Penulis : umsidaj4y4 November 28, 2018 / Berita

Neneng Ayu Su’udiyah tidak menyangka hasil jerih payahnya selama kuliah berbuah manis di hari wisudanya, 28 November 2018. Mahasiswa Program Studi Teknologi Laboratorium Medis ini mengaku terkejut saat namanya disebut menjadi salah satu wisudawan terbaik dengan IPK 3,78. Meski diakui untuk menyelesaikan studinya Neneng harus belajar ekstra keras. Namun ia bersyukur semuanya dimudahkan oleh Allah. “ Kesulitan di masa kuliah pasti ada, terutama soal membagi waktu. Apalagi jadwalnya padat seperti waktu praktek dan tugas yang banyak, belum lagi harus aktif di organisasi,” ujarnya.

“Ayah saya sangat bangga pada saya. Dan tentu, Ibu saya yang sudah meninggal pun pasti bangga melihat ini,” imbuhnya. Neneng mengaku, dukungan dari kedua orangtualah yang menjadikannya seperti sekarang. Putri pasangan Bapak Shofi’I dan Ibu Rukhoh ini ingin menjadi petugas kesehatan sejak SMP, sebab ia ingin bisa merawat kedua orangtuanya ketika sakit atau setidaknya dapat memberikan tindakan preventif ketika keluarganya ada yang sakit.

Peran Dosen Dosen di Fakultas Ilmu Kesehatan Umsida juga dirasa memiliki peran yang begitu besar bagi kesuksesannya, ditambah dengan dukungan dari Dokter Yos, teman teman sepenelitiannya yang biasa disebut “Wani Perih Squad” serta kedua sahabatnya menjadi bagian dari semangatnya menyelesaikan masa Studi. “Saya pasti akan  merindukan Umsida, merindukan teman teman saya, sahabat saya Nisak dan Erni yang selalu ada saat saya butuh, saya pasti akan sangat merindukan dosen dosen saya dan juga jajanan dikantin,” ujarnya sambil tertawa.

Sebelum mengakhiri perbincangan, Neneng berpesan “Teman teman Umsida jangan pernah menyerah untuk berusaha. Setiap kesulitan pasti ada jalan. Ketika kamu merasa jenuh kuliah ataupun down ingatlah yang tujuan yang ingin dicapai.  Optimislah dengan dirimu sendiri, bahwa kamu pasti bisa melewatinya.” (Real)

Related Post