Peduli dan Berbagi di Griya Cinta Kasih Jombang

Penulis : umsidaj4y4 May 15, 2019 / Berita

umsida.ac.id – (15/05)

Kenikmatan sehat, adalah anugerah yang terindah  yang  Allah berikan kepada kita. Sehat jasmani dan rohani yang selalu diharapkan setiap orang. Kenyataan kehidupan banyak orang orang yang berada disekeliling kita yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.

Mereka masih berhak atas kehidupannya, walau kadang kurang diterima masyarakat bahkan keluarga mereka sendiri. Dianggap sering menggangu dan kadang berkeliaran di jalan jalan, padahal mereka sakit dan butuh sentuhan untuk kesembuahnnya.

Hal ini lah yang menggerakan hati Jema’in, 62 tahun, untuk medirikan Yayasan Griya Cinta Kasih, yang berlokasi di Desa Subentoro, Sumbermulyo, Jogoroto, Kabupaten Jombang.  Yayasan yang di ketuainya sejak tahun 2005 ini, khusus  merawat orang ganguan jiwa dan mental.

Kegiatan awal Jema’in waktu itu dengan membebaskan para tetangga desanya yang di pasung karena sakit gangguan jiwa dan dianggap menggangu. “Jadi orang orang yang terkena gangguan jiwa dulu dipasung karena dianggap mengganggu, makanya  saya ingin sekali membebaskan mereka dan Alhamdulillah yayasan inilah jawabannya,” pungkasnya. Mereka di rawat dengan penuh kasih sayang, sampai dengan tahun 2019 saat tim Lazismu Umsida berkunjung ke sana, jumlah pasien di panti berjumlah 151 pasien laki 109 perempuan.

Jema’in mengatakan “Pasien yang dirawat tidak dikenakan biaya, dirawat  secara gratis. Memang ada sebagian keluarga yang setiap bulan memberikan bantuan se iklasnya, rata rata keluarga pasien dari masyarakat miskin,” ujarnya.  Untuk memenuhi kebutuhan pasien biaya  operasional sebulan menghabiskan dana rata rata sebesar Rp. 135.000.000,- . Dana operasional sebanyak itu ditanggung oleh pihak yayasan hanya sekitar 20 % keluarga pasien yang setiap bulannya membantu untuk biaya kehidupan sehari hari.

Untuk memenuhi kebutuhan operasional dalam merawat 260 pasien ini, Yayasan Griya Cinta Kasih memiliki beberapa usaha. Usaha  yang dijalankan yayasan selain untuk memberikan terapi kepada pasien juga sebagai sumber pendanaan operasional yayasan.

Usaha yang dijalankan yayasan mulai dari penggerajian kayu, peternakan:  sapi, bebek, ayam potong, ikan lele dan ikan emas. Ada juga lahan untuk menanam jagung dan kedelai, semua di kerjakan pengurus yayasan dan pasien. Penghasilan usaha dan kebutuhan seharti hari menurut keterangan Jema’in masih jauh dari cukup.

Untuk meringankan beban kebutuhan Griya Cinta Kasih, mahasiswa relawan Kl Lazismu Umsida  memberikan bantuan, yang pertama beberapa bulan yang lalu berupa 100 kg beras, 20 kg gula pasir, 2 duz minyak goreng dan baju layak pakai, dan yang kedua pada tgl 4  Mei 2019 berupa 100 kw beras dan kaos baru dan baju layak pakai. (Yekti/Real)

Related Post