Penulis : umsidaj4y4 November 28, 2018 / Berita

Sempat menunda kuliah selama satu tahun dan bekerja di salah satu minimarket, Marita Karin Ismayanti akhirnya lulus Sarjana dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) , 28 November 2018. Ia berhasil menjadi wisudawan terbaik Fakultas Pertanian dengan ipknya 3,72 ia berhak mendapat predikat pujian.

Marita yang sebenarnya menunda kuliah karena tidak masuk Perguruan Tinggi Negeri ini pada awalnya ingin menunda kuliah satu tahun lagi. Namun, lagi-lagi orang tuanya tidak setuju dan menginginkan Marita berkuliah di Umsida.

“Awal masuk kuliah di Umsida dengan jurusan Agroteknologi adalah paksaan orang tua saya,” ungkap anak pertama dari pasangan Ismanto dan Sri Pristiyawati, “Saya sama sekali tidak tahu apa-apa mengenai pertanian, tapi saya manut saja karena permintaan orang tua.” Paparnya.

Marita mengaku tidak memiliki bakat pertanian, “Waktu semester awal, tanaman apapun yang saya tanam selalu mati.”

Namun, Marita tidak patah semangat sebab teman-teman yang selalu mendukung. Ia selalu merasa beruntung karena memiliki dosen-dosen yang selalu membantu atas ketidakmampuannya itu, terpenting adalah setiap dosen dan mahasiswa mau menerima perbedaan.

Saat ditanya perihal prestasinya Marita selalu mengatakan, “Saya ini bukan orang yang pintar, tapi saya selalu mengusahakan untuk mengerjakan segala sesuatu dengan maksimal.” Hal itu juga ia buktikan dengan lolosnya tim PKM dan mengikuti kompetesi di IPB Bogor untuk mengikuti PIMNAS.

Gadis penyuka Sambal goreng hati ini rupanya pekerja keras, pasalnya tidak hanya disibukkan kuliah ia juga bekerja bahkan mengikuti beberapa oraganisasi mahasiswa. “Saya sempat megang jabatan sebagai sekretaris 2 Badan Eksekutif mahasiswa (Bem) Pertanian angkatan 2015. Juga, menjabat sebagai bendahara Himpunan Mahasiswa (Hima) Agroteknologi. Tapi semenjak semester 5 dan saya mulai direpotkan dengan kesibukan lain, saya putuskan untuk resign dari organisasi itu.”

“Motivasi terbesar saya adalah keluarga, karena jujur saya bukan dari keluarga berkecukupan. Semua serba pas-pasan untuk kuliah,” ungkap mahasiswa asli sidoarjo ini. “Bahkan di semester akhir saya sempat mau cuti karena orang tua sudah lepas biaya. Tapi, Alhamdulillah ada pertolongan Allah. Saya bekerja, berpidah-pindah. Sempat kerja di counter hape dan bantu-bantu  teman yang punya usaha.”

Marita mengaku, segalanya tidak mudah. Ia mencapai ini semua melalui banyak pengorbanan, namun ia tetap semangat berkat keluarga. Terpenting baginya membanggakan keluarga dan membuktikan ketidakmungkinan itu bisa diraih dengan kerja keras.

Ia sangat mendukung adik-adik kelasnya, agar mampu berjuang walau banyak kekurangan yang dimiliki. Seperti dirinya dulu yang tidak menginginkan kuliah di Umsida dan tidak paham tentang pertanian, dan hal-hal yang tidak di sangka terjadi bahkan di saat-saat terakhir kuliahnya. Tak disangka Marita menjadi lulusan terbaik Fakultas Pertanian. “Jangan lupa selalu ucap Bismillah dan berdo’a untuk memulai segala sesuatu. Ucap kata ajaib itu sebelum melakukan kegiatan, presentasi, dan ujian. Selamat berjuang adik-adik.” Pesannya di akhir wawancara. (igip).

Related Post