Mewujudkan Khaira Ummat, UMSIDA Terapkan Tes BQ bagi Dosen dan Karyawan

Penulis : umsidaj4y4 May 28, 2019 / Berita

Sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) terus berusaha mewujudkan visi Muhammadiyah dalam mewujudkan masyarakat Islam sebenar-benarnya. Ini dilakukan tidak hanya bagi mahasiswanya dalam proses belajar-mengajar, namun juga bagi karyawan dan dosen UMSIDA yang diselenggarakan secara rutin dalam Kajian Ramadhan setiap tahun.

Pada bulan Ramadan 1440 ini, Kajian Ramadan mengambil tema “Penguatan Nilai-nilai Islam dalam kehidupan individu dan Masyarakat menuju terwujudnya Khaira Ummah,” pada Jum’at hingga Sabtu (24-25/05/19) Di Aula K.H Mas Mansyur, Lt.7 Gedung E Umsida. Momen Ramadan merupakan salah satu momen penting bagi penguatan visi Muhammadiyah tersebut.

Kegiatan Kajian Ramadan tersebut merupakan agenda rutin yang diselenggarakan dan diikuti oleh seluruh dosen dan karyawan Umsida. Yang menarik dalam kajian Ramadhan tahun ini adalah kegiatan Sertifikasi Baca Al qur’an (BQ) dan praktek ibadah untuk Dosen dan karyawan Umsida. Kegiatan ini melibatkan seluruh pejabat struktural tertinggi hingga karyawan.

“Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari proses evaluasi bagi karyawan yang juga bagian dari umat Islam yang harus menguasai dengan benar praktik keislamannya,” Kata Puspita Handayani S Ag M PdI Kasie Lembaga Al Islam dan Kemuhammadiyahan (LIK). “Selain itu juga tuntutan dari Mutu Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Perguruan Tinggi Muhammadiyah,” Puspita menambahkan.

Dalam konteks ini, Umsida menilai membaca Al qur’an dan ibadah menjadi wajib untuk dilaksanakan secara benar sesuai dengan perintah Allah dan Nabi Muhammad SAW yang meliputi meliputi praktek wudhu, gerakan sholat dan bacaan atau doa sholat. Seluruh  peserta diuji oleh penguji untuk kemudian ditingkatkan didasarkan atas tingkat kemampuannya pada tahap selanjutnya. Masing-masing peserta masuk dalam kelompok dan menempati kelas yang sudah ditetapkan panitia melalui proses screening sebelumnya.

Puspita menambahkan dari hasil penilaian, peserta ada yang lulus dan tidak lulus. “Bagi yang sudah lulus akan diterbitkan sertifikat yang ditandatangani Badan Pembina Harian (BPH) bidang AIK dan kepala Lembaga AIK, sedangkan yang tidak lulus maka tindak lanjutnya akan diadakan pembinaan intensif seminggu sekali sesuai tingkat kemampuannya,” ujar Puspita.

Sertifikasi BQ dan Ibadah kedepannya akan menjadi persyaratan dan bahan pertimbangan Direktorat Pengembangan Sumber Daya Manusia (DPSDM) dan BPH untuk kenaikan pangkat atau jabatan karyawan dan pejabat struktural. Dan dengan sertifikasi ini, diharapkan Umsida dapat berkembang menjadi kampus Islami sesuai Visi dan Misi Universitas untuk mewujudkan organisasi yang mewujudkan masyarakat Islam sebenar-benarnya. (Hesty/Adji)

Related Post