Ubah Sampah Menjadi Rupiah Bersama Tim Penggerak PKK Desa Tanjungkenongo

Penulis : umsidaj4y4 February 22, 2019 / Berita

Umsida.ac.id – KKN Pencerahan Umsida kembali menebar manfaat. Berada di Desa Tanjungkenongo, Pacet, Mojokerto mahasiswa KKN Pencerahan Umsida  mengadakan sosialisasi manfaat bank sampah. Bekerja sama dengan Witoyo, pimpinan koperasi langgeng sentosa yang  merupakan koperasi bank sampah se kabupaten mojokerto. Dengan peserta dari Tim Penggerak PKK Desa Tanjung kenongo, acara yang digelar 27 januari 2019 lalu ini juga membentuk kader bank sampah untuk kemajuan Desa Tanjungkenongo.

Sebelum memulai kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Pencerahan Umsida melakukan observasi ke seluruh sudut desa, terutama tempat tempat yang biasa digunakan warga untuk membuang sampah. Didampingi langsur oleh Ibu Kepala Desa setempat, mahasiswa KKN Pencerahan Umsida diajak melihat langsung bagaimana cara warga menangani sampah selama ini. “Jadi sampah disini ada yang dibiarkan saja dan diambili pemulung atau kadang juga dibakar, kan sayang sekali padahal sampah bisa memberi manfaat lain untuk kita sebenarnya,”ujar Himmatul Aliyah mahasiswa fakultas tarbiyah dan muamalah Umsida. Senada dengan hal tersebut Winarti, Ibu Kepala Desa Tanjungkenongo mengatakan jika program bank sampah ini sudah pernah digagas sebelumnya, namun karna terkendala sarana dan prasarananya maka program tersebut belum bisa terealisasi. “Alhamdulillah, berkat bantuan adik adik mahasiswa KKN Umsida program bank sampah dapat terealisasi,” ujar Winarti.

Dalam sosialisasi tersebut, Witoyo menjelaskan jenis jenis sampah, tujuannya agar para kader nantinya sudah memahami bagaimana memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, yakni organic dan anorganik. Ia juga menerangkan nilai dari masing masing jenis sampah anorganik. Untuk sampah jenis tutup botol, 1 Kg nya dihargai Rp. 4500, jenis bak dihargai Rp. 3500/Kg dan sampah jenis gelas aqua dihargai Rp. 3000/Kg. “Nanti keuntungan dari bank sampah bisa ibu-ibu gunakan untuk membayar listrik, membayar pajak, membayar PDAM, membeli kebutuhan rumah tangga, membeli bedak, dan lain sebagainya tanpa meminta uang ke suami.” Imbuhnya sambil tertawa. (Real)

Related Post