Penulis : umsidaj4y4 February 26, 2019 / Berita

Kuliah kerja nyata merupakan kesempatan emas bagi setiap mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh untuk masyarakat. Hal tersebutlah yang berhasil dicapai Lintang Dyah Puspita, mahasiswi Fakultas Psikologi semester 6 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Bertepatan dengan penutupan KKN-Pencerahan Umsida, kabar baik diperolehnya melalui salah satu warga yang rutin ia datangi selama masa KKN untuk membantu memberikan solusi atas permasalahan yang di hadapinya. Proses pendampingan tersebut berlangsung sejak dua minggu terakhir KKN-P Berlangsung hingga 14/02/2019.

“Iya prosesnya dua minggu selama masa pendampingan, saya rutin mengunjungi rumah salah satu warga untuk mengetahui perkembangan permasalahan yang dihadapi sekaligus memberikan apa yang bisa saya berikan dalam perkuliahan untuk membantunya. Alhamdulillah semua berjalan lancar. Seperti kado, tepat di hari akhir KKN masalah yang dihadapi ibunya berakhir,” ungkap lintang.

Mahasiswi kelahiran Sidoarjo yang ditempatkan di Desa Bendunganjati Kecamatan Pacet tersebut mengaku awalnya sempat ragu sebelum memutuskan untuk lebih dalam masuk pada permasalahan yang dihadapi oleh salah satu warga. Menurutnya masalah tersebut akan semakin tidak terkendali jika tak kunjung diatasi, mengingat kasusnya menyangkut anak-anak yang tentunya membutuhkan penanganan secepat mungkin.

Awalnya mahasiswi berkacamata ini menangkap ada hal yang ganjil dari cerita salah satu ibu yang mendatangi posko KKN nya dan mengatakan jika anaknya yang duduk dibangku kelas 1 SD tidak bersekolah sebulan. Karena rasa prihatin dan tergugah untuk membantu, Lintang memutuskan untuk memberanikan dirinya melakukan tindakan.

“Saya melakukan pendampingan selama 4 kali, sembari memantau perkembanganya. Dengan terus melakukan pendekatan dan memotivasi baik ibu maupun anak tentunya dengan melakukan observasi dan wawancara terlebih dahulu. Tantanganya mungkin lebih ke anak terutama untuk memulihkan psikisnya kembali,”

Mengingat kemampuanya yang terbatas, untuk menentukan keputusan yang benar agar bisa membantu permasalahan warga Lintang melakukan konsultasi mengenai langkah yang akan ia terapkan kepada salah satu dosen walinya. Widyastuti M Psi, psikolog menjadi jawaban akan keraguan yang sempat menghinggapinya.

Setelah melakukan wawancara dan observasi, mahasiswi penikmat novel itu semakin jelas melihat akar dari permasalahan. Oleh karena itu ia semakin mendekati anak, awalnya anak tidak terbuka. Hari demi hari sudah terlihat perkembanganya. Yang awalnya tidak mau  belajar bersama akhirnya mau. Yang awalnya langsung menangis ketika melihat seragam sekolah, anak mulai meminta sekolah dan semangat memakai seragam sendiri, yang awalnya takut mendengar kata sekolah dan tidak bisa dipaksa pergi sekolah akhirya kamis tepat dihari penutupan KKN anak berani untuk berangkat sekolah sendiri.

“Saya sangat bersyukur, permasalahan yang dihadapi salah satu warga telah terselesaikan. Tidak pernah menyangka dari kompleksnya permasalahan saya bisa membantu mewujudkan mimpi salah satu warga untuk membuat anaknya kembali bersekolah. Kuncinya hanya kesabaran, dan memposisikan diri sebagai teman untuk anak. Yang terpenting memahami karakter anak tersebut. hal itulah yang saya tegaskan.” (Lin)

Related Post