ajari siswa memilah sampah

KKN T 19 dan 20 Umsida Ajak Siswa Mengenal Sampah Organik, Plastik, hingga B3 Melalui Bank Sampah

Umsida.ac.id – Dua kelompok Kuliah Kerja Nyata Terpadu Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (KKN T Umsida) mengajakpara siswa membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui edukasi pemilahan sampah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh KKN T 19 di RA Darut Taqwa, Dusun Sobowiro, Desa Wirobiting, Kecamatan Prambon, serta KKN T 20 di SD Negeri 2 Banjarwungu, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (25/7/2026).

Lihat juga: Rocket Stove Jadi Inovasi KKN T 18 dan 24 Umsida Atasi Masalah Sampah

Meski digelar di lokasi dan jenjang pendidikan yang berbeda, kedua kelompok mengusung tujuan yang sama, yaitu mengenalkan pengelolaan sampah melalui kegiatan yang interaktif dan mudah dipahami anak-anak.

KKN T 19 menggunakan media permainan SIPILAH atau Simulasi Pilah Sampah. 

Sementara itu, KKN T 20 memberikan materi tentang bank sampah, prinsip 3R, serta penanganan sampah Bahan Berbahaya dan Beracun atau B3.

Pemilahan Sampah Dikenalkan Lewat SIPILAH

Di RA Darut Taqwa, mahasiswa KKN T 19 mengenalkan kebersihan diri dan lingkungan melalui metode belajar sambil bermain. 

Kegiatan diikuti oleh seluruh siswa dan guru dengan menggunakan papan edukasi bernama. 

Papan berbahan kardus ini menampilkan tiga tempat sampah bergambar lucu bertuliskan Sampah Organik, Sampah Kertas, dan Sampah Plastik.

Mahasiswa juga menyiapkan kartu bergambar kulit pisang, sisa makanan, koran, buku, botol plastik, bungkus makanan ringan, hingga kaleng.

Anak-anak diminta memilih kartu dan menempelkannya pada kategori tempat sampah yang sesuai. 

Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok kecil agar dapat mencoba permainan secara bergiliran dengan pendampingan mahasiswa.

Ketua KKN T 19 Umsida, Ramadany, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya membahas sampah, tetapi juga mengenalkan cara mencuci tangan yang benar.

Kami ingin mengajarkan pentingnya mencuci tangan dengan benar serta membiasakan anak-anak untuk membuang dan memilah sampah pada tempatnya. Kami berharap kebiasaan baik ini terus diterapkan di sekolah maupun di rumah,” ujarnya.

Setelah permainan SIPILAH, anak-anak mengikuti simulasi mencuci tangan enam langkah. 

Hadiah sederhana diberikan kepada peserta yang mampu menjawab pertanyaan atau menempatkan kartu sampah secara tepat.

Salah satu guru RA Darut Taqwa, Laili, menilai penggunaan permainan membantu siswa mengikuti materi dengan lebih aktif.

“Teman-teman KKN memaparkan materi dengan jelas dan lengkap sehingga anak-anak cepat memahami. Materinya sesuai dengan pembelajaran, dan anak-anak terlihat senang serta aktif berinteraksi,” tuturnya.

Lihat Juga :  KKN T 25 Umsida Kenalkan Ecoprint kepada Siswa Sekolah Dasar
Pemilahan Sampah hingga B3

ajari siswa memilah sampah

Edukasi serupa dilaksanakan KKN T 20 Umsida di SD Negeri 2 Banjarwungu. 

Sosialisasi bank sampah tersebut diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, dan tim pelaksana.

Materi disampaikan oleh mahasiswa KKN yakni Atikah Annisrina dan Ivan Ferdiansya.

Peserta mempelajari perbedaan sampah organik dan anorganik, prinsip Reduce, Reuse, Recycle atau 3R, mekanisme bank sampah, serta pengenalan sampah B3.

Siswa dikenalkan pada berbagai contoh sampah B3, seperti baterai bekas, lampu neon, obat kedaluwarsa, dan limbah elektronik berukuran kecil. 

Ivan menjelaskan bahwa sampah yang telah dipisahkan dapat lebih mudah dikelola dan memiliki nilai ekonomi. 

“Selain itu, siswa juga perlu mengetahui bahwa sampah B3 harus mendapatkan penanganan khusus agar tidak mencemari lingkungan. Harapan kami, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membentuk budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di SD Negeri 2 Banjarwungu,” jelas Ivan.

Penyampaian materi dilengkapi permainan edukatif, sesi tanya jawab, dan praktek pengelompokan sampah berdasarkan jenisnya. 

Para siswa juga berdiskusi mengenai pengelolaan sampah di sekolah dan rumah.

Wali Kelas VI SD Negeri 2 Banjarwungu, Tanti, mengapresiasi materi yang tidak hanya mengenalkan sampah organik dan anorganik, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai limbah yang membutuhkan penanganan khusus.

“Kami berharap siswa mampu menerapkan kebiasaan memilah sampah dengan benar di sekolah maupun di rumah sehingga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.

Salah satu siswa kelas VI, Adinda Faradhelia J, mengaku baru mengetahui bahwa baterai dan lampu rusak tidak boleh dibuang sembarangan.

Lihat juga: Kelola Sampah Melalui Bio Circular Agro Estate , Himmapik Umsida Raih Pendanaan PPK Ormawa 2026

“Saya jadi tahu kalau sampah plastik, kertas, dan botol bisa dipilah dan ditabung di bank sampah. Setelah kegiatan ini, saya ingin mengajak teman-teman dan keluarga untuk memilah sampah dengan benar di rumah,” ungkapnya.

Selain membantu menjaga kebersihan, bank sampah juga dikenalkan sebagai cara memberikan nilai manfaat pada barang yang sebelumnya dianggap tidak berguna.(Kristy/Hanum)