceremony dari panitia seminar. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan oleh Nur Kholisah selaku ketua pelaksana seminar, Yayang Al Maqiyah selaku ketua umum UKM PIK-M dan Bapak Hamzah Setiawan S.Kom selaku kemahasiswaan UMSIDA. Acara inti dipandu oleh moderator Mega Sri Rahayu dengan menghadirkan pemateri yang ahli dalam bidangnya yaitu Ibu Nyigit Wudi Amini, S.Sos., M.Sc selaku Kasubid Bina Kesehatan Remaja BkkbN Provinsi Jawa Timur yang membahas dari segi aspek ekonomi & aspek psikologis dan Ibu Sri Andari E, SKM, MM selaku Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo. Di sela-sela acara, audience/peserta seminar disuguhi hiburan dari UKM Teater Gedhek.

IMG_3398

Menikah semata-mata bukanlah menghalalkan yang haram saja. Namun pernikahan adalah penyatuan dua insan dari latar belakang yang berbeda, pemikiran yang berbeda maupun jenis kelamin yang berbeda untuk membentuk kehidupan bersama. Tentunya hal ini bukan sesuatu yang mudah. Seseorang yang hendak menikah sebaiknya mengetahui beberapa hal antara lain bagaimana menyiapkan mental, fisik dan spiritual, bagaimana mengelola konflik rumah tangga, bagaimana menjadi orang tua hebat, bagaimana menjaga kesehatan reproduksi dan lain sebagainya.

Di dalam UU Perkawinan menjelaskan bahwa seseorang diperbolehkan menikah pada usia minimal 16 tahun. Namun secara psikologis umur ideal untuk menikah terletak pada umur 21 tahun (wanita) dan umur 25 tahun (pria).

Melalui seminar yang diadakan UKM PIK-M dihimbau khususnya bagi wanita agar tidak terburu-buru menikah atas nama cinta saja. Menikah pada usia dini terlalu banyak resikonya karena tubuh dan rahim yang belum siap. Memang pada umumunya wanita menstruasi pada usia 15 tahun. Namun belum tentu pada usia tersebut rahim sudah siap dibuahi. Kematangan rahim terletak pada usia 20-35 tahun. Banyak resiko jika wanita melahirkan dibawah usia yang telah ditentukan antara lain bayi prematur, pembentukan panggul yang belum ideal, kesehatan reproduksi yang rendah, tingkat kematian ibu tinggi, dan kesehatan bayi menurun.

IMG_3399

Jika memilih teman saja harus berhati-hati. Apalagi memilih pasangan dan kemudian memutuskan untuk menikah dengannya. Maka menikahlah ketika sudah siap menjalani kehidupan rumah tangga dengan segala konsekuensinya. Jangan melupakan kehidupan perencanaan keluarga dengan semboyan 2 anak cukup untuk menciptakan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera. Karena yang berencana maka dialah yang berbahagia. Salam GenRe ! (ni’ma)

Membentuk Generasi Muda Penerus Bangsa melalui “Obral Guys”

Peran pemuda dalam setiap episode sejarah kehidupan suatu bangsa telah terbukti nyata. Sejarah telah mencatat dengan tinta emas peran pemuda dalam proses perubahan suatu bangsa. Bukan hanya sejarah bangsa modern namun bangsa-bangsa atau kaum terdahulu pun tidak terlepas dari kontribusi pemuda di dalamnya.

Dr. Yusuf Al-Qardhawi seorang ulama besar Indonesia berkata,”Apabila ingin melihat suatu negara di masa depan, maka lihatlah pemudanya hari ini.” Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peranan besar dan penting bagi suatu bangsa. Terlebih di masa yang akan datang, kenapa? Karena generasi mudalah yang kelak akan menjadi pemimpin, yang akan meneruskan estafet sejarah kehidupan menggantikan para pemimpin yang telah menjadi tua.

Tentu tidak disangsikan lagi, begitu banyak peran pemuda bagi bangsa ini, bahkan bagi dunia. Sabtu (6/10) Talk Show Obral Guys “Obrolan Ala Guk Yuk Sidoarjo yang dilaksanakan di Paseban Alun-alun Sidoarjo yang juga mengundang UKM LSMK dan UKM PIK M UMSIDA untuk bergabung meriahkan acara tersebut.

Acara ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting di Sidoarjo. Salah satunya Guk Wawan  Ketua DPRD Sidoarjo selaku keynote speaker yang usianya masih terbilang muda. Harapannya dengan adanya acara ini makin banyak generasi muda yang berorganisasi dan produktif. Salah satunya dengan adanya ajang pemilihan yuk muslimah yang merupakan program dari IGYS. “Membentuk pemuda yang berpotensi untuk Sidoarjo karena usia bukan batasan yang terpenting adalah semangatnya untuk mengangkat Sidoarjo lebih maju.” Pungkas Guk Diki Ketua IGYS 97. (mutiara)

 

IMG-20171008-WA0003

IMG-20171007-WA0026

Pembukaan Diklat Calon Kader UKM Tapak Suci

Sabtu (7/10) seusai shalat dzuhur, para calon kader Unit Kegiatan Mahasiswa Tapak Suci berkumpul di aula gedung A lantai 3, guna mengikuti acara pembukaan diklat dan latihan alam. Acara yang dibuka oleh ketua umum UKM Tapak Suci Ahmad Rofiudin dan dilanjutkan sambutan oleh Bapak Elok selaku Pimpinan Daerah Kegiatan Tapak Suci tersebut bertujuan untuk membina dan membimbing pesilat yang tangguh.

IMG-20171007-WA0025

Pembukaan diklat ini diikuti kurang lebih 46 calon kader UKM Tapak Suci. Diklat dilaksanakan pada hari sabtu-minggu tanggal 7-8 Oktober 2017 di Pacet, Jawa Timur. Acara diklat ini berbeda dengan acara diklat UKM yang lain, yang membedakan adalah agenda acaranya. Pada diklat UKM Tapak Suci ini terdapat agenda qiyamul lail, dimana para calon kader dikukuhkan keimanannya. (mega/yulva)