Penulis : umsidaj4y4 January 15, 2018 / Berita

UMSIDA.AC.ID– Tentunya kata reboisasi sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat, namun sebagian besar masayarakat masih menganggap remeh hal tersebut. Banyak kemungkinan masyarakat beranggapan seperti itu salah satunya karena kurangnya pengetahuan tentang reboisasi.

Berbeda dengan tim pecinta alam (HIMMPAS) Umsida tang terdiri dari berbagai fakultas, Elisa prodi PGSD, Niko prodi Teknologi Hasil Pangan, Hanif prodi Teknik Mesin, Jusman prodi Teknik Informatika, Abdul prodi Teknik Mesin, Muzakky prodi Teknik Elektro, Merisa prodi Manajemen, dan Amin prodi Teknik Mesin. Mereka dari jurusan yang tidak sama tetapi bisa bersatu untuk mereboisasi mangrove pesisir Sidoarjo pada hari Minggu (14/1/2018) di Dsn. Kalialo, Kupang, Sidoarjo.

Reboisasi tersebut dilakukan lantaran untuk mencegah abrasi karena desa tersebut sangat dekat dengan pinggiran pantai. Abrasi di daerah pantai tidak hanya membuat garis-garis pantai menjadi semakin sempit, namun jika dibiarkan begitu saja akibatnya bisa menjadi lebih berbahaya khususnya bagi kehidupan manusia disekitar pesisir.

Mahasiswa Umsida tersebut mengagendakan satu bulan sekali ketika air surut untuk reboisasi guna untuk terus mengkontrol pertumbuhan bibit mangrove yang telah di semai dan di tanam agar tidak terbawa arus ombak pantai. Banyak kendala yang dihadapi ketika penanaman mangrove salah satunya seperti kondisi di daerah Dsn. Kalialo bertanah gembur atau berlumpur yang membuat sulit berjalan ketika membawa bibit mangrove menuju pinggiran pantai atau titik tanam.

Walaupun terdapat kendala ketika penanaman mangrove tidak membuat mereka patah semangat untuk menjadikan Dsn. Kalialo sebagai ekowisata agar menjadi daya tarik bagi masyarakat luar. (ni’ma)

Related Post