Pemanfaatan Limbah Jamur di Desa Duyung

Penulis : umsidaj4y4 March 15, 2019 / Berita

Umsida.ac.id – Istilah Agent of Change merupakan istilah yang seringkali disematkan kepada generasi muda di Indonesia. Dalam rangka membantu perwujudan istilah tersebut, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo setiap tahunnya rutin menjalankan program Kuliah Kerja Nyata di berbagai desa-desa khususnya wilayah Jawa Timur. Tahun ini, Umsida menyebar mahasiswanya di empat Kabupaten di Jawa Timur, yaitu Jombang, Kediri, Pasuruan dan Mojokerto. Tema yang diangkat pada KKN Pencerahan 2019 Umsida adalah “Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan”.

Di Mojokerto sendiri, mahasiswa disebar di 2 Kecamatan, yaitu Pacet dan Trawas. Di Kecamatan Trawas terdapat desa yang bernama Duyung yang sebagian besar warganya adalah pengusaha jamur. Satu yang menjadi sorotan kelompok mahasiswa KKN yang berada di Desa Duyung adalah masyarakatnya membuang sisa baglog jamur di jalan-jalan.

Menurut Sri Intan Pusvitasari, salah satu anggota di kelompok KKN tersebut, daripada baglog jamur tersebut mencemari lingkungan dan tidak sedap dipandang mata, lebih baik dimanfaatkan menjadi pupuk. Pupuk ini bisa diaplikasikan di buah-buahan, tanaman dan pertanian.
Demi mewujudkan lingkungan yang sehat dan tidak tercemar, maka Kelompok KKN-P Umsida di Desa Duyung mengadakan sebuah Pelatihan Pengolahan Pupuk dari Limbah Jamur. Pelatihan tersebut diadakan di Dusun Bantal dan Duyung. “Respon warga terhadap pelatihan ini sangat antusias, karena awalnya warga tidak mengetahui bahwa baglog jamur bisa dimanfaatkan lagi,” jelas Intan saat dihubungi lewat pesan. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi warga masyarakat Desa Duyung. (Mega)

Related Post