Umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) memasuki usia ke-37 pada 9 Februari 2026 dengan berbagai capaian strategis yang menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi unggul dan inovatif.
Lihat juga: Berhasil Membuka Banyak Program Studi Baru, Umsida Dapat Apresiasi dari Diktisaintek
Dalam momentum Milad ke-37 ini, Rektor Umsida, Dr Hidayatulloh MSi menyampaikan laporan capaian kinerja universitas selama satu tahun terakhir yang menunjukkan pertumbuhan signifikan di berbagai bidang.
Ia menegaskan bahwa visi Umsida adalah menjadi perguruan tinggi unggul dan inovatif dalam pengembangan IPTEKS berbasis nilai-nilai Islam untuk kesejahteraan masyarakat, dengan target mendapatkan pengakuan ASEAN pada tahun 2038.
Visi tersebut, menurutnya, bukan sekadar slogan, melainkan arah gerak institusi yang terus diperjuangkan secara bertahap.
“Dari 5 milestone yang sudah disusun, saat ini Umsida berada di milestone kedua yaitu national recognition. Indikator utama dari capaian ini adalah Umsida telah terakreditasi unggul secara institusi pada 19 Maret 2024 lalu,” terangnya.
Penguatan Akademik dan Akreditasi Program Studi
Dalam bidang akademik, Umsida saat ini memiliki 7 fakultas dan 37 program studi.
Enam program studi baru telah dibuka, termasuk Kedokteran (S1 dan Profesi), Magister Inovasi Sistem dan Teknologi, Pendidikan Profesi Guru, Magister Pendidikan Dasar, Magister Ilmu Komunikasi, dan S1 Sains Data.
“Atas keberhasilan Umsida membuka program studi setidaknya mulai 2023-2025 itu, mendapat apresiasi dari Kemdiktisaintek, yakni Bronze Winner pada Anugerah Diktisaintek 2025,” ujar Dr Hidayatulloh.
Secara kualitas, 27 dari 37 prodi telah meraih peringkat Unggul dan Baik Sekali.
Artinya, 73 persen program studi berada pada kategori berkualitas tinggi menurut standar BAN-PT dan LAM. Perpustakaan Umsida juga berhasil meraih akreditasi A.
“Untuk program studi yang terakreditasi Baik dan Baik Sekali akan terus kami upayakan untuk naik menjadi unggul,” terangnya.
Dr Hidayatulloh menyampaikan bahwa peningkatan kualitas ini selaras dengan kepercayaan masyarakat.
Pada Tahun Akademik 2025/2026, jumlah mahasiswa baru mencapai 3.607 orang, yang terdiri atas jalur reguler, RPL, dan PPG.
Di sisi lain, prestasi mahasiswa juga meningkat, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
“Salah satu prestasi yang baru saja diraih Umsida yakni Tim IMEI Umsida yang meraih juara 1 pada kejuaraan Shell Eco Marathon di Qatar,” tegasnya.
Lonjakan Riset, Publikasi, dan Peringkat Internasional
dikti

Dalam bidang riset, Umsida mencatat 114 judul penelitian dengan total dana hampir Rp5 miliar di tahun 2025.
“Dana itu digunakan oleh dosen untuk mengembangkan riset Yang berkaitan dengan unggulan penelitian SDGS, terutama SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs 3 (Kesehatan Masyarakat),” ujarnya.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga meningkat signifikan, dengan total dana lebih dari Rp936 juta.
Program ini mencakup edukasi kesehatan di 38 lokasi Posyandu, 232 kegiatan pendidikan, serta pendampingan 285 UMKM dalam penerapan SDGs 8 (pertumbuhan ekonomi).
“Keberhasilan Umsida mengembangkan Abdimas ini pada Anugerah Diktisaintek 2025, Umsida mendapatkan Gold Winner Bima Award 2025,” terangnya.
Di bidang publikasi ilmiah, terjadi lonjakan signifikan. Artikel pada jurnal nasional ber-ISSN meningkat dari 3.566 menjadi 5.703, sementara sitasi Google Scholar melonjak hingga 109.465.
Jumlah HaKI juga meningkat menjadi 1.066.
Dr Hidayatulloh menyampaikan bahwa capaian tersebut turut berdampak pada peningkatan pemeringkatan nasional dan internasional.
“Alhamdulillah, tahun 2025, pada klasterisasi yang dilakukan oleh Kementerian Diktisaintek, Umsida naik kelas pada level tertinggi yaitu peringkat mandiri,” tandasnya.
Selain tiu, imbuhnya, pada pemeringkatan Sint Score yang dilakukan oleh Kemdiktisaintek untuk PTN dan PTS se-Indonesia, Umsida melesat berada di peringkat 6.
Karena itu, Umsida mendapat penghargaan Gold Winner di bidang Sinta Score dan Pengabdian kepada masyarakat.
Saat ini Umsida juga masuk dalam Klaster Unggul (Klaster 1) versi SIMKATMAWA, serta berada pada peringkat 440 dunia dalam World Class University, Times Higher Education Impact Ranking untuk SDGs Quality Education.
“Prestasi ini bukan untuk disombongkan, tetapi menjadi motivasi agar kita terus meningkatkan kualitas dan kebermanfaatan,” ungkapnya.
Lihat juga: Hadiri Milad ke-37 Umsida, Ini Kata Bupati Hingga PP Muhammadiyah
Pada tahun 2025 juga, Umsida berhasil menambah sarana dan prasarana berupa Gedung Fakultas Kedokteran dan Laboratorium FK, ILB-8 & Student Center Kampus 3, hingga pembangunan RS Umsida.
Sejak 2025 dan sampai sekarang, Umsida sedang menyelesaikan pembangunan rumah sakit yang menjadi Rumah Sakit pendidikan kedokteran gigi dan kedokteran umum.
“Terima kasih Pak Bupati atas dukungannya. Semoga dalam proses perizinannya berjalan lancar sehingga target kami pada Agustus 2026, rumah sakit ini sudah beroperasi,” pungkasnya.(Romadhona)



















