peta desa

Dari Peta Desa Fisik hingga Digital, 4 Tim KKN Umsida Bantu Desa Kenali Potensinya

Umsida.ac.id – Batas wilayah, jalan, sekolah, posyandu, tempat ibadah hingga potensi pertanian dan UMKM kini dirangkum dalam peta desa yang dibuat mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). 

Di empat desa berbeda, peta tersebut tidak hanya dipasang di kantor desa, tetapi juga mulai dikembangkan ke dalam bentuk digital.

Lihat juga: Populerkan Wana Wisata Sumber Biru, KKN P 34 Umsida Lakukan Revitalisasi

Program tersebut dijalankan KKN P Umsida di Desa Martopuro, Sumbersuko, dan  Desa Sentul Kabupaten Pasuruan, serta Desa Kerep, Kabupaten Kediri.

Masing-masing kelompok menyesuaikan peta dengan kebutuhan wilayah. 

Ada yang berfokus pada persebaran fasilitas umum, ada yang menambahkan dokumentasi visual, hingga menghubungkan peta fisik dengan website agar informasi desa dapat diakses melalui perangkat digital.

Peta Desa Martopuro Petakan 20 Titik Penting

peta desa

Di Desa Martopuro, tim KKN berkoordinasi dengan perangkat desa untuk menentukan informasi yang perlu dimasukkan dalam peta desa.

Tahap berikutnya dilakukan melalui observasi lapangan dengan mendatangi berbagai fasilitas, mencatat titik koordinat menggunakan Google Maps, sekaligus mengambil foto sebagai data pendukung.

Tim KKN berhasil mengidentifikasi 20 titik yang terdiri dari satu balai desa, enam balai dusun, enam posyandu, lima sekolah dasar, satu masjid, serta satu lokasi D’Embung pada Senin, (24/8).

Salah satu tim KKN, Adinda, mengatakan bahwa proses pemetaan juga membuat tim lebih mengenal kondisi wilayah tempat mereka menjalankan pengabdian.

“Kami tidak hanya belajar menyusun peta, tetapi juga belajar mengenali berbagai fasilitas dan kondisi wilayah Desa Martopuro secara langsung,” terangnya.

Ia berharap hasil peta ini dapat membantu masyarakat dan pemerintah desa dalam memperoleh informasi mengenai wilayah serta fasilitas yang ada.

Peta yang dihasilkan turut memuat batas wilayah, jaringan jalan, penggunaan lahan, sungai, pemukiman, persawahan, semak belukar, legenda, arah mata angin, skala, hingga sistem koordinat.

Kepala Desa Martopuro, Rianto, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan pemetaan yang dilakukan mahasiswa KKN P. 

“Peta ini dapat membantu memberikan gambaran mengenai wilayah Desa Martopuro dan persebaran fasilitas yang ada. Semoga membantu sebagai media informasi,” ungkap Rianto.

Peta Desa Sumbersuko Permudah Warga dan Pengunjung Cari Lokasi

Konsep serupa diterapkan KKN P Kelompok 5 di Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

Mahasiswa memasang papan peta di halaman balai desa pada Selasa (25/8). 

Lokasi tersebut dipilih karena menjadi pusat pelayanan masyarakat sekaligus tempat yang banyak didatangi warga maupun tamu dari luar desa.

Sebelum pembuatan, tim melakukan survei lapangan dan berkoordinasi dengan perangkat desa agar batas wilayah, letak dusun, jalan, fasilitas umum, serta titik-titik penting yang ditampilkan sesuai kondisi sebenarnya.

Lihat Juga :  KKN P 57 Umsida Perkuat Pendidikan Siswa Desa Joho lewat Tiga Program Terintegrasi

“Terima kasih kontribusinya melalui papan peta desa ini. Keberadaan peta ini sangat membantu masyarakat maupun tamu yang datang untuk mengenali desa,” ujar Arif, Kepala Desa Sumebrsuko.

Kepala Dusun Beji Kidul Suwantoro melihat manfaat lainnya. 

Menurutnya, informasi yang ditampilkan juga dapat membantu memperkenalkan potensi Desa Sumbersuko kepada pengunjung.

Peta Desa Kerep Tak Berhenti pada Media Fisik

peta desa

Jika Martopuro dan Sumbersuko menggunakan peta fisik sebagai media utama, KKN P 61 Umsida membawa pengembangan informasi Desa Kerep ke ruang digital pada Rabu, (26/8).

Mahasiswa memetakan tiga wilayah, yakni Dusun Kerep, Dusun Cabak, dan Dusun Balongasem. 

Informasi yang dihimpun meliputi potensi pertanian, UMKM, lingkungan, fasilitas umum, serta berbagai sumber daya yang dimiliki desa.

Data tersebut dituangkan dalam peta fisik dan dikembangkan menjadi website peta digital.

“Kami ingin membuat hasil yang tidak hanya berhenti pada peta desa yang fisik. Karena itu, kami juga membuat website peta digital agar informasi mengenai Desa Kerep dapat diakses dengan lebih mudah dan menjadi dokumentasi yang bisa dikembangkan oleh desa,” jelas Ketua KKN, Rifky Ardiansyah.

Dengan adanya barcode ini, lanjut Rifky,  masyarakat bisa melihat informasi dengan cepat.

Kepala Desa Kerep menyambut baik pengembangan tersebut karena selama ini potensi desa lebih banyak diketahui masyarakat sekitar.

“Dengan adanya website, informasi Desa Kerep bisa dikenalkan secara lebih luas,” ungkapnya.

Keberadaan versi digital juga membuka peluang bagi pemerintah desa untuk memperbarui data ketika ada perubahan maupun potensi baru yang perlu ditambahkan.

Peta Desa Sentul Jadi Data Visual Pendukung Wilayah

peta desa

KKN P 12 juga menyerahkan peta kepada Pemerintah Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, pada Rabu (26/8/2026).

Peta tersebut disusun untuk memberikan gambaran visual mengenai batas wilayah, fasilitas umum, serta potensi yang terdapat di desa.

Ketua KKN P 12, Ahmad Hikam Syahrul berharap hasil yang diberikan tidak berhenti sebagai produk program kerja mahasiswa.

Lihat juga: Pelaku UMKM Belajar Pemasaran Digital Bersama 2 Tim KKN P Umsida

“Semoga peta ini juga dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dan masyarakat Desa Sentul sebagai media informasi serta membantu dalam perencanaan dan pengembangan desa ke depannya,” ujarnya.

Kepala Desa Sentul, Sugianto juga mengapresiasi kontribusi tersebut dan berharap peta dapat digunakan sebagai salah satu pendukung informasi wilayah.(Adinda/Yuqe/Meilina/Dewi)