Menghadirkan Allah dalam Setiap Aksi: Filosofi Dzikir dalam Muhammadiyah

Menghadirkan Allah dalam Setiap Aksi: Filosofi Dzikir dalam Muhammadiyah

Oleh: Kumara Adji Kusuma
(Dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan Wakil Ketua Majelis Tabligh PDM Sidoarjo)

Umsida.ac.id – Dzikir, yang sering dipahami sebagai aktivitas spiritual yang hanya melibatkan lisan, dalam kenyataannya memiliki makna yang jauh lebih dalam, terutama dalam tradisi Tasawuf dan gerakan Muhammadiyah

Dzikir dalam konteks Tasawuf

Fenomena dzikir dalam dunia tasawuf memiliki kedudukan yang sangat penting dan merupakan salah satu inti dari praktik spiritual (riyadhah) dalam rangka mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah. Dzikir merupakan salah satu jalan utama dalam tasawuf untuk mencapai maqam-maqam spiritual seperti fana (lebur dalam kehadiran Allah) dan baqa (kekal dalam cinta Allah). Para sufi seperti Abu Yazid al-Bustami, Al-Ghazali, dan Ibnu ‘Arabi menekankan pentingnya dzikir sebagai media penyucian hati (tazkiyatun nafs) untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Dalam praktiknya di dunia tasawuf, terdapat beberapa metode dzikir. Dzikir Sirr (Dzikir Khafi), yakni dzikir yang dilakukan secara tersembunyi dalam hati tanpa suara. Ini sering dipraktikkan dalam tarekat tertentu, seperti Tarekat Naqsyabandiyah. Kemudian Dzikir Jahr: Dilakukan dengan suara keras, biasanya dipraktikkan dalam bentuk kelompok seperti Tarekat Qadiriyah atau Syadziliyah. Serta  Dzikir dengan Hitungan, dilakukan oleh beberapa tarekat menggunakan alat seperti tasbih untuk menghitung jumlah dzikir tertentu yang biasanya diajarkan oleh mursyid (guru spiritual) untuk meningkatkan level spiritual murid.

Pada sebagian besar kalangan sufi, dzikir dilakukan secara kolektif. Dzikir berjamaah atau majelis dzikir merupakan tradisi penting dalam tarekat, di mana komunitas tarekat berkumpul untuk bersama-sama mengingat Allah. Ini menciptakan suasana spiritual yang mendalam dan energi kolektif.

Namun, sebagian ulama non-sufi mengkritik beberapa bentuk dzikir yang dianggap bid’ah atau berlebihan, terutama yang menggunakan ritual tertentu seperti musik atau tarian dalam dzikir hadrah. Namun, para sufi menjelaskan bahwa bentuk-bentuk dzikir ini adalah cara untuk menyalakan cinta kepada Allah dan bukan semata ritual kosong

Dzikir dan Muhammadiyah

Menghadirkan Allah dalam Setiap Aksi: Filosofi Dzikir dalam Muhammadiyah

Seperti kita ketahui bahwa Ruh itu ada dalam qalb. Ruh ini yang menghubungkan antara hamba dengan Tuhan. Ruh menjadi kanal bagi Allah untuk mengirimkan petunjukNya. Bagi hati yang bersih dan tenang, maka ia akan dapat dengan mudah untuk menerima dan memahami petunjuk Allah dalam bentuk ilham atau yang serupanya. Hati sendiri perlu ketenangan untuk dapat menangkap petunjuk Allah tersebut. Karena itu berdzikir adalah media untuk menenangkan qalb agar qalb yang tenang dapat meraih petunjuk Allah. Petunjuk Allah ini menjadi dasar logis baik secara formal maupun material bagi akal untuk menentukan baik dan buruk, benar dan salah. Sehingga kemudian isi hati dan pikiran ini  dikomunikasikan dalam bentuk lisan maupun gerakan tubuh. Komunikasi verbal dan gerakan merupakan ekspresi dari dalam hati.

Baca juga: Menyucikan Nafs, Menenangkan Qalb: Esensi Dzikir dalam Kehidupan Seorang Hamba

Muhammadiyah adalah salah satu gerakan dakwah yang mengedepankan tidak hanya dzikir dengna hati, lisan, ibadah mahdhah, namun dengan perbuatan dalam bentuk amal usaha. Amal usaha adalah wujud dari dzikir Muhammadiyah. Tidak mengherankan jika kemudian begitu banyak amal shalih dalam Muhamamdiyah yang bersentuhan langsung dengan peningkatan taraf kehidpan manusia yang mencerahkan, mencerdaskan, menyehatkan, dan menyejahterakan. Gerakan amal usaha Muhammadiyah adalah ekspresi dari qalb yang senantiasa berdzikir kepada Allah. Hal ini sekaligus mendekonstruksi bahwa amalan dzikir hanyalah melalui lisan.

Dalam Muhammadiyah, dzikir  memiliki tempat dalam Pernyataan Pikiran Muhammadiyah tentang Islam Berkemajuan dalam Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM). Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit dengan istilah “dzikir” dalam banyak bagian, dzikir dalam konteks PHIWM dipahami secara lebih luas, mencakup pemaknaan ibadah yang mendalam dan pengingat kepada Allah dalam semua aspek kehidupan.

Menghadirkan Allah dalam Setiap Aksi: Filosofi Dzikir dalam Muhammadiyah

PHIWM mengaskan bahwa Islam memerintahkan manusia untuk senantiasa beribadah kepada Allah (QS 51:56) secara benar dan menyeluruh (QS 2:208; 4:36), yang meliputi pengabdian total kepada-Nya serta pelaksanaan amal shalih dalam seluruh dimensi kehidupan (9:105). Hal ini menekankan pentingnya ta’abbudiyah (pengabdian) kepada Allah yang mencakup dzikir sebagai bagian dari hubungan vertikal seorang hamba dengan Tuhannya. Karena itu, PHIWM memandang dzikir sebagai inti kehidupan spiritual muhammadiyah. Ini menggarisbawahi bahwa keberagamaan tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga mencerminkan penghayatan keimanan yang berdampak pada kehidupan sosial.

Secara konseptual dzikir dalam Muhammadiyah tidak hanya dipahami sebagai ucapan lisan an sich seperti yang biasa oleh sebagian kalangan, tetapi lebih utama merupakan kesadaran akan Allah dalam setiap perbuatan. Hal ini sejalan dengan semangat dalam PHIWM yang mengajak umat Islam untuk selalu mendasarkan amal perbuatannya pada kesadaran tauhid. Muhammadiyah memandang bahwa Islam adalah agama yang menanamkan kesadaran mendalam untuk mengesakan Allah (tauhid) yang mewujud pada kehidupan yang penuh makna, amal shalih, dan keseimbangan antara kehidupan duniawi dan ukhrawi.

Dalam PHIWM, Muhammadiyah menekankan pentingnya tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), yang sangat erat kaitannya dengan dzikir. Penyucian jiwa melalui dzikir membantu individu untuk mencapai kehidupan yang lebih baik secara spiritual dan sosial. Islam Berkemajuan mengembangkan kepribadian Muslim yang unggul melalui akhlak mulia, penyucian jiwa, dan pemikiran yang terbuka dan mencerahkan.

PHIWM mendorong umat Islam untuk mewujudkan dzikir dalam kerangka qalbu (spiritualitas) dan fikir (pemikiran kritis) yang mewujud dalam amal (aksi nyata). Dzikir tidak berhenti pada pengucapan kalimat thayyibah, tetapi harus mendorong transformasi diri dan atau masyarakat. Sehingga dalam konteks ini bisa ditegaskan bahwa Islam Berkemajuan menjadikan amal shalih bagian dari dzikir sebagai landasan utama untuk mencapai kemajuan kehidupan, membangun peradaban utama, dan mewujudkan keadilan sosial.

Dalam Muhammadiyah dzikir adalah menghidupkan kesadaran akan kehadiran Allah SWT dalam hati, lisan, dan perbuatan; sehingga seluruh aspek kehidupan terarah kepada Allah sebagai tujuan utama. Dzikir merupakan bagian integral dari pembentukan individu dan masyarakat yang Islami, yang tidak hanya dipahami sebagai ritual verbal, tetapi juga mencakup dimensi spiritual, etis, dan sosial. Muhammadiyah menekankan keseimbangan dzikir (kesadaran ketuhanan) antara hati, lisan, dan amal (aktivitas nyata), menjadikannya bagian dari konsep Islam Berkemajuan yang menyeluruh.

Baca juga: Menyelami 6 Pesan KH Ahmad Dahlan untuk Muhammadiyah dan Aisyiyah

Dzikir dalam Muhammadiyah diimplementasikan melalui Amal Usaha: seperti Sekolah, rumah sakit, dan lembaga sosial Muhammadiyah adalah contoh dzikir perbuatan yang mencerminkan pengabdian kepada Allah. Dalam kegiatan dakwah seperti Majelis tabligh dan pengajian: Muhammadiyah mengajarkan dzikir sebagai bagian dari kesadaran spiritual dan sosial. Dalam konteks Transformasi Sosial: Muhammadiyah mengarahkan dzikir untuk mendorong amal shalih yang berdampak pada masyarakat.

Teladan dalam Muhammadiyah, yaitu KH Ahmad Dahlan, yang meneladani perilaku Rasulullah Muhammad SAW, sangat aktif dalam ber-dzikirulllah. Bahkan dalam kondisi sakit sekalipun, beliau tidak pernah berhenti berdzikir dengan hati, pikiran, lisan, dan perbuatannya. Memperbaiki kondisi umat tetap menjadi dzikirnya hingga hembusan napas terakhirnya.

Sebagai penutup, seperti kita ketahui bersama, bahwa ujung dari ekspresi kemanusiaan adalah amal/perbuatan. Amal ini kemudian dalam Muhammadiyah merupakan wujud dzikir yang tertinggi. Seperti halnya ibadah shalat yang merupakan wujud dari dzikir hati, lisan, dan perbuatan; Amal Usaha Muhammadiyah adalah salah satu wujud dzikir yang ini tak terpisahkan dalam Muhammadiyah. Semakin giat seorang Muslim dalam beramal usaha, semakin mewujudkan kualitas dzikir kepada Allah yang sangat utuh dan mendalam, serta semakin ia dekat dengan Tuhannya, Penciptanya.

Berita Terkini

pentingnya menjaga ijazah (4)
Dirjen Kemdiktisaintek: Ijazah Itu Surat Tugas!
October 24, 2026By
wisudawan umsida
Umsida Kukuhkan 1.17 Wisudawan Berdaya Saing Global
October 24, 2026By
renstra Pusat Studi dan PUI Umsida (7)_11zon
Umsida Perkuat Pusat Studi dan PUI dengan Mengeksplorasi International Funding
October 21, 2026By
pengelolaan tracer study (5)
Belajar Pengelolaan Tracer Study, UMG Studi banding ke Umsida
October 20, 2026By
program peduli lingkungan (2)
PLP 2 Umsida Ajak Siswa Peduli Lingkungan Lewat Program Melati
October 19, 2026By
mahasiswa belajar ibadah 2
Tak Hanya Karakter, Umsida Ajak Mahasiswa Tingkatkan Kualitas Ibadah Lewat PKMU
October 18, 2026By
kunjungan IAD Probolinggo (2)
Kunjungi Umsida, IAD Probolinggo Perkuat Mutu Perguruan Tinggi
October 15, 2026By
hari kesehatan mental 1
Hari Kesehatan Mental, Satgas PPKPT dan Psikologi Umsida Buka Ruang Aman
October 12, 2026By

Riset & Inovasi

inovasi smartsea (4)
Ciptakan Smartsea, Mahasiswa Umsida Bantu Siswa Lancar Membaca
October 23, 2026By
media pembelajarn spin wheel
PLP 2 Umsida Buat Media Pembelajaran Spin Wheel untuk Siswa SD
October 22, 2026By
sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By

Prestasi

ranking appliededu umsida (3)
Umsida Raih Posisi 37 AppliedEdu Private University Ranking ASEAN 2027
October 21, 2026By
Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By

Opini

ilmu jadi amanah (6)
Ketika Ilmu Menjadi Sebuah Amanah
October 23, 2026By
kebijaksanaan atas gelar
Melampaui Gelar, Menuju Kebijaksanaan: Tanggung Jawab Intelektual dalam Membangun Peradaban
October 22, 2026By
olah sampah platik kemasan (3)
Gelar Adiwiyata, PLP 2 Umsida Ajari Ubah Sampah Plastik Kemasan Jadi Bunga Hias
October 14, 2026By
bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By