Penulis : umsidaj4y4 February 12, 2019 / Berita

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pencerahan (KKNP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) membantu warga Desa Penanggungan Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto memproduksi pupuk organik berbahan dasar kulit durian.
Mahasiswa yang bertugas di Desa Penanggungan menemukan limbah kulit durian ini terus menumpuk seiring jumlah konsumsi masyarakat. Kelompok yang diketuai Biqolbi Aqwam mahasiswa jurusan ilmu komunikasi ini, memberikan edukasi bahwa kulit durian tidak selalu menjadi masalah, tetapi sebuah inovasi baru yang bisa meningkatkan sumber mata pencaharian Desa Penanggungan.
Biqol, sapaan akrabnya bersama anggota tim KKN-P 46 Penanggungan, akhirnya menemukan penelitian terkait kandungan kulit durian. “Kulit durian mengandung banyak serat yg kaya akan lignin. Unsur lignin itu bisa merangsang pertumbuhan tanaman dan selulosa yang berpotensi dalam proses adsorpsi” kata Biqol.
Oleh karena itu, tim KKN-P 46 Penanggungan menemukan gagasan baru bahwa limbah kulit durian ini bisa dicampurkan dalam proses pembuatan pupuk organik. Tentunya ide ini didukung oleh warga Desa Penanggungan, disamping itu desa ini juga sudah tersedia alat dan bahan untuk membuat pupuk organik.

Tidak hanya memproduksi pupuk organik, tim ini juga membantu mengemas pupuk dengan kemasan yang menarik dan praktis sehingga meningkatkan minat pembeli. Untuk mempromosikan pupuk tersebut, tim KKN-P Penanggungan ini juga mengajarkan masyarakat untuk menggunakan media sosial dan memasarkan melalui online shop. (Hesty)

Related Post