Penulis : umsidaj4y4 February 12, 2019 / Berita

Umsida.ac.id – Sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – Pencerahan (KKN-P) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo periode tanggal 16 Januari hingga 15 Februari 2019 dengan lugas siap mengabdi pada masyarakat di desa Tamiajeng, kecamatan Trawas, kabupaten Mojokerto.

Menurut ketua kelompok KKN-P 48 Muzakki menjelaskan, desa Tamiajeng memiliki banyak potensi yang dapat dimaksimalkan untuk memberdayakan kesejahteraan masyarakat desa tersebut. Dari sekian banyak potensi yang ada, produksi tela ungu yang melimpah di desa Tamiajeng merupakan salah satu yang menarik perhatian untuk dikelola, karena hasil produksi yang besar tidak sebanding dengan keuntungan yang sedikit dan kurang memuaskan.
“Warga desa Tamiajeng banyak yang berprofesi sebagai petani tela ungu, lalu kemudian menjualnya. Tetapi penjualan tela ungu tidak maksimal karena pada zaman sekarang makanan tradisional seperti itu mulai ditinggalkan oleh masyarakat,” ujar Muzakki.

Melihat keadaan yang kurang baik, salah satu anggota kelompok KKN-P Desa Tamiajeng Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto, Maully Syifa, mencoba mencari celah untuk mengoptimalkan potensi tela ungu yang sebenarnya menjanjikan. Menurutnya, perkembangan zaman yang semakin modern, dibutuhkan banyak inovasi agar tetap dapat bersaing, begitu pula dengan pengolahan tela ungu supaya lebih menarik minat konsumen untuk membelinya.

Bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Feri Tirtoni, S.Pd., M.Pd bersama Tim KKN-P Desa Tamiajeng sepakat untuk mengolah tela ungu menjadi nugget, dengan campuran olahan ayam dan tambahan bumbu yg menambah sedapnya nugget tela ungu ini. Ide tersebut muncul karena pada masa kini masyarakat cenderung menyukai sesuatu yang instan dan tidak ribet, nugget merupakan produk yang pas karena termasuk dalam salah satu makanan siap saji yang populer dan digemari oleh semua kalangan.

“Nugget tela ungu merupakan gebrakan baru dan penambah variasi nugget karena setau saya selama ini belum ada nugget dengan campuran tela ungu. Hal ini juga tak lepas dari bantuan teman-teman lainnya, jadi terbentuklah cita rasa nugget tela ungu yang enak dan murah,” kata Maully.

Meski dibanderol dengan harga yang cukup murah, yaitu Rp. 30.000 isi 20 biji tiap kemasannya, namun tetap menghasilkan keuntungan yang lebih besar daripada tela ungu yang dijual utuh seperti sebelumnya.

“Kami yakin harga segitu dapat bersaing di pasaran karena kualitas yang diberikan pun terjamin, selain itu kami juga membantu dalam pemasaran produk nugget tela ungu dengan cara membuatkan web serta akun instagram agar promosi produk lebih maksimal sehingga dapat diketahui masyarakat secara lebih luas.” imbuh Maully dengan semangat menjelaskan.

Mahasiswa kelompok KKN-P Desa Tamiajeng sangat senang ketika mengetahui respon warga yang antusias mengenai produksi nugget tela ungu ini, terlebih setelah mendapat penjelasan mengenai bahan yang digunakan mudah dicari dan proses pembuatan tidak sulit serta efisien, tetapi sangat efektif dalam upaya peningkatkan keuntungan dari hasil penjualan produk.

“Kami berharap apa yang telah kami rintis dan disosialisakan kepada warga, dapat menjadi pacuan untuk terus kreatif dan berinovasi dalam mengembangkan produk-produk berikutnya, kami juga mengusahakn sebisa mungkin untuk terus memantau dan membantu apabila sewaktu-waktu warga desa membutuhkan kami, khususnya dalam mempromosaikan produk,” pungkas Muzakki. (syifa/rizky)

Related Post