Sekjen MUI : Pemimpin Yang Baik Tidak Boleh Mengkhianati Janji

Penulis : umsidaj4y4 August 8, 2018 / Berita

Sekretaris Jendral MUI Jawa Timur, Ainul Yakin dalam talkshow Obrolan Aktual Seputar Kebangsaan (Oase Bangsa) yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) bersama Radio Suara Muslim mengatakan rakyat harus cerdas mimilih pemimpin bagi Indonesia selanjutnya (8/8).

MUI sebagai perwakilan Umat Islam memiliki berbagai keputusan tentang kepemimpinan. Salah satunya tentang pentingnya memposisikan pemilu. Pemilu dinilai sebagai satu tahapan untuk mewujudkan kepemimpinan (Nashbul Imam). Kriteria Pemimpin yang baik menurut Ainul Yakin, “Seorang pemimpin yang baik harus memenuhi syarat sebagai pemimpin yang telah di ajarkanNya, sebab pemimpin memegang amanah yang besar,” ujarnya.

Ainul Yakin berpendapat, pemimpin yang baik tidak boleh mengkhianati janji dan harus bisa membawa kesejahteraan bagi rakyatnya. Ia mengatakan, “Menjadi presiden itu pertanggung jawabannya dunia akhirat. Maka kalau sampai mengkjianati janji, berati ia juga mengkhianati janji kepada Allah dan RasulNya.”

Saat ditanyai mengenai fenomena nama ulama masuk dalam bursa calon presiden dan wakil presiden, Ainul Yakin mengatakan bahwa hal itu tidak perlu dirisaukan. “MUI sangat menghargai hal itu, sebab itu bagian dari proses Demokrasi. Jadi menurut kami tidak ada yang perlu dirisaukan,” pungkasnya. (Real)

Related Post