Penulis : umsidaj4y4 March 9, 2019 / Berita

Kuliah Kerja Nyata Pencerahan (KKN-P) 2019 UMSIDA sekali lagi membawa perubahan bagi masyarakat menjadi lebih baik dalam menyikapi permasalahan mengenai sampah. Hal tersebut dilakukan oleh tim KKN-P Desa Wonokoyo dengan mengajak masyarakat terutama ibu-ibu yang tergabung dalam PKK Desa untuk lebih peduli dengan sampah yang ada disekitar.

Tim KKN pada minggu kedua pelaksanaan KKN-P berhasil membuat gagasan untuk mengolah gelas plastik menjadi hanger Kerudung bersama Ibu-Ibu PKK di Balai Desa Wonokoyo dengan memanfaatkan ring gelas plastik yang memiliki tekstur keras. Bahan tambahannya adalah satu buah hanger, pita dan lem tembak. Tim KKN mengajak warga untuk memisahkan ring gelas plastik dari badanya kemudian ring tersebut dililit dengan pita. Hal tersebut ditujukan untuk mempercantik penampilannya, kemudian direkatkan dengan lem tembak. Tahap selanjutnya yang harus dilakukan adalah dengan merangkai ring-ring tersebut menggunakan lem tembak pada hanger dengan arah menurun ke bawah sekitar  9 ring yang dapat disusun di 1 hanger.

Meski kegiatan telah berlangsung dari jam delapan pagi hingga dua belas siang ibu-ibu terlihat antusias untuk mencoba membuat hanger kerudung tentunya dengan arahan tim KKN dalam perangkaiannya. Selang beberapa hari pengurus bank sampah mengungkapkan bahwa terdapat warga yang ingin mengajak ibu-ibu yang tidak bekerja untuk beraktivitas membuat hanger dengan memanfaatkan gelas plastik di TPST yang sudah tidak memiliki manfaat. Ide yang tercetus menjelang akhir januari tersebut sangatlah bermanfaat bagi warga.

“Faktor utama yang membuat kami menggagas pengolahan sampah dari gelas plastik ini adalah ketika kami berkunjung ke bank sampah dan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Desa Wonokoyo, kami melihat beberapa karung Gelas Plastik yang hanya dikumpulkan dan menunggu bagian yang mengambili untuk dijual datang. Kemudian saat di bank sampah kurang adanya kegiatan warga terutama ibu-ibu yang tidak bekerja menyebabkan bank sampah kurang berjalan dengan baik,” ungkap Wildah.

Tim merasa bahagia karena dengan dapat mengurangi sampah tingkat DBD dapat menurun karena lingkungan dapat terjaga dengan baik, sekaligus dapat memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari. Selain itu bisa digunakan menjadi usaha dengan melakukan daur ulang barang yang tiak berguna menjadi bernilai guna. (Wildah, Lintang)

Related Post