Umsida.ac.id – Sebanyak 11 mahasiswa Program Studi PGSD dan Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) resmi dilepas untuk mengikuti program magang bersama Wijaba pada Jumat (6/2/2026) di ruang rapat Kampus 1 Umsida.
Program ini menjadi bagian dari kerja sama strategis antara FPIP Umsida dan Wijaba yang telah terjalin selama beberapa tahun terakhir.
11 mahasiswa tersebut tak hanya bertugas di Sidoarjo saja, dua dari mereka diterima untuk melaksanakan magang di Bangli, Bali.
Lihat juga: Lolos Program Magang di Thailand, Mahasiswa Umsida Gali Pengalaman Mengajar di LN
Beri Banyak Pengalaman Mahasiswa

Dekan FPIP Umsida, Dr Septi Budi Sartika MPd, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Wijaba bukanlah hal baru.
Awalnya, program ini hanya bergerak di satu bidang pendidikan, namun kini telah berkembang ke berbagai bidang seperti lingkungan, kesehatan, dan lainnya.
“Sebetulnya tidak hanya FPIP yang bekerja sama dengan Wijaba, tapi juga fakultas lain. Pengalaman yang diperoleh mahasiswa itu banyak sekali,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa yang mengikuti program ini umumnya merasa senang karena mendapatkan pengalaman berbeda dibandingkan hanya menjalani perkuliahan di kelas.
“Mahasiswa yang sering saya tanya itu senang. Pengalamannya beda dengan mahasiswa yang hanya kuliah, pulang, kuliah, pulang,” ungkapnya.
Dosen Prodi Pendidikan IPA itu juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang berhasil lolos seleksi.
Menurutnya, proses seleksi tidak mudah karena melalui tahap administrasi dan wawancara.
Apalagi di tahun ini, kerja sama Umsida dengan Wijaba juga dilaksanakan di Bangli, Bali.
“Harapan kami semoga nanti bisa pulang membawa banyak luaran diri yang bisa mengharumkan nama prodi PGSD, FPIP, maupun Umsida,” tuturnya.
Harap Mahasiswa PGSD Umsida Beri Dampak
Country Director Wijaba, Arif Darmawan, menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama yang terjalin dengan Umsida.
Ia menilai kolaborasi ini bukan hanya berdampak bagi kampus dan Wijaba, tetapi juga bagi anak-anak sebagai sasaran program.
“Teman-teman nanti tidak hanya memperoleh profesi, tapi pengalaman yang sangat luar biasa,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa akan berhadapan langsung dengan berbagai karakter dan kondisi yang menantang.
Namun, Wijaba telah menyiapkan sistem mentoring agar mahasiswa tetap mendapatkan pendampingan.
“Yang paling penting adalah memberikan dampak ke anak-anak dan perubahan pendidikan di Indonesia,” jelas Arif.
Menurutnya, misi utama Wijaba adalah memberikan inspirasi dan harapan kepada anak-anak agar memiliki masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.
Mahasiswa Umsida Siap Beradaptasi di Bali Bersama Wijaba

Terkait dua mahasiswa yang akan mengabdi di Bali, Arif menyebut bahwa sebelumnya program serupa di Bali hanya melibatkan kampus setempat, namun kali ini antusiasme mahasiswa Umsida sangat tinggi.
Ia menilai pengalaman di Bali akan menjadi pembelajaran berharga karena mahasiswa akan berhadapan dengan kultur yang berbeda.
“Di Bali itu berbeda dari sisi budaya, agama, perilaku, dan bahasa. Tapi jangan khawatir, karena nanti ada dua mentor yang akan mendampingi,” katanya.
Mahasiswa akan dibimbing oleh program manager serta regional manager Wijaba di Bali, termasuk dalam proses adaptasi budaya dan pengenalan lingkungan sekolah.
Lihat juga: Cerita Pengalaman Mahasiswa Umsida Ikuti Program Magang Internasional
Arif berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, tidak hanya untuk belajar bekerja, tetapi juga untuk berkontribusi bagi pendidikan di Indonesia.(Romadhona)



















