Umsida.ac.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Moh Roby, atlet ju jitsu Umsida berhasil meraih juara 3 di tiga kategori sekaligus dalam ajang Super Fight Championship (SLC) Cup 2026 Road to Japan, yakni kategori newaza, fighting system, dan contact system.
Lihat juga: Mahasiswa Ini Sabet 2 Emas di Kejuaraan Ju Jitsu Nasional
Kompetisi ini ia ikuti selama tiga hari (3-5/4/2025) di Fairway Nine Mall Surabaya, mulai dari timbang, technical meeting, tanding, hingga perebutan juara.
Kompetisi ini merupakan ajang nasional yang juga menjadi bagian dari seleksi atlet menuju event internasional.
Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 160 atlet dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta dan Bandung.
SLC Cup Jadi Ajang Kompetisi Sekaligus Seleksi Atlet
Menurut mahasiswa Agroteknologi itu, SLC Cup ini tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga bagian dari proses seleksi atlet untuk event internasional di masa mendatang.
“Ini sebenarnya event kompetisi sekaligus rekrutmen tim untuk ke Jepang,” ujarnya.
Dalam ajang ini, ia mengikuti tiga kategori pertandingan sekaligus.
Awalnya, ia hanya berencana mengikuti dua kategori, namun kemudian mendapat kesempatan tambahan untuk ikut di kategori contact system.
Ketiga kategori yang diikuti tersebut memiliki karakteristik teknik dan strategi yang berbeda, sehingga membutuhkan kemampuan adaptasi yang tinggi dari seorang atlet.
Hadapi Lawan Lebih Berat di Kelas Berbeda

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Roby adalah harus bertanding di kelas yang lebih tinggi dari biasanya, khususnya pada kategori newaza.
Ia mengaku harus menghadapi lawan dengan berat badan yang jauh lebih besar dibandingkan dirinya.
“Di newaza aku naik kelas sampai 80 kg, jadi lawannya jauh lebih besar,” ungkapnya.
Menurutnya, strategi ini memang diterapkan sebagai bentuk latihan agar terbiasa menghadapi lawan dengan level lebih tinggi, terutama untuk persiapan kompetisi yang lebih besar di masa depan.
Selain itu, ia juga sempat menghadapi lawan dari tim kuat yang berasal dari luar daerah.
“Lawan yang paling berat itu di newaza, dia dari tim besar dan beratnya jauh di atas,” katanya.
Meskipun demikian, Roby tetap mampu menunjukkan performa terbaiknya hingga berhasil meraih posisi juara tiga di ketiga kategori yang diikuti.
Manajemen Energi Jadi Kunci Bertanding di Tiga Kategori

Mengikuti tiga kategori dalam satu ajang tentu bukan hal yang mudah.
Roby harus mampu mengatur stamina dan fokus secara maksimal, terutama karena jadwal pertandingan yang cukup padat.
Ia menjelaskan bahwa pada hari pertama, pertandingan untuk kategori fighting system dan newaza dilakukan secara berdekatan dengan waktu istirahat yang sangat singkat.
“Jeda istirahatnya cuma sekitar 10 menit, habis main fighting langsung lanjut newaza,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuatnya harus mampu beradaptasi dengan cepat, baik secara fisik maupun mental.
Meski demikian, ia mengaku tidak melakukan persiapan khusus saat berpindah kategori karena sudah terbiasa dengan kedua jenis pertandingan tersebut.
“Enggak perlu persiapan khusus, karena sudah terbiasa. Tinggal menguatkan niat saja sebelum tanding,” katanya.
Setelah menyelesaikan dua kategori, ia kembali melanjutkan pertandingan di kategori contact system sebagai pertandingan terakhir.
Kemampuan menjaga fokus dan konsistensi menjadi faktor penting yang membantunya menyelesaikan seluruh pertandingan dengan hasil yang baik.
Target Turnamen Selanjutnya dan Dukungan Tim
Setelah mengikuti SLC Cup 2026, Roby menyebutkan bahwa dirinya akan kembali mengikuti kompetisi dalam waktu dekat, yakni ajang Piala Wali Kota Surabaya yang dijadwalkan berlangsung sekitar dua minggu setelah event ini.
“Selanjutnya ada Piala Wali Kota Surabaya, sekarang sudah mulai persiapan lagi,” ujarnya.
Lihat juga: Kurang dari 3 Bulan, Mahasiswa Ini Berhasil raih 8 Penghargaan
Dalam perjalanan kompetisinya, Roby juga menegaskan bahwa dukungan dari orang terdekat menjadi salah satu faktor penting yang memotivasi dirinya untuk terus berprestasi.
“Yang pasti dukungan dari orang tua, teman-teman, dan tim sangat membantu,” katanya.(Romadhona)



















