KKN Pencerahan Umsida Desa Bendunganjati Wujud Nyata Pengabdian Untuk Masyarakat

Penulis : umsidaj4y4 February 26, 2019 / Berita

Umsida.ac.id – Mengabdi untuk masyarakat menjadi tujuan setiap institusi pendidikan. Salah satu bentuk pengabdian terlaksana melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN pencerahan Umsida tahun 2019 menawarkan hal baru dalam pengabdian masyarakat sekaligus menjadi terobosan apik yang jarang dilakukan oleh universitas lain. Umumnya yang terjadi setelah KKN berakhir semua kegiatan tidak kembali dijalankan warga. Dengan tema pemberdayaan masyarakat berkemajuan menjadi inovasi cerdas Umsida untuk menjawab permasalahan tersebut.

KKN-P sendiri tersebar di empat kabupaten yang terdiri dari 80 desa di kabupaten Mojokerto, Pasuruan, Jombang dan Kediri yang berlangsung sejak 16 Januari hingga 14 Februari 2019. Kabar menyentuh, telah redaksi temukan dalam salah satu kelompok KKN di Desa Bendunganjati Kecamatan Pacet. Mengusung program pengolahan sampah dan sosial kemasyarakatan dengan pemberdayaan masjid, kelompok KKN yang difokuskan desa di dusun Bendorejo melakukan berbagai kegiatan penting seperti penyuluhan dengan judul penyuluhan dan pendampingan pengolahan untuk mewujudkan desa mandiri yang bersih, sehat dan berkemajuan yang dilanjutkan dengan pengkaderan Bank sampah, untuk menjawab permasalahan sampah yang tak kunjung berakhir hingga bencana.

Permasalahan sampah yang kompleks, perilaku membuang sampah sembarangan serta tempat pembuangan akhir yang belum ada membuat masyarakat lebih memilih membuang sampah di tepi sungai dan belakang rumah. Hal tersebut menggugah hati mahasiswa untuk turut andil menangani permasalahan.“Memang disini kelihatanya bersih, tapi jika dilihat lebih kedalam di tepi sungai, belakang rumah, tepi jalan banyak sampah yang ditimbun. Saya sebagai ketua RT sudah mengingatkan warga karena hal tersebut berdampak besar ketika hujan turun, daerah dibawah Bendunganjati terkena imbasnya. Banjir dan longsor dimana-mana,” tegas Lasmari ketua RT di dusun Bendorejo.

Program sosial kemasyarakatan dilakukan di masjid dan TPQ karena masjid di desa tersebut tidak memiliki struktur dan administrasi masjid yang baik. Selain itu tim KKN Bendunganjati juga menyentuh TPQ dengan memberikan wawasan pengajaran pedagogik pada guru, juga memberikan beberapa bantuan peralatan untuk kenyamanan anak-anak ketika mengaji mengingat kondisi TPQ yang kecil, lembab, dan rusaknya beberapa sarana sehingga kegiatan belajar mengajar tidak maksimal. Meskipun begitu semangat anak-anak Desa Bendunganjati dalam mengaji sangatlah besar. Hal ini terbukti dari banyaknya santri dalam TPQ tersebut. “Masjid kami sudah besar, dan bagus mas, mbak. Tapi ya itu kami mengalami masalah dalam hal administrasi masjid dan TPQ, karena bingung maka saya meminta tolong mas dan mbak untuk membantu kami,” ujar Mudin dusun Bendorejo ketika mendatangi Mahasiswa KKN-P 2019 Umsida.

Selain program utama KKN-P Umsida juga berpartisipasi dalam segala macam kegiatan desa diantaranya posyandu, sosial keagamaan masyarakat, melakukan sosialisasi dan pengajaran di sekolah, memberikan bimbingan belajar dan sebagainya. Menjalankan dua program besar merupakan tantangan yang besar, jika ditambah dengan keadaan cuaca yang ekstrem dan ancaman penyakit yang mungkin terjadi. Banjir dan longsor bahkan menyambut kedatangan tim KKN di desa setempat. Hal tersebutlah yang semakin mempererat ikatan antara warga dengan mahasiswa KKN bahu membahu bekerja bakti membersihkan longsoran yang menimpah rumah warga, hingga turut serta mengatasi permasalahan warga yang membutuhkan bantuan salah satunya adalah dengan kunjungan rumah dengan memberikan pendampingan psikologis. Atas dasar keihklasan hati untuk mengabdi, KKN-P Umsida 2019 benar-benar mencurahkan fikiran dan tenaga untuk kemaslahatan umat. (Lintang/Real)

Related Post