Umsida.ac.id – Kelompok Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN T) 9 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melaksanaka pelatihan “Optimalisasi Pemanfaatan Limbah dan Produk Afkir Peternakan Menjadi Produk Bernilai Ekonomi Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Peternak”.
Pelatihan pengolahan limbah kotoran ini dilaksanakan pada Ahad, (19/7/2026) di Balai Desa Jenggot, Krembung ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengelola limbah peternakan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Lihat juga: Rocket Stove Jadi Inovasi KKN T 18 dan 24 Umsida Atasi Masalah Sampah
Ketua tim KKN, Andriano Deratrio, Desa Jenggot dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi peternakan cukup besar.
Total ada 6 peternak yang mengikuti pelatihan ini, mereka adalah peternak sapi, ayam, kambing, dan bebek.
Limbah Kotoran dan Ternak Afkir Jadi Peluang
Melimpahnya hasil samping peternakan berupa limbah kotoran maupun hewan afkir menjadi peluang yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi apabila dikelola dengan tepat.
“Dari kondisi ini, kami dapat mengembangkan dari proker kami sehingga dapat memenuhi apa yang dibutuhkan oleh para peternak dengan cara menggandeng beberapa dosen pakar Umsida,” kata Rio.
Dalam kegiatan tersebut, KKN T 9 Umsida menghadirkan beberapa dosen ahli dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo sebagai narasumber.
Di antaranya adalah Dr Lukman Hudi STP MMT, dosen Program Studi Teknologi Pangan.
Ia menjelaskan mengenai konsep wisata edukasi peternakan sebagai salah satu alternatif pengembangan ekonomi masyarakat.
“Hewan afkir yang selama ini dianggap memiliki nilai jual rendah masih dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi peternakan bagi masyarakat maupun pelajar,” terangnya.
Konsep wisata edukasi tersebut tidak hanya mampu meningkatkan nilai ekonomi peternakan, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran mengenai budidaya ternak, pengelolaan pakan, serta pemanfaatan limbah peternakan secara berkelanjutan.
Limbah Kotoran Ayam Diolah Menjadi Pupuk

Materi berikutnya disampaikan oleh dosen Program Studi Agroteknologi Umsida, Prof Dr Ir Andriani Eko Prihatiningrum MP.
Ia menjelaskan pentingnya mengelola limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik yang lebih ramah lingkungan.
Prof Andriani juga memimpin praktek pembuatan pupuk organik menggunakan limbah kotoran ayam yang banyak tersedia di Desa Jenggot.
Peternak diajak memahami tahapan pengolahan, mulai dari menyiapkan bahan hingga proses pencampuran agar limbah dapat berubah menjadi pupuk yang lebih aman digunakan.
Pemanfaatan limbah kotoran ayam tersebut menjadi pupuk yang dihasilkan dapat digunakan sendiri maupun dikembangkan menjadi produk bernilai jual.
Energi Biogas dari Limbah Kotoran Sapi

Selanjutnya, Dr Poppy Diana Sari STP MP dosen Program Studi Teknologi Pangan, menyampaikan materi mengenai pemanfaatan limbah kotoran sapi sebagai sumber energi alternatif melalui teknologi biogas.
Peserta diberikan penjelasan mengenai prinsip kerja biogas, manfaat ekonomi dan lingkungan yang diperoleh, serta tahapan pembuatan instalasi biogas sederhana yang dapat diterapkan di tingkat peternak.
Setelah sesi sosialisasi, peserta diajak mengikuti praktik langsung pembuatan biogas menggunakan limbah kotoran sapi.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi karena teknologi ini dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar konvensional sekaligus mengatasi permasalahan limbah peternakan.
Lihat juga: KKN T 12 Umsida Ajari Buat Eco Enzyme, yang Sebelumnya Warga Belum Pernah Memanfaatkannya
“Materinya menarik, ditambah lagi ada prakteknya. Jadi semakin seru. Dan terima kasih tim KKN T 9 Umsida, yang telah memberikan saya sepaket peralatan biogas lengkap dengan bahan-bahannya,” Kata Agus, salah satu peternak sapi di Desa Jenggot.
Sebagai langkah keberlanjutan, tim KKN T 9 Umsida juga menyerahkan alat biogas yang telah dirancang dan dibuat selama program KKN kepada salah satu peternak sapi di Desa Jenggot.(Poppy)














