Penulis : umsidaj4y4 December 10, 2018 / Berita

Komunikasi lintas budaya merupakan hal yang penting bagi seluruh penduduk dunia. Kemunculan komunikasi lintas budaya di desa oleh adanya interdependensi antar bangsa yang semakin nyata, baik itu di bidang sosial, ekonomi, iptek, politik, dan lain-lain. Dalam rangka studi komunikasi lintas budaya, puluhan mahasiswa ilmu komunikasi Umsida semester 7 mengunjungi masyarakat Suku Osing yang terletak Desa Kemiren Kabupaten Banyuwangi pada 8 hingga 9 Desember 2018. Rombongan mahasiswa tersebut datang bersama Dosen FISIP Ferry Adhi Dharma S IKOM, M IKOM dan Dr Djarot Meidi Budi Utomo, M Si.

Setibanya di lokasi, rombongan mahasiswa  disambut hangat oleh kelompok sadar wisata Desa Kemiren (Pokdarwis). Para mahasiswa Ilmu Komunikasi, bermalam selama sehari di rumah warga Desa Kemiren. Adapun beberapa kegiatan seperti diskusi budaya, pertunjukan budaya ekplorasi, interaksi sosial masyarakat Osing, memahami komunikasi simbolik budaya Osing, dan observasi Lintas Budaya Osing.

Pada agenda pertama, mahasiswa berkumpul di balai desa Kemiren untuk melakukan perkenalan dan diskusi tentang budaya Desa Kemiren. Acara dibuka dengan musik gamelang dan tari Gandrung membuat suasana menjadi hangat. Dalam diskusi tersebut dihadiri oleh Ketua Suku Osing, Dosen, dan Mahasiswa ilmu komunikasi semester 7.

Dalam diskusi tersebut Ketua Suku Osing menjelaskan KEMIREN merupakan kepanjangan dari Kemronyok Mikul Rencana Nyata ( prinsipnya yaitu bersama – sama dan gotong royong) hal ini di cetuskan oleh POKDARWIS atau kelompok sadar wisata desa Kemiren. Sedangakan Kemiren sendiri berasal dari nama KEMIRIAN (banyak pohon kemiri, duren dan aren) dan masyarakat setempat menyebutnya daerah tersebut KEMIREN, maka nama daerah tersebut disebut KEMIREN hingga saat ini.

Ketua adat Osing juga mengatakan, beliau bersama masyarakat Desa Kemiren ingin mengajak pemuda untuk melestarikan dan mengurangi kegiatan negatif.
“ Kami mengadakan kegiatan bersama pemuda yang bertujuan untuk melestarikan budaya melalui kesenian musik gamelan dan seni tari. Hal tersebut juga diharapakan dapat mengurangi kegiatan negatif yang dilakukan oleh pemuda.” Ujarnya

Keesokan harinya Minggu (9/12), rombongan mahasiswa Ilmu Komunikasi tersebut diajak berkeliling desa untuk ziarah makam Buyut Cili Kemiren dan mengunjungi komplek rumah adat suku Osing. Disitu mereka mempunyai kewajiban menggali segala informasi guna menlengkapi materi tugas mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya. Kegiatan tersebut di akhiri dengan penyerahan cendra mata dan foto bersama oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi Umsida dengan pihak Desa Kemiren. (Rizky)

Related Post