Halal Bihalal UMSIDA, Moment untuk Meningkat

Penulis : umsidaj4y4 June 14, 2019 / Berita

Arti Syawal adalah meningkat. Maka dari itu, umat islam perlu menjadikan momen Halal Bihalal di bulan Syawal ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas, komitmen, kinerja, amal ibadah, dan pengabdian kita terhadap lembaga. Itulah refleksi dari acara Halal Hihalal pada bulan Syawal 1440 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) pada Kamis (13/06/19).

Pesan reflektif tersebut disampaikan oleh Prof Syafiq A Mughni MA PhD, Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAP) di hadapan dosen dan Karyawan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) di Aula KH Mas Mansur, Kampus Sidowayah.

Halal bihalal itu unik, karena hanya ada di Indonesia. Halal Bihalal Ini menjadi momen saling membersihkan dosa dengan saling bermaafan sesama manusia sehingga melengkapi ibadah vertical dalam puasa Ramadan dengan ibadah horizontal dengan saling ridha dengan sesame manusia.
“Di bulan Syawal diharapkan kualitas kita meningkat menjadi orang yang semakin dekat dengan Allah, menjadi orang yang tidak saja akhlak amalah – orang yang amalnya banyak tetapi menjadi orang yang khoiru amalah orang yang amalnya terbaik,” kata Prof Syafiq di hadapan karyawan dan dosen UMSIDA.

Prof Syafiq menyampaikan umat islam diprediksi akan menjadi umat paling besar di seluruh dunia dibanding dengan penganut agama lain. Tetapi permasalahan yang dihadapi adalah masalah kualitas. Kuantitas jika tidak diimbangi dengan kualitas tidak akan menjadi kekuatan, bisa jadi itu adalah sebuah ujian atau madharat buat umat islam. Bagi persyarikatan muhammadiyah tidak ada pilihan lain kecuali meningkatkan kualitas umatnya. Jumlah anggota muhammadiyah semakin hari semakin besar dan hal itu adalah sebuah tantangan apakah mampu meningkatkan kualitas atau tidak.

Salah satu ukuran kualitas dari ummat adalah Hubungan dengan Allah (Habluminallah), tetapi hanya Allah yang tahu bagaimana kualitas ibadah kita. Yang dapat kita lihat dengan jelas adalah Habluminannas yakni Hubungan antar sesama manusia. Dalam banyak sekali ayat Alquran dan Hadist Rasulullah SAW jelas sekali disebutkan bahwa hubungan antar manusia dan perjuangan untuk menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalah sesuatu yang sangat penting di dalam ajaran islam.“Disini yang sering kita lemah dan kurang perhatian untuk menjadi musim melalui amalan-amalan kemanusiaan,” ungkapnya.

Budaya Muhammadiyah adalah budaya egaliter, menganggap semua manusia sama, yang membedakan hanya taqwanya kepada Allah. Tidak ada yang secara DNA lebih tinggi dari yang lain. Trust – memegang teguh amanah, kerja keras cerdas ikhlas dan tuntas perlu dipegang oleh semua aktivis Muhammadiyah. Warga Muhammadiyah adalah warga yang transparent, berpegang teguh pada akhlaqul karimah. Standar ini perlu menjadi perhatian kita dalam pengabdian kita terhadap Universitas yang kita cintai ini.

Di bulan syawal ini, seharusnya semua bisa meningkatkan pengabdian secara ikhlas kepada persyarikatan Muhammadiyah melaui Umsida ini. “Saya melihat rencana Umsida ke depan yang sangat bagus, sangat bersyukur dan belum pernah terbayang mengingat dulu di awal tahun 90an yang sangat minim fasilitas dan karyawan, sekarang bisa menjadi Universitas besar dengan tower at Tanwir yang begitu tinggi dan akreditasi A yang insyaAllah segera akan terwujud.” Tutur pria yang pernah menjabat sebagi Rektor Umsida ini.(hesty)

Related Post