Umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) resmi melepas Tim IMEI Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) yang akan berlaga pada kompetisi internasional Shell Eco Marathon Asia Pacific and Middle East 2026 di Doha, Qatar.
Lihat juga: Tim IMEI Umsida Juara 2 KMHE 2025
Pelepasan yang digelar di ruang rapat kampus 2 Umsida pada Senin, (19/1/2026) itu menjadi penanda kesiapan tim IMEI Umsida untuk membawa nama kampus dan Indonesia dalam ajang inovasi kendaraan hemat energi tingkat dunia.
Tim IMEI dilepas oleh Wakil Rektor III Umsida, Dr Nurdyansyah MPd, Dekan FST, Ir Iswanto ST MMT, Kaprodi Teknik Elektro, Shazana Dhiya Ayuni, SST MT, dan dosen pembimbing tim yakni Indah Sulistiyowati ST MT.
Sejumlah pimpinan Umsida turut hadir memberikan arahan,dukungan moral, serta doa agar 5 mahasiswa yang diberangkatkan agar dapat menjalani kompetisi dengan hasil terbaik.
Kelima mahasiswa tersebut adalah Dymas Anom Dewa Brata, Achmad Rifa’i, Agus Sugianto, Mardi Lukas, dan Muhammad Azrul arwandhi.
Perjuangan Panjang Menuju Shell Eco Marathon Qatar
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Umsida, Ir Iswanto ST MMT, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kesiapan tim IMEI Umsida yang akan berangkat mengikuti Shell Eco Marathon di Qatar.
Ia menekankan bahwa proses panjang dan penuh dinamika yang telah dilalui justru menjadi modal penting bagi kesiapan mental tim.
Ia mengungkapkan bahwa perjalanan menuju keberangkatan tidaklah mudah.
Proses panjang yang melelahkan dan penuh dinamika telah menguji ketangguhan tim sejak awal.
Namun menurutnya, perjuangan tersebut justru menjadi pembentuk mental juara.
“Kalau berangkat penuh dengan dinamika, Insyaallah saat pertandingan nanti juga siap. Karena dari proses berangkat atau tidak berangkat itu sudah merupakan pertempuran tersendiri,” ungkapnya.
Iswanto menambahkan bahwa perjuangan sejak tahap awal menumbuhkan keyakinan dan semangat juang yang lebih kuat.
Ia meyakini bahwa proses berat yang telah dilewati akan berdampak pada kesiapan tim menghadapi kompetisi sesungguhnya.
“Semoga tim IMEI Umsida menuju Qatar berjalan lancar dan hasil yang diraih nantinya sebanding dengan usaha besar yang telah dilakukan,” kata Iswanto.
Dukungan Pimpinan Umsida untuk Shell Eco Marathon

Wakil Rektor III Umsida, Dr Nurdyansyah MPd, turut memberikan penguatan kepada tim IMEI Umsida.
Ia mengingatkan bahwa Umsida memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan dalam kompetisi serupa, termasuk pernah meraih juara satu dan mengungguli universitas besar seperti Universitas Gadjah Mada.
“Kita sudah pernah meraih juara satu di tahun 2024–2025 dan juga pernah mengalahkan Universitas Gadjah Mada di Mandalika. Sebelumnya kita juara dua, lalu juara satu,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar tim IMEI Umsida tidak terlena dengan capaian sebelumnya.
Menurutnya, kesiapan teknis dan mental harus tetap dijaga agar dapat tampil maksimal di Shell Eco Marathon Qatar.
“Kita tidak boleh besar kepala. Ikuti semua persiapan teknis dengan maksimal, dan jangan lupa meminta doa restu kepada orang tua,” pesannya.
Dr Nur menekankan bahwa pelepasan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi bentuk perhitungan kualitatif yang penting.
Dukungan doa dari orang tua dan keluarga, menurutnya, menjadi faktor yang tidak bisa dikalkulasi secara angka, namun memiliki dampak besar.
“Saya tekankan sekali lagi, jangan lupa meminta restu keluarga, terutama orang tua. Itu adalah bentuk kesiapan kalian secara kualitatif,” jelasnya.
Ia juga menegaskan komitmen Umsida untuk terus mendukung mahasiswa dalam berbagai bidang prestasi, termasuk kompetisi internasional seperti Shell Eco Marathon.
“Universitas akan selalu membantu dalam bidang apa pun. Yang penting mindset kita ingin maju bersama, berkembang bersama, dan meraih prestasi bersama,” tambahnya.
Harapan Tim IMEI Umsida di Shell Eco Marathon Qatar

Perwakilan tim IMEI Umsida, Muhammad Azrul Arwandhi, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sejak tahap persiapan hingga keberangkatan menuju Qatar.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, mulai dari Prodi, Fakultas, hingga Kampus yang telah men-support kami dalam segala tantangan,” ucapnya.
Ia mengungkapkan bahwa dukungan tersebut sangat berarti, terutama dalam proses persiapan teknis, uji coba kendaraan, hingga tahap pemberangkatan.
Azrul berharap dukungan dari institusi tidak hanya hadir ketika tim meraih kemenangan, tetapi juga dalam setiap proses perjuangan.
“Kami berjuang demi kampus juga. Harapan kami, kami tetap di-support apa pun hasilnya, karena ini adalah perlombaan pertama kami setelah beberapa tahun di luar negeri,” ujarnya.
Menurutnya, kompetisi Shell Eco Marathon di Qatar akan menghadirkan tantangan yang berbeda dibandingkan kompetisi di Indonesia.
Kondisi lingkungan, teknis lintasan, dan dinamika perlombaan menjadi pengalaman baru yang akan memberikan banyak pembelajaran.
“Tentunya akan sangat berbeda antara di Qatar dan di Indonesia. Harapan kami, keberangkatan tahun ini menjadi evaluasi dan pembelajaran untuk ke depan,” jelas Azrul.
Ia menambahkan bahwa pengalaman yang diperoleh dari kompetisi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk pengembangan tim IMEI Umsida di masa mendatang.
Lihat juga: Mahasiswa Kupu-Kupu Ini Jadi Wisudawan Beprestasi Bersama IMEI Team
Evaluasi dari sisi teknis, pengiriman, hingga kondisi lapangan akan menjadi bekal penting untuk kompetisi berikutnya.
“Semoga perlombaan kali ini membuahkan hasil terbaik untuk kita semua,” pungkasnya.
Penulis: Romadhona S.



















