Penulis : umsidaj4y4 December 7, 2018 / Berita

Dalam ajang International Conference on Emerging Media, and Sosial Science (ICEMSS),  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Umsida bersama para akademisi kampus dari 10 negara, meneliti perkembangan media baru (emerging media) dan pengetahuan sosial (social science). Konferensi internasional ini diselenggarakan pada 7-8 Desember 2018 di Banyuwangi. Konferensi ini diikuti 160 peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa fakultas sosial dan politik dari Indonesia, dan perwakilan 10 negara di antaranya China, Thailand, Filipina, India dan Madagaskar. Kegiatan ini merupakan acara tahunan dan juga merupakan acara yang terakhir dilaksanakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Umsida.

Berlokasi di Ballroom Hotel Ketapang Indah, konferensi internasional digelar pada Jumat (7/12/2018). Acara ICEMSS tersebut dibuka  dengan sambutan oleh Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas, M.si. Adapun pemateri yang hadir yaitu Prof. Panizza Allmark dari Edith Cowan University Australia, Dr. Nik Adzreiman abdul rahman dari University Utara Malaysia, Prof. Jusuf irianto guru besar Universitas Airlangga dan Ahmad Riyadh UB, Ph. D, Dosen Fisip Umsida. Dalam sela-sela acara tersebut, M. Tanzil Multazam, M.kn. berkesempatan menjelaskan materi mengenai academic writing, key to publish your reasearch paper at EAI-Scopus.

Pada kesempatan tersebut Bupati Anas mengatakan, kemajuan Banyuwangi tidak bisa dilepaskan dari begitu pesatnya perkembangan media baru. Gencarnya pariwisata daerah salah satunya berkat kemudahan berbagi pesan dan gambar yang disediakan oleh media sosial.
“Pariwisata Banyuwangi tumbuh salah satunya berkat peran new media yang menciptakan digital economy. Begitu mudahnya untuk mengakses berbagai info tentang Banyuwangi dan pemesanan akomodasi secara online. Contohnya homestay di Banyuwangi yang tumbuh dengan pesat lewat pemasaran online,” kata Anas.

Dosen dan pakar hukum Umsida, Ahmad Riyadh juga mengatakan, perkembangan teknologi turut mendorong munculnya media-media baru. Media bukan hanya berarti pers, namun kini juga muncul media non pers.
“Masih banyak pihak belum memahami media-media baru yang muncul bersama dengan pertumbuhan teknologi tersebut. Dengan pemahaman yang cukup pemanfaatan media baru tersebut diharapkan lebih maksimal,” ujar Riyadh.

Dalam acara ini, peserta akan diminta untuk menyerahkan hasil penelitian serta hadir sebagai bentuk penyebaran informasi dan pengetahuan. Setiap kertas yang masuk akan dipilih oleh pengulas yang berasal dari universitas di dalam dan luar negeri. (Rizky)

Related Post