Penulis : umsidaj4y4 October 27, 2018 / Berita

Bentuk kepedulian terhadap kemajuan generasi pendidik abad 21 yang produktif dan kreatif, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam (BEMFAI) mengadakan seminar Nasional bertajuk Kontribusi Mahasiswa dalam Bidang Pendidikan Abad 21 (25/10/2018). Bertempat di Aula Gedung E Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Menghadirkan dua sosok pemateri yang luar biasa dengan segudang pengalaman di bidang pendidikan, Sinta Yudisia Wisudanti seorang penulis dan Bagus Putra Wahyu Santoso seorang tranner pendidikan abad 21. Semakin menarik dengan moderator spesial nan ceria Dian Rahma Santoso dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Umsida.
Sintia Yusidia, begitu ia kerap dipanggil seorang penulis, psikolog juga konselor dibidang pendidikan. Baginya guru itu sosok luar biasa dibalik kesuksesan seseorang anak. “Kita tahu tokoh Islam yang terkenal Salahuddin al Ayyubi beliau memenangi perang salib, tapi pernah kalian tahu siapa sosok pemenang dibaliknya? Ia diasuh dan dibesarkan oleh ayah serta pamannya,” tandasnya, “Lalu, Einstein dengan rumus E=MC2 , Ibunya-lah yang mengajarinya. Padahal sebelumnya ia disebut anak bodoh hingga tidak ada sekolah yang mau menerimanya,” tambahnya lagi.
Perempuan yang aktif menuliskan karyanya ini menjelaskan, “Guru abad 21 ialah guru yang mampu mengkombinasi 4 pilar yakni: learn to Know, learn to be, learn to live together, learn to do. Keempat pilar tersebut menjadi pegangan dan tak akan tergilas abad 21. Karena mereka mampu menyesuaikan konteks perkembangan zaman.”
Semua pendapat itu dibenarkan oleh CEO trainier pendidikan abad 21, Bagus Putra Wahyu Santoso. “Menjadi guru abad 21 adalah guru yang sigap menghadapi tantangan luar biasa dan senang untuk learn,”. Alumni Indonesia mengajar angkatan IV ini, berhasil mengantarkannya mencintai dunia pendidikan berkontribusi sebagai penggerak guru belajar, pengajar di DBL academy, Penemu Edu game designer, dan sekarang sedang focus membelajari coding programmer.
“Teruslah belajar cari tiga bakat yang kalian miliki dalam diri kalian maka kalian tidak akan tergilas di abad 21,” katanya. “Masalah pendidikan di Indonesia terus bekembang maka segera ambil barisan untuk berkontribusi dimulai menjadi Guru, menjadi Relawan, lakukan inovasi pendidikan, jadilah role model bagi lingkungan sekitarmu, jika tak bisa semuanya setidaknya support hal baik yang dilakukan kawan kalian.” Tambahnya.
Seminar dihadiri oleh 400 peserta yang sebagian besar mahasiswa jurusan pendidikan. Acara berlangsung menyenangkan, antusias peserta terbukti dengan banyaknya minat bertanya kepada pemateri.
“Jika kamu telah mempelajari hal baik maka lakukanlah berulang-ulang dan jadikan itu kebiasanmu Learn, do, habit.” Tutupnya sekaligus memberi motivasi kepada seluruh peserta seminar. (zila/igip)

Related Post