persiapan shell eco marathon

IMEI Umsida Tancap Gas di Shell Eco Marathon Qatar 2026 dengan Improvisasi Kendaraan Listrik

Umsida.ac.id – Tim IMEI Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) memastikan kesiapan penuh menjelang keberangkatan mereka ke Doha, Qatar, untuk mengikuti Shell Eco Marathon Asia Pacific and Middle East 2026. 

Kompetisi internasional ini akan digelar di Losail International Circuit, Qatar, pada 21–25 Januari 2026 dan diikuti puluhan tim dari berbagai negara kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah.

Lihat juga: Siap Bertanding di Shell Eco Marathon Qatar 2026, Tim IMEI Umsida Resmi Diberangkatkan

Persiapan Panjang Menuju Shell Eco Marathon Qatar 2026

persiapan shell eco marathon

Ketua Tim IMEI Umsida 2026, Dymas Anom Dewa Brata menjelaskan bahwa persiapan menuju Shell Eco Marathon 2026 dilakukan dalam jangka waktu panjang dan melalui berbagai tahapan.

Proses pengembangan kendaraan yang digunakan bukan dilakukan dari nol, melainkan melalui penyempurnaan berkelanjutan dari tahun ke tahun.

“Kendaraan yang kita bawa ini konsepnya sustainable energy. Mobilnya sudah di-improve dari beberapa tahun lalu, mulai dari kelistrikan, mekanikal, sampai berat kendaraan,” jelasnya.

Menurutnya, setiap tahun tim IMEI Umsida selalu melakukan evaluasi dan improvisasi karena kondisi lomba, strategi, hingga pengemudi selalu berbeda. 

Tahun ini, perubahan signifikan dilakukan pada material bodi kendaraan.

“Kalau dulu pakai fiber, sekarang pakai karbon. Jadi jauh lebih ringan,” ujar mahasiswa semester 7 itu.

Proses improvisasi kendaraan tidak lepas dari tantangan. 

Tim harus memastikan proporsi kendaraan benar-benar sesuai agar tidak memerlukan perbaikan besar saat sudah tiba di Qatar.

“Kita benar-benar menyiapkan mobil supaya ready saat sampai di Qatar, jadi tidak perlu perbaikan lagi di sana,” tambahnya.

Uji coba kendaraan dilakukan sejak setelah kompetisi KMHE 2025, yang saat itu IMEI Umsida berhasil meraih juara dua. 

Proses pengujian ini berlangsung hingga awal Desember 2025.

Tahapan Teknis dan Dukungan Umsida

Dalam Shell Eco Marathon ini, terdapat dua tahapan penting yang harus dilalui peserta, yakni tahap teknikal dan tahap logistik. 

Anom menjelaskan bahwa tahap pertama berfokus pada kelayakan kendaraan.

“Pas ke-1 itu dicek dari sisi teknikal, mulai dari kesiapan kendaraan, scrutineering, sampai kelayakan mobil berjalan di sirkuit,” jelasnya.

Tahap kedua lebih menitikberatkan pada aspek logistik dan administrasi, seperti pengiriman kendaraan ke Qatar menggunakan jasa forwarder, pengurusan penginapan, serta kebutuhan akomodasi lainnya.

“Kalau pas ke-2 itu lebih ke shipping mobil, hotel, dan administrasi,” imbuh mahasiswa yang bergabung di IMEI sejak 2022 itu.

Lihat Juga :  Usai Juara 1, IMEI Team Umsida Akan Buat Mobil Urban

Peran dosen pembimbing juga menjadi faktor penting dalam proses persiapan. 

Anom menyebutkan bahwa Indah Sulistiyowati ST MT, selaku dosen pendamping, yang banyak membantu melalui berbagi pengalaman dan jejaring dengan tim-tim lain dari berbagai universitas.

“Bu Indah banyak memberikan pembelajaran dari tim-tim lain yang sudah berhasil. Dari UB, UMM, UGM, dan lainnya. Itu kita jadikan referensi,” jelasnya.

Meski tidak semua konsep bisa diterapkan secara langsung, menurut Anom, wawasan tersebut sangat membantu dalam memahami sistem kerja dan strategi kendaraan.

Strategi Tim dan Target IMEI Umsida di Shell Eco Marathon

persiapan shell eco marathon

Tahun ini, IMEI Umsida mengikuti kategori battery electric dan berkompetisi pada kelas prototype. 

Anom menjelaskan bahwa ada batasan teknis ketat yang harus dipenuhi, salah satunya terkait berat kendaraan.

“Di kelas prototype itu berat kendaraan harus di atas 50 kilogram. Kalau di bawah, nanti ditambah pemberat,” katanya.

Tim IMEI Umsida mengusahakan berat kendaraan berada di kisaran 51–52 kilogram agar tetap efisien dan sesuai regulasi. 

Selain teknis kendaraan, strategi mengemudi juga menjadi kunci utama dalam kompetisi ini.

“Di Shell Eco Marathon itu bukan cuma soal bisa jalan, tapi soal strategi. Cara ngegas, mengatur waktu, dan memahami kondisi lintasan,” ujarnya.

Hal ini senada dengan Mardi Lukas, driver tim IMEI Umsida yang merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi semester 5. 

Ia menjelaskan bahwa indikator kemenangan tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga efisiensi energi.

“Targetnya nyari hematnya. Misalnya dikasih jarak 15 kilometer dengan waktu setengah jam, bagaimana caranya sampai tepat waktu tanpa boros energi,” jelas Mardi.

Ia menambahkan bahwa kompetisi ini diikuti sekitar 82 tim dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Qatar, dan Brunei. 

Persaingan di kategori electric disebut sangat ketat karena jumlah pesertanya paling banyak.

Jika berhasil masuk peringkat tiga besar, imbuhnya, tim akan melaju ke tahap lebih tinggi untuk mewakili kawasan Asia Pasifik dalam ajang global yang mempertemukan tim dari Asia, Afrika, Amerika, dan Eropa.

Lihat juga: Tim IMEI Umsida Juara 2 KMHE 2025

“Kita pasang target juara satu kalau bisa. Bahkan dua kategori kalau memungkinkan,” pungkasnya.

Penulis: Romadhona S.

Berita Terkini

orang tua wali wisudawan (3)
Cerita Orang Tua di Balik Perjuangan Wisudawan Umsida hingga Lulus
October 27, 2026By
wisudawan berprestasi umsida (2)
Wisudawan Umsida Temukan Jalan Prestasi dari Riset, Kompetisi, dan Keberanian
October 26, 2026By
pentingnya menjaga ijazah (4)
Dirjen Kemdiktisaintek: Ijazah Itu Surat Tugas!
October 24, 2026By
wisudawan umsida
Umsida Kukuhkan 1.117 Wisudawan Berdaya Saing Global
October 24, 2026By
renstra Pusat Studi dan PUI Umsida (7)_11zon
Umsida Perkuat Pusat Studi dan PUI dengan Mengeksplorasi International Funding
October 21, 2026By
pengelolaan tracer study (5)
Belajar Pengelolaan Tracer Study, UMG Studi banding ke Umsida
October 20, 2026By
program peduli lingkungan (2)
PLP 2 Umsida Ajak Siswa Peduli Lingkungan Lewat Program Melati
October 19, 2026By
mahasiswa belajar ibadah 2
Tak Hanya Karakter, Umsida Ajak Mahasiswa Tingkatkan Kualitas Ibadah Lewat PKMU
October 18, 2026By

Riset & Inovasi

inovasi smartsea (4)
Ciptakan Smartsea, Mahasiswa Umsida Bantu Siswa Lancar Membaca
October 23, 2026By
media pembelajarn spin wheel
PLP 2 Umsida Buat Media Pembelajaran Spin Wheel untuk Siswa SD
October 22, 2026By
sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By

Prestasi

wisudawan dari keluarga katolik yang taat (2)
Ketika Kakaknya Biarawati, Adiknya Jadi Wisudawan Berprestasi
October 26, 2026By
wisudawan terbaik umsida (5)
Wisudawan Terbaik Umsida Ungkap Kunci Raih IPK Tinggi dan Prestasi
October 25, 2026By
ranking appliededu umsida (3)
Umsida Raih Posisi 37 AppliedEdu Private University Ranking ASEAN 2027
October 21, 2026By
Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By

Opini

4 pilar pendidikan (7)
4 Pilar Pendidikan di Era Generasi Cemas
October 27, 2026By
pengalamana wisudawan Katolik lulus dari Umsida (9)
Dari Flores, Pengalaman Wisudawan Katolik Tuntaskan Kuliah dengan Beasiswa Penuh di Umsida
October 25, 2026By
ilmu jadi amanah (6)
Ketika Ilmu Menjadi Sebuah Amanah
October 23, 2026By
kebijaksanaan atas gelar
Melampaui Gelar, Menuju Kebijaksanaan: Tanggung Jawab Intelektual dalam Membangun Peradaban
October 22, 2026By
olah sampah platik kemasan (3)
Gelar Adiwiyata, PLP 2 Umsida Ajari Ubah Sampah Plastik Kemasan Jadi Bunga Hias
October 14, 2026By