Perbankan Syariah UMSIDA: Tujuh MOU Dalam Sehari

Penulis : umsidaj4y4 April 1, 2017 / Uncategorized

Program Studi (prodi) Perbankan Syariah Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) baru dibuka pada tahun 2014 dan sudah menunjukkan kemajuan pesat. Bagaimana tidak, prodi yang baru memiliki dua angkatan ini menyelenggarakan Seminar Nasional pada 19 Februari 2016 diikuti dengan penandatanganan kesepakatan bersama dengan enam institusi pelaku perbankan syariah di Jawa Timur. Kegiatan tersebut diselenggarakan di aula kampus satu UMSIDA.

speakers

Ketujuh pihak yang melakukan penandatanganan kesepakatan bersama tersebut adalah UMSIDA, Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Indonesia (BI) Jatim, Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS) Sidoarjo, Bank Bukopin Syariah Sidoarjo, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jatim, dan MASEI. Pengembangan dan akselerasi program studi Perbankan Syariah yang termasuk dalam kerjasama tersebut meliputi magang kerja bagi mahasiswa program studi Perbankan Syariah, pelatihan dan workshop bagi karyawan bank syariah, penyediaan tenaga kerja bank syariah yang sudah terstandarisasi sesuai kebutuhan para pihak, penempatan dana funding dan pembiayaan, pemanfaatan jasa dan layanan perbankan dalam pengembangan program studi Perbankan Syariah.

peserta

Kesepakatan ini diyakini akan menguntungkan semua pihak dan tentunya sangat bermanfaat bagi kemajuan mahasiswa prodi Perbankan Syariah. Mahasiswa dapat memilih tempat magang sesuai dengan keahlian masing-masing di bank yang termasuk dalam kerjasama itu. Hal ini akan membantu para calon lulusan prodi Perbankan Syariah nantinya untuk memperoleh pekerjaan dengan mudah dan cepat bahkan sebelum mereka lulus. Sedangkan bank syariah yang bersangkutan pun juga akan diuntungkan karena memiliki karyawan terbaik yang ahli di bidangnya.

Diantara narasumber yang mengisi acara tersebut adalah Bapak Yason Taufik Akbar dari Bank Indonesia, beliau menjelaskan secara gamblang sistem keuangan syariah kepada para peserta seminar yang terdiri dari 300 mahasiswa dan umum. Selain itu, melalui seminar nasional tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional baik dari landasan maupun sistemnya. (dian)

Related Post

Type your Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *