Penulis : umsidaj4y4 June 26, 2018 / Berita

Halal bi halal menjadi pembahasan politik yang hangat bagi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) bersama Drs Najib Hamid MSi, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM Jatim) yang bertekat membuat perubahan pada negeri ini dengan menjadi calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk pemilihan tahun 2019 nanti.

Pak Najib, sapaan akrabnya mengaku tidak punya minat namun mengikuti arus bawah yang sangat menggebu-gebu menginginkan beliau maju ke ranah politik, “Saya dijungkrakkan sama pak Jainuri. Sejak awal saya tidak punya minat, karena kalo terjun ke politik harus punya passion, sedangkan sy tidak punya,” tutur Pengurus Badan Pembina Harian (BPH) Umsida ini saat memberikan sambutan pada acara Halal bi Halal civitas akademika Umsida (21/6/2018). “Tapi, ada kehendak arus bawah yang luar biasa, dimulai dari pengumpulan KTP yang kebanyakan dihimpun oleh ibu-ibu,” imbuhnya.

Singkat cerita, akhirnya Pak Najib menerima pencalonan DPD tersebut dengan niat ingin membawa perubahan pada negeri ini. Karena itu ia menagih janji semua amal usaha muhammadiyah (AUM) se Jawa Timur untuk terlibat aktif dalam pemilihan 2019 nantinya.

Najib mengatakan, menjadi pemimpin adalah momentum dalam menciptakan sejarah yang tentunya bisa memperluas dan mempercepat gerakan Muhammadiyah, “Saat inilah momentum, untuk memperluas Muhammadiyah, menambah anggota baru, agar gerakan Muhammadiyah bisa lebih luas, lebih cepat,” ungkapnya pada pejabat struktural dan tenaga kependidikan Umsida.

Ketua BPH Umsida Prof Achmad Jainuri membahas lebih jauh tentang mengapa harus pak Najib yang diajukan menjadi DPD, salah satunya karena beliau menguasai banyak hal, “Mas Najib itu multifungsi,” tuturnya membalas pernyataan pak Najib.

“Kenapa dijelongkrokkan? Dipaksa untuk mau masuk politik. Modal utama menjadi pemimpin itu integritas. Di Muhammadiyah kita dididik integritas, kompetensi. Mas Najib ini potongan tahan banting, bisa bekerja keras 24 jam,” imbuhnya diiringi tepuk tangan seluruh civitas akademika Umsida.

“Makna filosofis mengapa harus ada orang Muhammadiyah di dalam politik, harapannya akan ada perubahan-perubahan. Kalau DPD dan MPR tidak diisi dengan orang yang punya kualitas, jadinya ya seperti sekarang ini,” tutur Wakil Ketua PWM Jatim ini.

“Modal isine tas, bikin kaos gambar Mas Najib dibagi-bagikan, gak bisa kita seperti itu. Modal kita ini keyakinan, kompetensi dan kekuatan seluruh amal usaha yang kita miliki ini,” tandasnya.

Semoga Pak Najib memenangkan pemilihan 2019. Mari kita sosialisasikan ke seluruh keluarga dan karib kerabat ya netizen. (Dian)

Related Post