Rocky Gerung : Akal Pikiran Untuk Memuliakan Manusia

Penulis : umsidaj4y4 January 30, 2019 / Berita

UMSIDA.AC.ID – Civitas akademika Umsida menggelar kuliah tamu yang bertajuk “Membumikan Akal Sehat untuk Indonesia Berkemajuan”  pada Rabu (30/1). Pengamat politik Rocky Gerung dan Prof. Suyatno diundang sebagai pemateri pada kuliah umum tersebut. Berlokasi di Auditorium Ahmad Dahlan. Acara tersebut dihadiri oleh 1500 orang terdiri Mahasiswa, dosen, staf umsida, guru, dan kepala sekolah.

Dihadapan seluruh audience, Rocky menjelaskan pernah membedakan keyakinan dan iman di dalam suatu forum. Menurutnya, iman adalah sesuatu yang ia miliki tanpa ia pertanyakan.  Rocky kembali meluruskan soal tafsiran kitab suci adalah fiksi yang pernah ia lontarkan di acara diskusi salah satu televisi swasta tersebut.

Kemudian ia mengkritik pihak yang melaporkan dirinya dalam kasus kitab suci adalah fiksi. Menurut Rocky pelapor telah memenggal asumsi perkataannya. Rocky mengatakan bila fiksi menimbulkan imajinasi maka kitab suci adalah fiksi.

“Itu namanya silogisme di dalam cara berpikir, ada ‘bila’ dan ‘maka’ di sana," tegas Rocky.

Mantan dosen Universitas Indonesia (UI) itu juga menjelaskan, bahwa keyakinan menurut Rocky merupakan sesuatu yang ia pilih untuk ditempuh. Sebab bagi dia, meyakini artinya menempuh. Atas dasar itu, Rocky menilai bahwa kebanyakan masyarakat Indonesia saat ini akalnya sedang berhenti atau terhenti karena digoda oleh fanatisme.

“Kita punya infrastruktur akal sehat namun diputus oleh kepentingan politik pada saat tertentu. Pada era ini saya tidak melihat punya infrastruktur akal sehat itu lagi, karena orang takut berfikir, mengucapkan dalil, karena diintip oleh sejumlah kamera dan undang-undang.”ujarnya.

Dalam ranah akademik, Rocky juga mengatakan, suasana kehidupan berbangsa seolah-olah dipisahkan antara aktivitas kampus dengan politik, maka ada larangan politik masuk ke kampus.
“Politik ilmu yang rumit, karena harus mendistribusikan keadilan, sekarang ada pembatasan politik masuk ke kampus, jika politik dilarang masuk kampus, maka tutup aja fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, FISIP misalnya.”  tandas Rocky

Rocky menambahkan, bahwa kegelapan akal pikiran itu harus diakhiri mulai hari ini dari Umsida,
“Saya yakin matahari muhammadiyah dapat menerangi akal pikiran itu, supaya kita dapat melihat secara jernih.“ imbuhnya.

Ia merusmuskan, kegelisahan akal pikiran tidak mungkin dihentikan oleh kegiatan intelejen negara. Sebab, akal pikiran diberikan oleh Tuhan untuk memuliakan manusia.
“Mereka yang anti akal pikiran, mereka yang tidak ingin dimuliakan Tuhan.” pungkasnya. (rizky)

Related Post