Program Studi AP Tumbuhkan Pengetahuan Mengenai Pengelolaan Tata Ruang dan Tanah

Penulis : umsidaj4y4 April 26, 2019 / Berita

UMSIDA.AC.ID – Reformasi agraria dimaknai sebagai penataan aset plus penataan akses. Penataan aset dalam hal ini adalah pada pemberian tanda bukti kepemilikan atas tanahnya (sertipikasi hak atas tanah), sedangkan penataan akses adalah penyediaan dukungan atau sarana-prasarana dalam bentuk penyediaan infrastruktur, dukungan pasar, permodalan, teknologi, dan pendampingan lainnya sehingga subyek reforma agraria dapat mengembangkan kapasitasnya.

Dalam menumbuhkan pengetahunan mahasiswa administrasi publik mengenai pengelolaan tata ruang dan tanah di kabupaten sidoarjo, program studi administrasi publik umsida mengadakan seminar regional betajuk reformasi agraria dalam mewujudkan tata kelola ruang yang baik. Kegiatan yang dilaksanakan pada (23/04) di Aula Siti Khodijah Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo tersebut, turut mengundang narasumber dari Badan Pertanahan Nasional Pemkab Sidoarjo Pudji Widiatmoko.

Acara tersebut dihadiri oleh 150 peserta yang berasal dari mahasiswa Administrasi publik dan Kepala Program Studi Administrasi Publik Lailul Mursyida,S.AP.,M.AP serta dosen Administrasi Publik Umsida.
Seminar tersebut dimoderatori oleh mahasiswi Administrasi Publik Rizky Nilam Pratidina.Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan pengetahunan mahasiswa/i mengenai Pengelolaan Tata Ruang dan Tanah.

Dalam menyampaikan materi, Pudji Widiatmoko menerangkan Dengan adanya penataan kembali struktur penguasaan, penelitian, penggunaan dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan melalui penataan aset dan di sertai dengan penataan akses kemakmuran rakyat diharapkan dapat mewujudkan ruang wilayah nasional yang aman, nyaman produktif dan berkelanjutan berlandaskan wawasan nusantara dan ketahanan nasional.

Ketua Program Studi Administrasi Publik, Lailul Mursyidah, M.Ap mengharapkan “Dengan adanya Seminar Regional Agraria ini mampu memberikan pandangan baik buat mahasiswa/i Administrasi Publik dalam Reformasi pengelolaan tata ruang tanah menjadi lebih maksimal lagi.” Ujar Lailul

Selain itu Ketua Pelaksana Reka Fitriana juga menjelaskan bahwa “Pengetahuan mengenai reformasi tata kelola ruang yang baik sangat diperlukan mahasiswa/i sebagai kader atau pewaris tanah di masa yang akan datang.” Ujarnya.(Radita/ Eva)

Related Post