Penulis : umsidaj4y4 April 30, 2019 / Berita

Umsida.ac.id – Dalam kuliah umum yang digelar Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas)  dan Minarak Brantas Gas Inc bersama Universitas Nahdatul Ulama Sidaorjo (Unusida) dimana kali ini Universitas Muhammadiyah Sidoarjo berkesempatan menjadi tuan rumah (30/4). Bambang Handoko Susilo selaku Health, Safety, Environment Manager Minarak Brantas Inc berkesempatan menyampaikan materi tentang Manajemen Keselamatan Kerja : Process Safty Management (PSM).

Dalam kesempatan tersebut Bambang mengatakan, “PSM itu ibarat rem atau pengendali agar proses dapat berjalan maksimal,” ujarnya. Pada intinya PSM merupakan tindakan preventif untuk mencegah bahan berbahaya keluar atau menyimpang dari jalannya. Sebab jika PSM tidak dijalankan dengan baik maka dikhawatirkan muncul masalah yang selain menyebabkan kerugian finansial juga menimbulkan korban jiwa. Oleh karena itu, untuk menjadi perusahaan yang memiliki kinerja dan reputasi yang baik diperlukan PSM yang sesuai prosedur, artinya perusahaan tidak hanya mengedepankan provit tapi juga memperhatikan rambu rambu dalam prosesnya.

Selain itu penerapan process safty management yang baik dalam perusahaan juga dapat menjadi dasar agar perusahaan tetap dapat bangkit lagi setelah mengalami kecelakaan kerja maupun kecelakaan proses. Sebab sudah banyak kasus kecelakaan akibat Loss of Containment (LoC). “Oleh karena itu, selain memiliki ide dan inovasi yang cemerlang, perusahaan harus memiliki Process Safty Management yang baik terutama dibidang industry hulu migas yang bersentuhan langsung dengan alam yang kadang kadang masih sulit diprediksi dan resiko yang tinggi,” imbuhnya. (Real)

Related Post