Penulis : umsidaj4y4 May 15, 2018 / Berita

UMSIDA.AC.ID- Meraih gelar juara tentu bukan perkara yang mudah. Perlu kekuatan mental saat maju di depan juri dan segenap audiens seraya menampilkan performa terbaik. Itulah yang dialami oleh Alfina Rahma Mawatdah dan empat mahasiswa lainnya yang tergabung dalam kontingen Umsida saat berkompetisi di Olimpiade Qur’an Nasional, Universitas Negeri Yogyakarta.

Selama tiga hari sejak tanggak 4-6 Mei 2018, kontingen Umsida yang didampingi oleh Anita Pujiastutik, S.Ag, M.Pd.I berada di kota pendidikan dan berjuang demi kebanggaan kampus tercinta. Alhamdulillah, perjuangan mereka berbuah manis. Alfina Rahma Mawatdah berhasil meraih juara 1 cabang Musabaqah Tilawatil Qur’an. Alfina sempat merasa minder di awal karena melihat performa dari peserta lain yang menurutnya sangat sempurna dan berpotensi jadi juara. Terlebih lagi peserta yang hadir adalah kontingen dari seluruh daerah di Indonesia. “Lawan terberatnya adalah dari Universitas Brawijaya, karena perwakilannya sudah pernah mewakili tingkat Nasional sebelumnya. Dan, tentunya lebih berpengalaman dibandingkan saya” ujarnya.

Saat diminta menceritakan beberapa hambatan saat berkompetisi, putri sulung dari pasangan Agus Murdianto dan Muklisah ini mengkisahkan bahwa ia harus rela tidur di lantai asrama masjid karena alokasi penginapan untuk peserta telah penuh dan sudah tidak ada tempat lagi mengingat jumlah peserta yang membludak. Alfina mengaku banyak belajar tentang kesabaran dan keteguhan saat mengalami kondisi ini. Apalagi dia harus fokus mempersiapkan performa terbaik saat perlombaan. Walhasil, ia pun berhasil membuktikan bahwa performa terbaik tidak harus datang dari mereka yang serba nyaman dan terpenuhi kebutuhannya.

Bahkan, gadis pecinta nasi goreng ini, mengaku hanya berlatih selama satu minggu bersama dosen pembimbingnya “Tetapi dari dulu saya pribadi memang istiqomah latihan setiap hari dan sering men-tashih-kan bacaan Al Qur’an ke Ustadz saya” pungkasnya. (Igip/MZF)

Related Post