Penulis : umsidaj4y4 April 1, 2017 / Berita

StFX, demikian kependekan dari St. Francis Xavier University, merupakan salah satu universitas di Kanada, tepatnya di Antigonish Nova Scotia. Disinilah ibu Dr. Akhtim Wahyuni, M.Pd, wakil rektor bidang akademik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) belajar tentang Community Development. Universitas ini menjadi istimewa karena memiliki program internasional untuk pemberdayaan masyarakat, yang dilembagakan melalui wadah Coady International Institut. Beraneka program Community Development ditawarkan oleh universitas yang memiliki moto ‘education, innovation, and action ini, diantaranya: Community Health Driven Impact Assessment, Community Development Leadership by Woman, Asset Based Community Development, Community Based Conflict Transformation and Peace building, Learning Organization and Change, Community Based Microfinance for Financial Inclusion, dan lain-lain.

4

Dari beberapa program yang ditawarkan tersebut, 2 courses yang beliau ikuti adalah: Community Health Driven Impact Assessment dan Community Development Leadership by Woman. Sangat menarik  mengikuti course ini, selain konten yang dipelajari, juga tentang learning process baik di kelas maupun di lapangan. Di dalam kelas, peserta belajar tentang konsep-konsep materi dengan teknik fasilitasi dan desain pembelajaran yang menarik sehingga tidak membosankan meskipun  mulai belajar jam 08.30 pagi, berakhir pada jam 5.00 sore setiap harinya. Untuk mengetahui aplikasi konsep, peserta diajak melakukan kunjungan ke komunitas yang menjadi binaan/mitra universitas StFX.

Universitas StFX memiliki kepedulian tinggi dan nyata terhadap pemberdayaan masyarakat. Tidak hanya di lokal Kanada, tetapi untuk masyarakat dunia. Pemberdayaan masyarakat menjadi perhatian khusus bagi mereka, diwujudkan dengan kepedulian mereka untuk membagi ilmu, pengalaman, dan keterampilan kepada siapa saja yang membutuhkan tanpa melihat perbedaan ras, agama, dan negara. Para fasilitator yang juga dosen di universitas ini memiliki jam terbang tinggi dalam mendampingi masyarakat di negara-negara berkembang, seperti Ethiopia, Gana, Kuba, dan lainnya.

Adapun peserta courses ini perwakilan dari unsur Non Government Organization/ Organisasi Masyarakat dan Perguruan Tinggi berbagai Negara; Indonesia, England, Mesir, Myanmar, Ethiopia,  Ghana, Kanada, India, Filipina, Kuba, Peru dan Negara lainnya. Hal yang di lakukan Universitas StFX ini sesungguhnya senada dengan konsep Tri Dharma yang dilakukan di seluruh Perguruan Tinggi Indonesia, khususnya  Pengabdian Masyarakat. Indonesia sudah memilikinya, hanya perlu lebih serius dan memperkuat lagi konsep dan desain kegiatannya, sehingga bisa memberikan manfaat besar bagi  masyarakat dan mengantarkan mereka untuk lebih berdaya dalam berbagai bidang. (akhtim/dian)

Related Post

Type your Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *